China tawarkan kerja sama "cyber culture" ASEAN
Sabtu, 15 September 2018 09:01 WIB
China tawarkan kerja sama "cyber culture" ASEAN
DELEGASI INDONESIA DI CAIHF NANNING Delegasi Indonesia Gandhi Priambodo
menyampaikan paparan tentang hubungan China-Indonesia bidang kebudayaan
di Forum Hub Informasi ASEAN-China (CAIHF) di Nanning, Provinsi Guangxi,
Kamis (13/9).ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/18
Nanning, China (ANTARA News) - Pemerintah China menawarkan konsep kerja
sama pertukaran budaya siber (cyber culture) kepada anggota Perhimpunan
Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara atau ASEAN.
"Tahun depan sebagai Tahun Media Komunikasi ASEAN-China, kami ingin
bergandengan tangan dengan negara-negara anggota ASEAN mempromosikan
budaya siber demi kepentingan bersama," kata Deputi Direktur Jenderal
Lembaga Radio dan Televisi Nasional China (NRTA) Fan Weiping di Nanning,
Sabtu.
Untuk mendukung tawaran tersebut, pihaknkya mengajukan tiga usulan
teknis, yakni China mengajak ASEAN berpameran dan meningkatkan produksi
audiovisual tentang kehidupan masyarakat guna mendukung pertukaran budaya.
Kemudian China mengajak ASEAN secara aktif membangun sistem manajemen
audiovisual siber berskala internasional dan bersama-sama membangun
teknologi dan industri internet berbasis maha data dan kecerdasan
artifisial.
Istilah budaya siber atau budaya internet muncul atas maraknya
penggunaan jaringan komputer untuk komunikasi, hiburan, dan bisnis.
"Cyberculture" juga menyangkut hubungan antarmanusia, komputer, dan
individu di dunia maya.
Dalam proposal kepada ASEAN bertajuk "Menuju Kehidupan Digital melalui
Inovasi dan Integrasi Budaya", Fan menyebutkan beberapa modal yang telah
dimiliki China, di antaranya jumlah pengguna internet di negaranya
sekitar 800 juta orang yang terdiri dari hampir 600 juta sebagai
pengguna audiovisual daring dan 280 juta orang pengguna internet kelas
premium.
Pada 2017, China telah menghasilkan 718 judul drama daring, 6.566 judul
film daring, 767 animasi daring, dan 412 film dokumenter daring.
Pada tahun itu pula, pasar video daring di China telah menghasilkan 95,2
miliar RMB (Rp205,15 triliun dengan asumsi 1 RMB = Rp2.155), sekitar
14,2 miliar RMB berasal dari layanan audiovisual daring.
"Dekatnya wilayah geografis dan kemitraan budaya China dan ASEAN
merupakan keunggulan tersendiri dalam menjalin kerja sama dan pertukaran
budaya siber," kata Fan dalam proposalnya yang juga diberikan kepada
Antara di Nanning, Provinsi Guangxi, itu.
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Subagyo
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com