Ijtima Ulama 2 dan Kekhawatiran Agama Jadi Komoditas Politik
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Juli Hantoro
Senin, 17 September 2018 08:18 WIB
Calon Presiden RI Prabowo Subianto (tengah), saat konferensi pers Sidang
Pleno Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka,
Jakarta, Minggu, 16 September 2018. TEMPO/Muhammad HidayatCalon Presiden
RI Prabowo Subianto (tengah), saat konferensi pers Sidang Pleno Ijtima'
Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu, 16
September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Gerakan
Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menggelarIjtima Ulama 2
<https://nasional.tempo.co/read/1126942/ijtima-ulama-gnpf-moeldoko-minta-agama-tak-dibawa-ke-politik>pada
Ahad, 16 September 2018. Tokoh dan ulama termasuk Rizieq Shihab yang
mengikuti acara itu lewat sambungan video konferensi sepakat menyatakan
dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno
dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019.
Baca juga: Ada Penolakan Ijtima Ulama II, Sekjen PAN: Dukungan Ulama
Penting
<https://nasional.tempo.co/read/1126998/ada-penolakan-ijtima-ulama-ii-sekjen-pan-dukungan-ulama-penting>
Keputusan Ijtima Ulama 2 ini berbeda dengan keputusan pada Ijtima Ulama
1 yang merekomendasikan nama calon wakil presiden Prabowo adalah Abdul
Somad dan Salim Segaf Al Jufri. Pada kesempatan Ijtima Ulama 2, Prabowo
diminta menjelaskan mengapa tak memilih dua nama yang direkomendasikan
tersebut.
Tidak diketahui apa alasan yang diungkapkan Prabowo soal alasan dia
memilih Sandiaga Uno, bukan dua nama yang direkomendasikan di atas.
Namun dalam beberapa kesempatan Prabowo mengatakan ia tak ingin memecah
belah umat karena di kubu Jokowi telah memilih ulama sebagai calon
wapres yaitu Ma'ruf Amin.
Prabowo, usai penandatanganan pakta integritas menyampaikan, terima
kasih dan terharu atas dukungan yang diberikan oleh ijtima ulama2.
"Atas nama Prabowo-Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada Ijtima Ulama
2 dari GNPF Ulama atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, atas
dukungan yang begitu ikhlas diberikan, ini sungguh adalah waktu yang
mengharukan bagi diri saya, dan saya sudah berjanji kepada ijtima akan
saya berbuat yang terbaik, selruh jiwa dan raga saya persembahkan kepada
bangsa dan negara Indonesia," kata Prabowo.
Gelaran Ijtima ulama ini sempat disinggung oleh Kepala Kantor Staf
Kepresidenan Moeldoko. Ia berharap masalah agama tidak dibawa ke dalam
urusan politik.
"Bukan enggak ada hubungannya antara agama dan politik. Ada
(hubungannya), cuma jangan dibawa ke arah politik yang akhirnya
masyarakat menjadi bingung," kata Moeldoko di area tugu Monumen
Nasional, Jakarta, Ahad, 16 September 2018.
Mantan panglima TNI ini menyarankan agar para pemuka agama tetap fokus
pada kegiatannya membimbing umat. Jika terus bermain politik, kata
Moeldoko, masyarakat yang akan terkena imbasnya. "Kasihan umat. Mau ke
mana nanti," ucapnya.
Menurut Moeldoko, sudah banyak publik figur yang tadinya aktif di
kegiatan agama lalu beralih ke politik malah ditinggal jamaahnya. Ia
berharap hal ini tidak sampai terjadi kepada para tokoh agama yang
menggelar Ijtima Ulama 2 ini.
Pemimpin Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab membantah tengah
memainkan politik transaksional melalui Ijtima Ulama 2.
"Para ulama bukan sedang menjalankan politik transaksional. Dukungan
kami ikhlas untuk Prabowo - Sandiaga," kata Rizieq melalui pesan
suaranya kepada peserta Ijtima Ulama II pada Ahad, 16 September 2018, di
Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta.
Rizieq mengklaim, adanya kesepakatan yang tandatangani dalam Ijtima
Ulama 2 murni dilakukan untuk kebaikan berbangsa dan bernegara. Ia juga
mengatakan kemenangan yang nanti diperoleh dari pasangan yang diusungnya
merupakan kemenangan berkah.
Baca juga: Ijtima Ulama 2, Begini Kata Sandiaga Soal Janji Pulangkan
Rizieq
<https://nasional.tempo.co/read/1127129/ijtima-ulama-2-begini-kata-sandiaga-soal-janji-pulangkan-rizieq>
Kesepakatan untuk mendukung Prabowo-Sandiaga telah ditandatangani para
petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dalam Ijtima Ulama II.
Kesepakatan itu tertuang dalam Surat Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh
Nasional II nomor 01/IJTIMA/GNPF-ULAMA/MUHARRAM/1440 H tentang penetapan
Presiden dan Calon Wakil Presiden.
Dengan terbitnya pakta integritas itu, Rizieq meminta pengikutnya
menggalang dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden yang diusung.
Pentolan FPI itu mengatakan dukungan ini dilakukan untuk memperjuangkan
politik negara yang tunduk akan syariat dan konstitusi. Dia pun emoh
bila ada pihak menyebut hal ini sebagai transaksi politik.
Bagi Rizieq, yang dilakukan dalam Ijtima tersebut merupakan politik
identitas. Politik identitas, kata dia, juga pernah dilakukan para
pahlawan untuk melawan penjajah. Di antaranya pada masa Teuku Umar, Imam
Bonjol, dan Pangeran Diponegoro.
"Politik identitas juga pernah dilakukan Soekarno saat menandatangani
piagam Jakarta dan Dekrit Presiden 1959," katanya. Rizieq mengklaim, ia
dan kelompok penggerak 212 juga pernah menggalakkan politik identitas
pada Pilkada DKI 2017 lalu dalam rangka mengusung Anies Baswedan dan
Sandiaga Uno.
Politik yang dimaksud ini dilakukan untuk menjunjung tinggi ayat suci di
atas ayat konstitusi. "Agar konstitusi negara dan semua turunan
perundang-undangannya selalu terjaga dan terkawal," kata dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Ketua Presidium Aksi Bela Islam, Kapitra Ampera meminta
Ijtima Ulama 2 dibatalkan jika isi rekomendasinya tidak mengindahkan
rekomendasi Ijtima Ulama I dan malah bermuatan politik praktis.
Baca juga: Prabowo Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II, Ini
Isinya
<https://nasional.tempo.co/read/1127023/prabowo-tandatangani-pakta-integritas-ijtima-ulama-ii-ini-isinya>
Dari informasi yang diperoleh Kapitra, Ijtima Ulama 2 akan
mendeklarasikan dukungan kepada bakal capres-cawapres Prabowo Subianto -
Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.
"Saya minta batalkan Ijtima Ulama 2 kalau cuma mau dukung Prabowo-Sandi
dengan kontrak politik. Antum pasti kecewa," kata Kapitra dalam
konferensi pers, di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, jika Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama
berkomitmen pada isi rekomendasi Ijtima Ulama I, maka seharusnya ulama
yang menjadi capres atau cawapres, namun yang terjadi, Sandiaga Uno yang
dijadikan bakal cawapres mendampingi Prabowo padahal Sandi merupakan
pengusaha dan politisi.
Pihaknya pun heran dengan keputusanIjtima Ulama 2
<https://nasional.tempo.co/read/1126945/sekjen-pan-tunggu-rekomendasi-ijtima-ulama-gnpf>yang
mendukung Prabowo - Sandiaga.
"Ijtima Ulama I merekomendasi cawapresnya Prabowo dari ulama. Tapi ini
diabaikan, ijtima dikhianati. Nama Sandi tidak masuk dalam rekomendasi
itu. Kalau Ijtima Ulama 2 cuma bela Prabowo dan Sandi, berarti kita cuma
terpolarisasi untuk kepentingan politik tertentu. Kembali ke Ijtima
Ulama I, bahwa ulama harus jadi wapres," kata politisi Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.
*AHMAD FAIZ| FRANSISC CHRISTY| ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com