yg bukan dinegeri para nabi ya bukan buah surga.

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 Bagaimana dengan buah-buah lain seperti pisang, salak etc? Apakah tidak 
termasuk buah surga?
 
 
 
https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/kabar-dari-tanah-suci/18/09/16/pf59ws313-buah-surga-di-negeri-para-nabi
 
https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/kabar-dari-tanah-suci/18/09/16/pf59ws313-buah-surga-di-negeri-para-nabi
 
 
 Buah Surga di Negeri Para Nabi
 Ahad , 16 September 2018, 18:31 WIB
 
 
 
 Republika/Erdy Nasrul 
 Buah Delima
 REPUBLIKA.CO.ID http://REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Erdy Nasrul dari Makkah
 Cuaca Saudi pada siang hari sangat menyengat kulit. Suhunya mencapai 45 
derajat celsius. Rasanya seperti terbakar jika berdiri dan beraktivitas terlalu 
lama di luar ruangan.
 Jamaah haji Indonesia, termasuk saya, tak terbiasa dengan panas setinggi itu. 
Mereka lebih memilih beristirahat di pemondokan sambil menikmati santap siang. 
Setelah mengonsumsi nasi dan lauk-pauk, saya ‘mencuci mulut’ dengan buah 
berbentuk bulat hijau muda. Di bagian bawahnya terdapat warna merah 
bersembunyi, seperti malu hendak menampakkan diri.
 Saya membelahnya. Air merah sari buah tersebut menetes. Rasanya manis. Setelah 
dibuka, tubuh buah ini menampakkan bulir-bulir merah seperti permata ruby pada 
bagian luar dan putih di bagian dalam.
 Saya cicipi beberapa bulir tersebut. Sensasinya luar biasa. ketika digigit, 
bulir tersebut memancarkan rasa manis sedikit asam memenuhi rongga mulut: 
segar. Sedangkan bagian putihnya terasa gurih seperti kacang.
 Inilah delima yang dalam bahasa Inggris disebut pomegranate. Masyarakat latin 
menyebutnya punica granatum atau biji apel. Mesir kuno menyebutnya arhumani. 
Sedangkan dalam bahasa Arab, delima disebut dengan rumman (Ram Chandra, K 
Dhinesh Babu, Vilas Tejrao Jadhav, Jaime A Teixeira da Silva: 2010).
 Dalam buku The Incredible Pomegranate Plant & Fruit Penulis Amerika Serikat 
Barbara L Baer menceritakan pengalamannya yang tak terlupakan ketika menikmati 
delima. Di masa kecilnya, wanita paruh baya itu sempat merasa aneh dengan buah 
delima yang dibeli orang tuanya. Rasanya lembut di awal, manis-segar, agak 
keras ketika menggigit biji kecil di dalamnya. Namun, bentuknya indah seperti 
permata merah.
 
 
 

Kirim email ke