Mengingat cara-cara kekerasan dalam menghadapi 
demonstrasi di berbagai daerah sebulan terakhir, 
semoga acara besok yang berlangsung serentak di 
seluruh Indonesia berjalan lancar dan aman. 

Bagaimanapun, ini ujian pertama bagi penguasa 
yang siang tadi partai-partainya berikrar & tandatangan 
pemilu damai.
--- jetaimemucho1@... wrote:
   Yuk yang di Jakarta dan sekitarnya.
Gabung untuk Reforma Agraria Sejati
Dan Tentang RA Palsu pemerintah Jokowi
Reforma Agraria Sejati, bukan agenda dan kepentingan kaum tani semata!!

Bersama memperingati hari tani nasional 2018, melawan Reforma Agraria Palsu dan 
Perhutanan Sosial (RAPS) Jokowi.Bersama mewujudkan Reforma Agraria Sejati untuk 
Kedaulatan Rakyat atas Tanah dan Produksi.
Lawan IMF-Bank Dunia (WB) dan seluruh Skema Jahat Imperialis bersama kaki 
tangannya di Indonesia!!
**Pastikan diri untuk terlibat dan Segera hubungi perwakilan AGRA dan FPR 
terdekat di Daerah masing-masing!





AGRA, Ungkap dibalik Rencana Presiden Keluarkan Perpres Reforma Agraria
 23 September, 2018
Jakarta, 22 September 2018. Menjelang peringatan Hari Tani ke-58 Presiden Joko 
Widodo (Jokowi)berencana mengeluarkan Perpres Reforma Agraria. Beberapa elemen 
berharap Perpres Reforma Agraria segera ditandatangani sesuai janji presiden 
yang akan mengeluarkan aturan baru ini minggu depan. Di sisi lain, pandangan 
berbeda datang dari mayoritas kaum tani dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria 
(AGRA) yang menyatakan Perpres yang akan ditandatangani adalah payung hukum 
dalam menjalankan percepatan program reforma agraria palsu.Rahmat Ajiguna, 
Ketua Umum AGRA, menyatakan bahwa masalah fundamental Perpres tidak dapat 
dilepaskan dari Program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) yakni 
tidak memiliki tujuan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah apalagi 
menghapuskan masalah utama yakni monopoli tanah. Menurutnya, sepuluh sumber 
Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang termuat dalam draft Perpres tetap saja 
tidak menyasar tanah-tanah yang saat ini dimonopoli untuk perkebunan besar 
kelapa sawit dan karet milik swata maupun Negara, perkebunan kayu (HTI), 
pertambangan besar, Taman Nasional, dan Perhutani.Pada prinsipnya tanah obyek 
reforma agraria tetaplah tanah-tanah sisa, tanah bekas HGU yang tidak 
diperpanjang dan sebagian lain adalah tanah-tanah rakyat yang dalam sejarahnya 
dirampas dan telah berhasil DIREBUT KEMBALI  oleh rakyat yang saat ini dalam 
status konflik. Sehingga dalam waktu yang dekat Presiden Jokowi juga akan 
mengeluarkan Inpres tentang Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria di 
Daerah.Perpres Reforma Agraria salah satunya untuk payung dalam pelaksanan 
program “One Map” melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dengan 
pendekatan pemetaan partisipatif yang tujuanya memetakan seluruh tanah dan 
peruntukannya. Selain itu, program tersebut akan mengembangkan E-Land yang 
menggunakan layanan teknologi NSDI (National Spatial Data Infrastructure). 
Program ini didanai oleh Bank Dunia Group sebesar 200 juta USD sebagai 
kepentingan Kapitalis monopoli mengalirkan kapital dan mendukung reforma 
agraria pemerintah Jokowi.Masalah kedua dari Perpres Reforma Agraria terletak 
dalam penetapan subyek dan pengelolaan TORA. Subyek dalam Perpres 
ReformaAgraria ada tiga, yakni: Badan Hukum, Orang Perorangan, dan Kelompok 
Masyarakat dengan Hak Kepemilikan Bersama.. Terlebih dalam subyek tidak 
memasukan penganguran sebagai subyek dari Reforma Agraria.Sedangkan sistem 
pengelolaan dari TORA  dilaksanakan berbasiskan klaster (cluster) agar dapat 
dikontrol melalui investasi, hutang, penetapan komoditas tanaman dan pasar 
hasil produksi. Artinya, penerima hanyalah ditempatkan sebagai tenaga kerja 
dalam Tanah Obyek Reforma Agraria.Dengan demikian perpres ReformaAgraria adalah 
peraturan pelaksanan dari Reforma Agraria Palsu Jokowi yang di kontrol kekuatan 
modal monopoli-AS untuk mempercepat perampasan tanah di Indonesia, termasuk 
didalamnya untuk mendukung proyek pembangunan Infrastruktur yang didanai oleh 
kapitalis monopoli asing dan merampas tanah-tanah Rakyat.  Hal itu terjadi 
dalam proyek pembangunan bendungan Jatigede, Pembangunan Bandara kertajati di 
Majalengka, Pembangunan Bandara di Kulonprogo, pembangunan jalan tol 
Siak-Dumai, pembangunan jalan tol Sepanjang jawa dan di berbagai tempat 
lainya.Perpres ReformaAgraria Bukanlah KemenanganMenurut Rahmat, Perpres ini 
dapat memberikan ilusi kepada kaum tani dan rakyat, melalui pembegain-pembagian 
sertifikat, pemberian hutang yang  dibungkus dalam program reforma agraria 
untuk mengatasi ketimpangan padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Perampasan 
tanah semakin cepat dan monopoli tanah semakin kuat.. Pengusaha-pengusaha yang 
saat ini memonopoli tanah justeru mendapat tanah baru dengan skema 
kemitraan.Lanjut Rahmat, Perpres ReformaAgraria memberikan ilusi bagi beberapa 
aktivis gerakan yang mendukung program reforma agraria palsu tersebut. Mereka 
juga dapat ditarik masuk ke dalam lembaga yang akan dibentuk sebagai 
implementasi Perpres.Bagi Presiden Jokowi, Perpres ReformaAgraria adalah 
investasi dalam merebut kembali kekuasaan melalui Pemilu mendatang. Tentu saja 
Presiden Jokowi berharap Perpres tersebut akan mendapat simpati dari kalangan 
aktivis dan rakyat, termasuk rencana penerbitan Inpres percepatan penyelesaian 
konflik dan Inpres No.8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan 
Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produkstivitas Perkebunan Kelapa 
Sawit..###Ketua Umum : RAHMAT    Sekjend    : MOHAMAD ALI  

Kirim email ke