Kalau Maruf Amin menyarankan kepada umat untuk tidak mengucapkan Selamat
Hari Natal dan Tahun kepada umat yang merayakan kedua hari tsb, apakah
sikap Maruf Amin memupuk toleransi? Sama halnya kalau Jokowi tidak
mengucapkan ucapan tsb kepada sebahagian rakyat NKRI yang merayakan hari
tsb?

Sebagai tambahan barangkali perlu dicatat selama Yasir Arafat menghadiri
misa perayaan Natal di gereja Bethlehem  sama hal dengan presiden Mahmud
Abbas juga menghadiri upara tsb dan bukan hanya menghadiri, tetapi juga
mengucapkan selamat Hari Natal kepadaumat kristiani.

Kirim email ke