*Pejabat Tiongkok Tanggapi Friksi Perdagangan Tiongkok-AS*
2018-09-25 16:29:12
http://indonesian.cri.cn/20180925/ead03ded-c14f-4392-2d12-2c3531cefc47.html
Pada 25 September 2018, para penanggung jawab dari Kementerian
Perdagangan Tiongkok, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional,
Kementerian Industri dan Informatika, Kementerian Keuangan serta Biro
HaKI Nasional secara kolektif menghadiri jumpa pers yang digelar Kantor
Penerangan Dewan Negara dan telah menjawab pertanyaan mengenai sejumlah
masalah titik panas, termasuk friksi perdagangan Tiongkok-AS.
Pejabat-pejabat tersebut menyatakan, bentrokan perdagangan yang
ditimbulkan secara sepihak oleh AS kemungkinan akan mengakibatkan
terpaan serius dan dampak negatif terhadap rantai industri global, namun
ekonomi Tiongkok sama sekali mampu meredam pengaruh buruk melalui
perkembangan yang bermutu tinggi dalam proses perluasan permintaan
domestik. Adapun jadwal pemulihan negosiasi perdagangan senior antara
Tiongkok dan AS, hal itu akan sama sekali tergantung pada niat AS.
Sejak memasuki tahun ini, AS secara sepihak memicu friksi perdagangan
dengan Tiongkok. Pemerintah Tiongkok memublikasikan buku putih mengenai
fakta friksi perdagangan Tiongkok-AS serta pendirian Tiongkok pada hari
Senin kemarin (24/9). Buku putih tersebut dimaksudkan untuk
mengklarifikasi fakta dalam hubungan ekonomi dan perdagangan
Tiongkok-AS, membeberkan kebijakan dan pendirian pemerintah Tiongkok
mengenai friksi perdagangan Tiongkok-AS dan mendorong penyelesaian
masalah secara rasional. Dalam jumpa pers Kantor Penerangan Dewan Negara
Tiongkok pada 25 September, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang
Shouwen sekali lagi menekankan bahwa pintu negosiasi untuk menyelesaikan
perselisihan perdagangan selalu terbuka, tapi kapan dipulihkannya
negosiasi tingkat tinggi antara kedua negara, hal ini sama sekali
tergantung pada keinginan AS.
Belum lama yang lalu, AS bertindak ekstrem lagi, mengenakan bea masuk
tambahan terhadap produk senilai US$ 200 miliar yang diimpor dari
Tiongkok. Wakil Menteri Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional
Tiongkok, Lian Weilian menyatakan, keputusan AS tersebut akan
mendatangkan dampak yang langsung atau tidak langsung terhadap ekonomi
Tiongkok. Akan tetapi, jika dilihat secara keseluruhan, maka risikonya
masih dalam kondisi terkontrol walaupun pengaruhnya tak terhindar. Ia
menyatakan, ekonomi Tiongkok sama sekali berkemampuan menetralisir
dampak buruknya melalui perkembangan bermutu tinggi dalam proses
perluasan permintaan domestik.
Lian Weiliang mengatakan, agregat ekonomi Tiongkok sepanjang 2017 adalah
US$ 12,7 triliun, di antaranya volume ekspor adalah US$ 2,26 triliun.
Produk senilai US$ 200 miliar yang dikenakan tarif tambahan AS hanya
mengambil proporsi sebesar 8,8 persen dalam volume total ekspor
Tiongkok. Apabila unsur industri pengolahan yang diperhitungkan, maka
pengaruhnya terhadap Tiongkok akan semakin menurun. Salah satu ciri khas
ekonomi Tiongkok ialah sektor industrinya lengkap dan strukturnya
plural, yang berarti berbagai sektor bisa saling mengganti atau
melengkapi, sehingga akan menunjukkan karakteristik kelenturan yang kuat
ketika menghadapi terpaan eksternal.
Wakil Menteri Industri dan Informatika Tiongkok, Luo Wen menyatakan,
akibat unilateralisme dan proteksionisme perdagangan yang diterapkan
oleh AS dewasa ini, berbagai negara di dunia telah mengambil tindakan
balasan. Sementara itu, penambahan bea masuk ekstra oleh AS telah
mengacaukan perdagangan barang dan alokasi sumber daya di seluruh jagad,
dan telah menurunkan efisiensi operasional ekonomi internasional.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com