*Wang Yi Temui Penanggung-jawab Komisi Nasional Hubungan AS-Tiongkok
 dan Komisi Nasional Perdagangan AS-Tiongkok*

2018-09-26 12:59:31
http://indonesian.cri.cn/20180926/92b51bcb-f1b1-3ec0-f85f-8cb0c90e872d.html

Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari Senin (24/9) di New York menemui penanggung-jawab Komisi Nasional Hubungan AS-Tiongkok dan Komisi Nasional Perdagangan AS-Tiongkok, dan telah secara mendalam bertukar pendapat mengenai hubungan Tiongkok-AS dan kerja sama ekonomi dan dagang Tiongkok-AS.

Wang Yi menyatakan, Tiongkok dan AS adalah negara berkembang dan negara maju yang terbesar. Sebagai dua ekonomi dua dunia dan anggota tetap PBB, apakah hubungan kedua negara dapat berkembang secara sehat dan stabil tak saja adalah sangat penting bagi kedua negara dan kedua rakyat, juga tak terkurang bagi pemeliharaan perdamaian, kestabilan dan perkembangan dunia.

 Wang Yi menunjukkan, Tiongkok tidak berniat mengupayakan surplus perdagangan dan bersedia menyelesaikan masalah ketidak-seimbangan perdagangan melalui konsultasi, tapi dialog hendaknya didirikan di atas dasar persamaan derajat dan kredibilitas, dan tak mungkin diadakan di bawah ancaman dan tekanan. Perbuatan pihak AS yang mencangkan pengenaan tarif ekstra yang lebih besar skalanya menjelang dialog putaran baru hanya dapat menunjukkan bahwa AS kekurangan kejujuran dalam menyelesaikan masalah.

 Penanggung-jawab Komisi Nasional Hubungan AS-Tiongkok dan Komisi Nasional Perdagangan AS-Tiongkok menyatakan, hubungan AS-Tiongkok yang baik sesuai dengan kepentingan fundamental kedua pihak. Dalam 40 tahun yang lalu, kedua pihak AS dan Tiongkok telah memperoleh banyak manfaat dari hubungan kedua negara dan kerja sama. Mayoritas mutlak tokoh kalangan industri dan perdagangan AS tidak menyetujui penyelesaian masalah yang dihadapi sekarang melalui pengenaan tarif tambahan dan perkataan dan perbuatan yang mencoba mendefinisi pihak lawan sebagai kekuatan musuh lebih salah lagi. Kedua pihak AS dan Tiongkok kini perlu meningkatkan dialog, menambah saling memahami dan melalui konsultasi menyelesaikan masalah-masalah dalam perkembangan hubungan bilateral. Dilihat dari jangka panjang, kedua pihak lebih perlu melampaui masalah-masalah kongkret seperti perdagangan dan mengadakan komunikasi strategis mengenai perkembangan hubungan kedua negara dalam jangka panjang.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke