GRM IMF WB Bakal Gelar Konferensi Global Tolak Annual Meeting IMF World Bank di Bali Penulis Redaktur - Sabtu, 29 September 2018
Nemukabar.id – Rencananya pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah event annual meeting International Monetary Fund and World Bank (IMF WB) di Bali mulai tanggal pada tanggal 8-14 Oktober 2018. Pro dan kontra pun masih mewarnai agenda pertemuan sektor keuangan di lintas negara.Salah satu pihak yang kontra adalah Gerakan Rakyat Menolak IMF World Bank (GRM IMF WB) yang dikomandoi oleh Muhammad Ali dari Sekretaris Jenderal Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Ia mengatakan bahwa pihaknya menolak keras digelarnya IMF di Bali dengan berbagai sudut pandang yang dianggapnya sama sekali tidak memiliki nilai manfaat bagi Indonesia secara menyeluruh.“Kami ini adalah organisasi massa dari berbagai elemen dan beberapa teman NGO yang seluruhnya ada 30 organisasi. GRM membuat keputusan akan respon terhadap annual meeting IMF dan WB Oktober mendatang,” kata Ali ketika menggelar konferensi pers di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2018). Ia menegaskan bahwa IMF dan World Bank sama sekali tidak memberikan nilai manfaat apapun bagi peradaban ekonomi di dunia saat ini. Bahkan manuver mereka sangat jauh dari apa yang menjadi tujuan utama didirikannya lembaga tersebut kala itu usai perang dunia II yakni menjaga stabilitas makroekonomi, pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Faktanya, sejauh ini berbagai persoalan ekonomi pun masih saja terjadi di dunia, bahkan berbagai negara di belahan dunia yang pernah dijejaki IMF dan World Bank, pun pasti mengalami persoalan yang cukup krusial.Maka dari itu, Ali yang menjadi koordinator GMR IMF WB menyatakan bahwa IMF dan World Bank sudah tidak ada manfaatnya dan tidak dibutuhkan oleh negara di seluruh dunia. Bahkan pihaknya akan menggelar konferensi global bersama dengan berbagai delegasi negara-negara sahabat untuk melakukan penolakan keras terhadap IMF dan World Bank tersebut di Bali.“Berbagai rencana sudah dilakukan untuk lakukan konferensi global oleh GRM, karena bagi kami IMF WB sudah final tidak dibutuhkan dunia,” tegasnya.Dalam kesempatan yang sama, juru bicara GRM IMF WB, Rudi HB Daman menyampaikan bahwa agenda konferensi global yang akan digelarnya pun memang sudah diagendakan jauh-jauh hari. Berbagai upaya penggelangan dukungan dengan berbagai organisasi sosial dan ketenagakerjaan hingga NGO di berbagai belahan dunia pun sudah dilakukan dan tersepakati akan menggelar pertemuan bersama dan pernyataan sikap.“Kita dari berbagai organisasi yang dimotorioleh berbagai organ nasional maupun internasional, sejak Juli lalu menyikapi per tanggal 8 oktober aksi demonstrasi tanggal 12 oktober ada konferensi global atau konferensi dunia untuk menyikapi IMF WB. Di nasional ada di 18 provinsi. Tanggal 12-13 itu mulai meeting IMF WB. Tanggal 14 oktober kami lakukan aksi serentak,” terang Rudi.Bagi Rudi yang merupakan Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) tersebut menegaskan bahwa IMF dan World Bank adalah lembaga yang menjadi rentenir dunia dan membuat negara yang dipijakinya menjadi negara jajahan baru. Bahkan diterangkannya, Indonesia pernah mengalami hal serupa dan konkret yakni peristiwa krisis moneter tahun 1997-1998.“Bank dunia saya katakan rentenir internasional. Indonesia punya pengalaman buruk tahun1997-1998. Ekonomi kita hancur dan kerusuhan ada di mana-mana,” tegasnya.Perlawanan dari PemerintahSayangnya, berbagai persiapan agenda Konferensi global yang bakal digelar oleh GRM IMF WB pun mendapatkan perlawanan dari pemerintah pusat melalui tangan Polda Bali. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Ali yang didapuk menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa sangat kecewa ketika mendapati peringatan dari Polda Bali bahwa kegiatan mereka dilarang digelar karena berpotensi mengganggu kegiatan annual meeting IMF World Bank.“Kami sampaikan kekecewaan terhadap Polda Bali yang melarang aktivitas apapun mulai tanggal 1-15 oktober mengenai aktivitas annual meeting.. Padahal IMF sendiri memberikan ruang bagi siapapun yang akan melakukan aktivitas demonstrasi, tapi kenapa pemerintah kita kok membatas-batasi,” tutur Ali.Baginya, kegiatan apapun termasuk aksi unjuk rasa dan konferensi global yang bakal digelar GRM IMF WB akan tetap dilakukan apapun yang terjadi. Bahkan ia menegaskan sudah meminta bantuan dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon untuk memastikan acara mereka tetap berlangsung karena merupakan hak konstitusi sebagai warga negara dan warga dunia.“Dan kami akan tetap melakukan aktivitas itu karena ini hak konstitusi. Bahkan kami sudah sampaikan kepada Bapak Fadli Zon, beliau akan komit berupaya menjamin aktivitas itu,” ujarnya.
