https://dunia.tempo.co/read/1131802/korea-selatan-korea-utara-mulai-bersihkan-ranjau-di-perbatasan
Korea Selatan - Korea Utara Mulai Bersihkan
Ranjau di Perbatasan
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Eka Yudha Saputra
Senin, 1 Oktober 2018 14:35 WIB
Meski dalam cuaca yang sangat dingin, dua orang serdadu penjaga
perbatasan Korea Selatan tetap bersiaga mengawasi wilayah yang
memisahkan negara tersebut dengan seterunya, Korea Utara, di Yoncheon,
Korea Selatan. Para serdadu ini telah diperintahkan untuk sigap
menyerang balik, jika ada satu tindakan kecil dari pihak Korea Utara di
wilayah tersebut. REUTERS/Kim Hong-Ji
<https://statik.tempo.co/data/2013/02/08/id_166277/166277_620.jpg>
Meski dalam cuaca yang sangat dingin, dua orang serdadu penjaga
perbatasan Korea Selatan tetap bersiaga mengawasi wilayah yang
memisahkan negara tersebut dengan seterunya, Korea Utara, di Yoncheon,
Korea Selatan. Para serdadu ini telah diperintahkan untuk sigap
menyerang balik, jika ada satu tindakan kecil dari pihak Korea Utara di
wilayah tersebut. REUTERS/Kim Hong-Ji
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Militer Korea Selatan
<https://www.tempo.co/tag/korea-selatan> dan Korea Utara mulai
membersihkan ranjau darat di sepanjang perbatasan mereka.
Ini adalah rencana yang disepakati dalam pertemuan puncak antara Kim
Jong Un dan Moon Jae-in di Pyongyang, Korea Utara, bulan lalu.
Baca: Korea Selatan Siapkan Proyek Kereta ke Korea Utara
<https://dunia.tempo.co/read/1131291/korea-selatan-siapkan-proyek-kereta-ke-korea-utara>
Dilaporkan dari Reuters, 1 Oktober 2018, Kementerian Pertahanan
mengatakan kedua pihak sepakat untuk membersihkan semua ranjau darat di
Daerah Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom dalam 20 hari ke depan dan
para insinyur militer melakukan tugasnya di sisi Korea Selatan.
Belum diketahui apakah pihak Korea Utara juga sudah mulai proses
pembersihan ranjau darat di sisi perbatasannya.
Sejumlah pengunjung memadati replika Zona Demiliterisasi di perbatasan
Korea Utara dan Korea Selatan, desa Panmunjom di studio film, Namyangju,
Korea Selatan, 8 Mei 2018. REUTERS
Selain membersihkan ranjau darat, kesepakatan itu juga memindahkan pos
keamanan dan senjata penjaga dari JSA untuk dan pasukan yang tersisa di
sana tetap tinggal tanpa senjata berat.
JSA adalah satu-satunya tempat "zona demiliterisasi (DMZ)" sepanjang 250
kilometer di mana pasukan dari kedua Korea berhadap-hadapan, dan di sini
juga menetap pasukan PBB.
Baca: Kim Jong Un Hadiahkan Sepasang Anjing Khas Korut ke Moon Jae-in
<https://dunia.tempo.co/read/1131581/kim-jong-un-hadiahkan-sepasang-anjing-khas-korut-ke-moon-jae-in>
DMZ adalah perbatasan de facto yang membagi Semenanjung Korea, dibangun
berdasarkan kesepakatan antara Korea Utara, Cina dan PBB pada 1953
dengan panjang 257 kilometer dan lebar 4 kilometer, seperti dilansir
dari The Sun.
Di bawah gencatan senjata Korea, kedua belah pihak dilarang melakukan
tindakan permusuhan apapun di dalam atau di seberang DMZ.
Namun, kedua belah pihak saling menuduh satu sama lain menyebarkan
senapan mesin dan senjata berat lainnya serta pasukan tempur di dalam
zona itu. Dilaporkan lebih dari 1.000.000 ranjau tersebar di seluruh
area DMZ.
Serdadu penjaga perbatasan Korea Selatan mengawasi wilayah perbatasan
dari menara pengawas di sebelah selatan wilayah netral yang memisahkan
wilayah Korea Selatan dengan Korea Utara, di Yeoncheon, 65 Km sebelah
utara Seoul. Korea Selatan merupakan negara yang memilik pertahanan
perbatasan paling lengkap dan terbilang kuat di Dunia. REUTERS/Kim Hong-Ji
Pada November 2017, pasukan Korea Utara di JSA menembak salah satu
tentara mereka yang membelot ke Selatan sebanyak lima kali.
Bagaimanapun, JSA menjadi pertemuan puncak pertama pada April tahun ini
antara Kim Jong Un dan Moon Jae-in, disusul pertemuan kedua mereka pada Mei.
Baik Korea Selatan dan Korea Utara juga telah membongkar pengeras suara
propaganda dan beberapa pos penjaga di sepanjang perbatasan.
Baca: Pertama Kali ke Pyongyang, Moon Jae-in Dipeluk Kim Jong Un
<https://dunia.tempo.co/read/1127511/pertama-kali-ke-pyongyang-moon-jae-in-dipeluk-kim-jong-un>
Proyek-proyek pembersihan ranjau darat juga dimulai pada Senin 1
Oktober, di provinsi Gangwon di Korea Selatan bagian timur, untuk
memungkinkan tim-tim mencari sisa-sisa tentara yang tewas dalam Perang
Korea 1950-1953.
"Mengenai pekerjaan pembersihan ranjau darat sebagai titik awal,
otoritas militer kedua Korea akan melakukan upaya bersama untuk
memastikan bahwa perjanjian militer mereka akan dilakukan secara
sistematis dan normal," kata Kementerian Pertahanan dalam konferensi
pers, seperti dikutip dari Yonhap.
Tentara Korea Selatan berjaga-jaga di perbatasan Korea Selatan dan Korea
Utara di Paju (1/6). Korea Utara akan melakukan ujicoba rudal jarak
jauhnya dalam bulan ini. Foto: REUTERS/Jo Yong-Hak
Di tengah pekerjaan pembersihan ranjau darat di JSA yang akan
berlangsung selama 20 hari, kedua Korea dan Komando Pengawas PBB (UNC),
yang mengawasi kegiatan di DMZ, diharapkan untuk memulai konsultasi
trilateral atas berbagai masalah, seperti bagaimana pasukan mereka akan
beroperasi mengikuti perlucutan senjata mereka.
Agenda tersebut juga mencakup rencana penempatan 35 tentara
masing-masing dari dua Korea di JSA untuk operasi keamanan bersama.
Baca: Kim Jong Un Hadiahkan Jamur Seharga Rp 19,2 M ke Korea Selatan
<https://dunia.tempo.co/read/1128968/kim-jong-un-hadiahkan-jamur-seharga-rp-192-m-ke-korea-selatan>
Operasi pembersihan ranjau darat di Arrowhead Ridge di Cheorwon, tempat
pertempuran sengit selama konflik Perang Korea, akan berlanjut hingga 30
November. Jasad sekitar 500 pasukan korban Perang Korea, termasuk
sekitar 300 pasukan UNC, diyakini masih terkubur di punggung bukit.
Pembersihan ranjau darat bersamaan dengan penggalian jasad korban Perang
Korea, di mana Korea Selatan <https://www.tempo.co/tag/korea-selatan>
dan Korea Utara telah melakukan proyek penggalian bersama jasad korban
perang di daerah Cheorwon dari 1 April hingga 31 Oktober 2019.