http://mediaindonesia.com/read/detail/187817-kartu-sakti-penopang-daya-beli
/*Kartu Sakti Penopang Daya Beli*/
Penulis: *(E-2)* Pada: Senin, 01 Okt 2018, 22:10 WIB Ekonomi
<http://mediaindonesia.com/ekonomi>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/187817-kartu-sakti-penopang-daya-beli>
<http://twitter.com/home/?status=Kartu%20Sakti%20Penopang%20Daya%20Beli%20http://mediaindonesia.com/read/detail/187817-kartu-sakti-penopang-daya-beli%20via%20@mediaindonesia>
Kartu Sakti Penopang Daya Beli
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/10/0c54017320029b22e187fd71ceef3da2.jpg>
/DoK MI/
PENGAMAT ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan langkah pemerintah yang
mengeluarkan berbagai kebijakan kese-jahteraan masyarakat, seperti kartu
Indonesia pintar (KIP), kartu Indonesia sehat (KIS), kartu keluarga
sejahtera (KKS), dan program beras sejahtera dapat menjaga kestabilan
daya beli masyarakat di tengah hantaman kurs dolar Amerika Serikat yang
terus menguat terhadap rupiah.
Menurutnya, meski sumber dana yang digunakan berasal dari Bank Dunia
(World Bank), pada hakikatnya kebijakan pemerintahan Jokowi di bidang
kesejahteraan rakyat tersebut sesungguhnya bisa membuat inflasi
terkendali, yakni berada pada kisaran 3,2%.
Ichsan menambahkan inflasi semakin lebih terkendali terutama dengan
adanya transfer daerah dan dana yang disalurkan kepada masyarakat untuk
menjaga kesejahteraan kehidupan masyarakat saat ini.
"Kartu-kartu itulah (KJP, KIP,KIS) yang sesungguhnya membuat inflasi
jadi terkendali, apalagi dengan adanya transfer daerah semakin membuat
daya beli masyarakat tetap terjaga, padahal situasi sebenarnya tidak
seperti itu," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pada akhir pekan kemarin rupiah ditutup melemah
meski BI menaikkan suku bunga. BI dan pemerintah tetap berkomitmen untuk
menjaga stabilitas nilai tukar.Sekaligus dimaksudkan sebagai acuan untuk
trading jangka menengah dan panjang.
Kebijakan pemerintah menaikkan suku bunga acuan, kata Ichsanuddin,
memang berpotensi menghambat pertumbuhan, tetapi untuk sementara
diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar dan agar rupiah tidak
melemah terlalu dalam. Minggu lalu, BI kembali menaikkan suku bunga
acuan sebesar 0.25% ke level 5.75%.
Dalam Rapat Dewan Gubenur (RDG) BI yang diselenggarakan kemarin,
pemerintah juga memperkenalkan sebuah instrumen baru yang dinamakan
domestic non-deliverable forwards (DNDF) yang diharapkan bisa menjaga
stabilitas nilai tukar rupiah. DNDF ialah transaksi forward yang
penyelesaiannya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah di pasar
valuta asing domestik.
Ichsan juga mengusulkan agar Indonesia tetap berada pada program IMF
atau Wold Bank agar dapat mengetahui strategi yang mereka jalani.
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/187817-kartu-sakti-penopang-daya-beli>
<http://twitter.com/home/?status=Kartu%20Sakti%20Penopang%20Daya%20Beli%20http://mediaindonesia.com/read/detail/187817-kartu-sakti-penopang-daya-beli%20via%20@mediaindonesia>