Apakah Presiden Jokowi menyebarkan hoax?
---In [email protected], <ranau12@...> wrote :
Dalam menanggapi pidato Jokowi pada ulang tahun ke 73 Tentara Nasional
Indonesia (TNI), Kontras berpendapat bahwa: "Ada sesat pikir dalam memandang
isu Komunisme dan PKI".
Jika dilihat dari situasi sekarang ini baik di dalam maupun di luar
negeri, maka mengangkat-angkat kembali isu Kumunisme dan kebangkitan PKI sudah
tidak pada tempatnya lagi. Karena isu tersebut sudah terlalu usang, terlalu
ketinggalan jaman. Coba kita pertanyakan: Apa masih ada orang yang mau
membangkitkan atau membangun PKI kembali? Jawabannya sudah jelas bahwa tidak
mungkin ada orang yang mau berbuat dengan cuma-cuma seperti menegakkan benang
basah.
Selama 32 tahun dibawah kekuasaan Soeharto dengan segala kebohongan dan
fitnahnya yang bertubi-tubi terhadap orang-orang yang dituduhnya PKI, apalagi
dengan trauma akibat pembunuhan masaal yang mendatangkan korban ratusan ribu
manusia, serta hancur leburnya PKI serta ormas-ormas pendukungnya, maka tidak
mungkinlah PKI bisa bangkit kembali seperti yang di koar-koarkan oleh penerus
Orba.
Akan tetapi, Jokowi sebagai Presiden dan sebagai Panglima tertinggi TNI
dan juga sebagai calon Presiden yang akan datang perlu bersuara pada saat-saat
yang penting seperti sekarang ini, untuk menunjukkan bahwa dia bukan PKI dan
bahkan dia menentang PKI serta ajaran-ajarannya. Kita bisa memahami bahwa hal
ini diperlukan untuk mencegah berbagai usaha pihak lawan yang menjadikan isu
PKI untuk menjatuhkannya. Siapapun tau bahwa isu kebangkitan PKI dan menuduh
Jokowi sebagai PKI, merupakan cara yang sudah biasa dan akan terus muncul
untuk bisa menjatuhkan atau mencegah Jokowi terpilih kembali dalam pemilihan
Presiden yang akan datang.
Apakah dengan menuduh Jokowi sebagai Komunis, maka mereka akan berhasil
mencegah kemenangan Jokowi dalam pemilihan Presiden yang akan datang, ya tunggu
dulu, wallahuallam bissawab !!!....
S.Manap.
Den lördag 6 oktober 2018 13:05:52 CEST, Sunny ambon ilmesengero@...
[GELORA45] <[email protected]> skrev:
Isu PKI perlu dihidupkan oleh rezim neo-Mojopahitn untuk rakyat yang mau
dibodohkan dapat dimanipulasi agar kekuasaan mereka, yaitu kaum elit
neo-Mojopahit bisa terus berkuasa melalui apa yang mereka namakan Pesta
Demokrasi.
https://nasional.tempo.co/read/1133425/kontras-ada-sesat-pikir-dalam-memandang-isu-komunisme-dan-pki/full&view=ok
https://nasional.tempo.co/read/1133425/kontras-ada-sesat-pikir-dalam-memandang-isu-komunisme-dan-pki/full&view=ok
Kontras: Ada Sesat Pikir dalam Memandang Isu Komunisme dan PKI
Editor:
Juli Hantoro
Sabtu, 6 Oktober 2018 05:30 WIB
https://statik.tempo.co/data/2018/10/05/id_738578/738578_720.jpg
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
saat mengikuti upacara peringatan HUT TNI ke-73 di Mabes TNI, Cilangkap,
Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. Perayaan HUT TNI ke-73 ini diperingati dengan
cukup berbeda tanpa menggelar aksi kendaraan alutsista milik tiga matra, yakni
Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat. TEMPO/Subekti
TEMPO.CO http://TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak
Tentara Nasional Indonesia atau TNI memberantas ideologi komunisme dan warisan
Partai Komunis Indonesia (PKI). Ajakan itu ia ucapkan dalam pidato pada HUT TNI
ke-73 di Markas Besar Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 5 Oktober 2018.
Baca juga: Kisah Jess Melvin Menelusuri Pembunuhan Massal Pasca G30S 1965
–– ADVERTISEMENT ––
Jokowi menjelaskan ideologi yang dianut oleh Indonesia hanyalah Pancasila.
Sebabnya ideologi di luar itu dilarang.
"Sebagai panglima tertinggi Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat
tugas saya adalah bersama saudara-saudara menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945,
dan Bhineka Tunggal Ika. Bersama-sama saudara-saudara melawan ideologi lain
selain Pancasila, memberantas komunisme dan warisan PKI (Partai Komunis
Indonesia) agar lenyap dari negeri Indonesia selamanya," katanya.
Pidato itu seakan ingin menepis isu yang beredar bahwa Jokowi adalah keturunan
PKI dan mewarisi paham komunisme. Padahal Jokowi sebelumnya juga kerap
menyuarakan bantahannya soal kabar tersebut.
Pesan Jokowi kepada TNI itu dianggap tak tepat lagi. Koordinator Komisi untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Feri Kusuma mengatakan
pernyataan Jokowi itu malah akan menimbulkan masalah.
Feri mengatakan tak ada alasan lagi Jokowi mengungkit isu PKI dan komunisme
saat ini. Menurut dia, sebagai partai PKI telah berakhir sejak puluhan tahun
lalu. Ia tak mungkin muncul lagi. "Kementerian Hukum dan HAM pasti tidak akan
mengizinkan pembentukan partai tersebut lantaran ideologi yang tidak sesuai
dengan ideologi Indonesia," kata dia di Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018.
Jika bicara ideologi, Feri mencatat tak ada bukti komunisme masih hidup. Dalam
TAP MPR dituliskan larangan terhadap ideologi marxisme, komunisme, dan
leninisme.
Baca juga: Komunisme dan PKI: Yang Telah Mati, yang Terus Dipolitisasi
Selain itu, Feri melihat ada sesat pikir dalam memandang PKI. Partai tersebut
masih dicap bersalah atas gerakan 30 September atau G30S 1965 sehingga mereka
ditumpas hingga ke akar-akarnya. Sementara sejumlah data justru menunjuk TNI
Angkatan Darat sebagai dalang dalam peristiwa tersebut.
Menurut Feri, Jokowi seharusnya meluruskan anggapan terkait PKI terlebih dulu
sebelum menyatakan ingin memberantas PKI dan komunisme
https://nasional.tempo.co/read/1133252/saat-jokowi-ajak-tni-berantas-komunisme-dan-warisan-pki.
Dia menyarankan pemerintah mengungkap kebenaran terkait kasus 1965-1966.
"Dalam hal apa PKI melakukan kejahatan, siapa korbannya," kata dia. Perdebatan
mengenai PKI bisa diselesaikan dengan pengungkapan kebenaran tersebut.