https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116
Sabtu 06 Oktober 2018, 23:19 WIB
Timses Jokowi: Kritik Ekonomi Prabowo
Pengalihan Isu Hoax Ratna
Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
0 Komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
Timses Jokowi: Kritik Ekonomi Prabowo Pengalihan Isu Hoax Ratna Sekjen
NasDem Johnny G Plate (Foto: Ari Saputra/detikcom).
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
<https://news.detik.com/berita/d-4245335/timses-jokowi-kritik-ekonomi-prabowo-pengalihan-isu-hoax-ratna?tag_from=wp_cb_detikPemilu_hl&_ga=2.182925478.1212130075.1538845116-1375119487.1538845116#>
*Jakarta* - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin
menanggapi konferensi pers kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
<https://www.detik.com/tag/prabowo_sandiaga?tag_from=prabowo-subianto>
semalam. Dalam konpers itu, kubu Prabowo mengkritik kondisi ekonomi di
bawah pemerintahan Jokowi, meskipun yang sedang ramai dibahas adalah
kasus penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.
"Hal-hal seperti itu adalah penggiringan opini dan menciptakan
pengalihan isu ke isu yang lain. Tentu masyarakat sangat cerdas untuk
melihat ini bukan koreksi sunstansif, tapi ini hanya sekadar bagian dari
ruang demokrasi dengan menyajikan satu isu ke isu yang lain," kata Wakil
Ketua TKN, Johnny G Plate, kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng,
Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).
*Baca juga: *Kumpulkan Tim Ekonomi, Prabowo: Situasi Saat Ini Sangat
Serius
<https://news.detik.com/read/2018/10/05/214800/4244649/10/kumpulkan-tim-ekonomi-prabowo-situasi-saat-ini-sangat-serius>
Sekjen Partai NasDem itu menyebut jika jumpa pers yang diadakan semalam
oleh kubu Prabowo didukung oleh data yang valid dan akurat maka itu
menjadi materi kritikan yang bagus. Namun, apabila isu yang diangkat
kubu Prabowo itu tidak berdasarkan data-data yang valid maka bisa
dikatakan itu sebagai pengalihan isu.
"Apabila isu yang diangkat tidak didukung dengan data-data yang konkret
dan valid bersifat umum dan analisa perorangan dan tidak ada hal yang
baru yang menggiring opini publik, maka itu kita anggap pengalihan isu
dari isu yang sedang hangat saat ini ke isu baru yaitu isu ekonomi. Ini
hal yang wajar saja dalam demokrasi," kata Johnny.
*Baca juga: *Gerindra Beberkan Data Saat Prabowo Subianto Bicara Ekonomi
<https://news.detik.com/read/2018/10/06/080138/4244863/10/gerindra-beberkan-data-saat-prabowo-subianto-bicara-ekonomi>
Meski begitu, Ia menyebut TKN Jokowi-Ma'ruf sama sekali tidak terpancing
dengan isu-isu yang dimainkan kubu Prabowo. Salah satunya isu hoax
penganiayaan Ratna Sarumpaet hingga isu ekonomi yang gencar dimainkan
kubu Prabowo akhir-akhir ini.
"Tidak terpengaruh dengan penggiringan isu-isu baru atau isu-isu lama
yang diperbaharui, direpetisi, yang pengulangan-pengulangan isu-isu lama
yang sangat menyita perhatian dan mengisi ruang publik hanya isu dan
tidak bermanfaat bagi demokrasi kita," ungkap Johnny.
*(dnu/dnu)*