https://tekno.tempo.co/read/1133405/rusia-dan-israel-adu-senjata-tempur-ini-teknologi-s-300-jet-f-35/full&view=ok
Rusia dan Israel Adu Senjata Tempur, Ini
Teknologi S-300 Jet F-35
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Amri Mahbub
Sabtu, 6 Oktober 2018 09:10 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan pada Selasa
lalu bahwa negara itu menyambut baik pengerahan sistem pertahanan udara
S-300 Rusia di Suriah. CCTV
<https://statik.tempo.co/data/2018/09/27/id_736606/736606_720.jpg>
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan pada Selasa
lalu bahwa negara itu menyambut baik pengerahan sistem pertahanan udara
S-300 Rusia di Suriah. CCTV
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Rusia dan Israel saling adu kekuatan dengan
mengklaim masing-masing senjata yang dimilikinya paling kuat, yakni
S-300 <https://www.tempo.co/tag/s-300> dan jet F-35. Rusia dikabarkan
mengirimkan senjata anti-serangan udara S-300 ke Suriah, sementara
Menteri Israel Tzachi Hanegbi mengatakan bahwa S-300 tidak mampu
mendeteksi pergerakan pesawat jet tempur F-3.
Kedua senjata tempur itu merupakan senjata yang berbeda, S-300 merupakan
senjata yang dugunakan untuk anti serangan udara. Sedangkan jet tempur
F-3 merupakan senjata udara. Tempo berusaha merangkum perbedaan dari
kedua senjata tersebut, berikut bedanya:
*Baca juga: **Rusia Kirim S-300 ke Suriah, Menteri Israel Jagokan Jet
F-35*
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi2sc6rnu_dAhUKq48KHSriDmgQqOcBMAJ6BAgGEAM&url=https%3A%2F%2Fdunia.tempo.co%2Fread%2F1133203%2Frusia-kirim-s-300-ke-suriah-menteri-israel-jagokan-jet-f-35&usg=AOvVaw0hgvBaYB4DwT0QKm82_1uj>
*1. Senjata anti-serangan udara S-300 Rusia*
Sistem Pertahanan Anti-udara Rusia S-300 [Donat Sorokin/TASS]
Rusia mengirim sistem anti-serangan udara S-300 pasca insiden yang
menewaskan 15 orang karena pemblokiran rudal dari militer Suriah. Mereka
berusaha menghalau serangan jet tempur F-16 Israel di Latakia pada bulan
lalu, seperti dilansir Haaretz dan Sputnik News pada Kamis, 4 Oktober 2018.
Keluarga sistem pertahanan S-300 dikembangkan sejak era Uni Soviet pada
1970-an. Tujuan utamanya adalah mempertahankan dan mengendalikan wilayah
udara terhadap pesawat pengebom yang datang, jet tempur, dan target
udara lainnya.
Mesin perang ini memiliki jarak tembak hingga 250 kilometer. Berdasarkan
kemampuan jarak, ini berarti bahwa varian Suriah akan mendapatkan
S-300VM yang lebih maju daripada S-300PMU2, yang Rusia rencanakan
sebelumnya untuk dikirim ke pasukan Suriah.
Dikombinasikan dengan kemampuan mematikan rudal, S-300 bisa menekan
superioritas udara Israel selama serangan terhadap target di Suriah.
Operasi S-300 sepenuhnya otomatis serta mampu melacak dan menghancurkan
beberapa target udara secara bersamaan. Juga dapat dengan mudah dan
cepat mengubah posisi tembak untuk menghindari sasaran dalam serangan
balasan musuh.
Agar tidak terlihat musuh, peluncur dan kendaraan tambahan S-300
menggunakan berbagai kamuflase, seperti jaring kamuflase serbaguna.
Peluncur juga biasanya ditempatkan di parit. Meskipun terlihat seperti
solusi berteknologi rendah, ia melindungi sistem dari proyektil dan
ledakan di dekatnya. Selain itu, baterai S-300 mungkin dilengkapi dengan
perangkat khusus, yang mendeteksi rudal anti-radar.
*Baca juga: **Jet termahal di dunia F-35 alami kecelakaan pertama dalam
sejarahnya*
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjh0rf6nu_dAhWMuo8KHSmtC30QqQIILigAMAI&url=https%3A%2F%2Fwww.tempo.co%2Fbbc%2F2563%2Fjet-termahal-di-dunia-f-35-alami-kecelakaan-pertama-dalam-sejarahnya&usg=AOvVaw3Fse2T22aF1IVU6DdM0Yhz>
*2. Jet F-35 Israel*
Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang
dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju
pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 2018. Inggris mendatangkan
jet F-35B seharga Rp 2,2 triliun. Sgt Nik Howe/MoD Handout via REUTERS
Israel mengklaim menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan
pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat dalam pertempuran.
Klaim itu disampaikan kepala angkatan udara Israel, Mayor Jenderal
Amikam Norkin. "Kami menerbangkan F-35 di Timur Tengah dan telah
menyerang dua kali pada dua front yang berbeda," kata Norkin, seperti
dilansir Reuters pada Mei 2018.
Salah satu kelebihan utama F-35 adalah kemampuan pengoperasian serangan
dari darat dan laut. F-35 dirancang untuk lepas landas dari jalan lompat
ski yang tingginya enam meter dan mampu mendarat vertikal.
Spesifikasi F-35 ini memiliki kecepatan 1,119 mph atau setara dengan
1,809 km/jam. Jet itu dapat membawa muatan setara dengan 6.803 kg dan
memiliki jangkauan penerbangan sejauh 900 mil atau setara dengan 1.448,4
km. F-35 memiliki kesamaan pengaturan suhu seperti pesawat luar angkasa
Teknologi yang dimilikinya pun sangat canggih. F-35 dilengkapi teknologi
elektronik militer terbaru termasuk radar peringatan dan arah penargetan
yang akurat, serta perlindungan diri untuk mendeteksi dan mengatasi
ancaman dari darat dan udara.
Selain itu, komputer di kokpit didukung 8,6 juta baris kode yang dapat
memberikan informasi kepada pilot dalam dua layar sentuh, dan
menggunakan pengenal suara juga. Bahkan, F-35 didukung oleh lebih banyak
baris kode daripada yang dibutuhkan untuk meluncurkan Space Shuttle.
Helm berteknologi tinggi yang dikenakan oleh pilot F-35 juga dilengkapi
dengan layar cekung yang menampilkan informasi penting seperti
ketinggian dan navigasi. Serta gambar dari enam kamera infra merah yang
tertanam di kulit pesawat sehingga memungkinkan pilot untuk melihat
melalui badan pesawat.
Saat ini ada lebih dari 200 jet yang sudah beroperasi dengan total jam
terbang sebanyak 110.000 jam. Angkatan Udara Amerika-lah yang memiliki
pesawat F-35 paling banyak dari semua negara yang terlibat dalam
pembuatannya.
Beberapa negara sudah membeli jet tempur F-35 di antaranya Australia
membeli 100 unit dengan total harga Rp 227 triliun. Israel pada tahun
2017 membeli 100 unit dan setahun kemudian membeli lagi F-35 sebanyak 15
unit. Turki memesan 116 unit F-35 dan baru disetujui pembeliannya
sebanyak 2 unit.
*Baca juga: **Rusia Pasok S-300 ke Suriah, Seberapa Canggih Rudal
S-300?*
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi-5ayVn-_dAhVMvI8KHVgRDw4QqQIIKygAMAE&url=https%3A%2F%2Fdunia.tempo.co%2Fread%2F1129940%2Frusia-pasok-s-300-ke-suriah-seberapa-canggih-rudal-s-300&usg=AOvVaw10siJfoS-ttWrmuAyZlOtl>
Simak artikel menarik lainnya seputar teknologi senjata S-300 Rusia dan
jet tempur F-35 <https://www.tempo.co/tag/f-35> hanya di kanal /Tekno
Tempo.co/.
==========
https://dunia.tempo.co/read/1133481/india-beli-rudal-s-400-canggih-rusia-amerika-beri-sanksi/full&view=ok
India Beli Rudal S-400 Canggih Rusia, Amerika
Beri Sanksi?
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Budi Riza
Sabtu, 6 Oktober 2018 09:01 WIB
Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat
mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang
berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal
48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40
km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS
<https://statik.tempo.co/data/2017/10/28/id_658290/658290_720.jpg>
Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat
mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang
berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal
48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40
km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS
*TEMPO.CO*, *New Delhi* – Pemerintah Amerika
<https://www.google.com/url?q=https://dunia.tempo.co/read/1132445/amerika-serikat-mau-serang-rusia-jika-kembangkan-rudal-jelajah&sa=U&ved=0ahUKEwj7ucWau_DdAhUHPo8KHXgaBpgQFggFMAA&client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&usg=AOvVaw2n9zoy6_Z_okbgibVHcADP>
Serikat mengatakan tujuan penerapan sanksi terhadap Rusia tidak
bermaksud untuk menimbulkan kerusakan kepada kemampuan militer negara
sekutu atau mitra.
*Baca:*
*Modi dan Putin Bertemu, Bahas Rudal S-400 Senilai Rp 76 Triliun*
<https://dunia.tempo.co/read/1133241/modi-dan-putin-bertemu-bahas-rudal-s-400-senilai-rp-76-triliun>
Media asal India seperti /NDTV/ dan /Times of India/ melansir pernyataan
dari Kedutaan Besar AS di Delhi ini keluar pasca penandatanganan
kesepakatan jual beli sistem rudal anti-serangan udara Rusia yaitu S-400
Triumf, yang dibeli India.
Kesepakatan jual beli ini terjadi pada pertemuan puncak Presiden Rusia,
Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di New Delhi
pada Jumat, 5 Oktober 2018.
*Baca:*
*Ancam India jika Beli Sistem Pertahanan S-400 Rusia, Ada Apa?*
<https://dunia.tempo.co/read/1093872/as-ancam-india-jika-beli-sistem-pertahanan-s-400-rusia-ada-apa>
*Cina Gelar Pertemuan Blok Pertahanan, Rusia, India dan Iran Hadir*
<https://dunia.tempo.co/read/1097176/cina-gelar-pertemuan-blok-pertahanan-rusia-india-dan-iran-hadir>
Juru bicara Kedubes AS di Delhi dilaporkan juga mengatakan,”Pengecualian
penerapan UU CAATSA dilakukan berdasarkan basis per transaksi. Kami
tidak bisa mendului membuat keputusan sanksi.”
UU CAATSA atau /Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act/
dibuat pada 2016 dan memberikan kewenangan kepada pemerintah AS dalam
mengenakan sanksi kepada negara-negara yang menjalin kerja sama
pertahanan dengan Rusia, Iran dan Korea Utara.
Pihak kedubes AS juga disebut mengatakan implementasi CAATSA ditujukan
untuk menimbulkan biaya kepada Rusia atas perilaku jahat termasuk
menghentikan aliran dana ke sektor pertahanannya.
*Baca:*
*Intelijen Ingatkan Air India Akan Dibajak Teroris*
<https://dunia.tempo.co/read/632826/intelijen-ingatkan-air-india-akan-dibajak-teroris>
“Otoritas pengecualian (dari pemberian sanksi) itu tidak bersifat
menyeluruh melainkan spesifik per transaksi. Ada kriteria yang ketat
untuk memberikan pengecualian,” kata juru bicara kedutaan AS.
Seperti diberitakan sebelumnya, PM India, Narendra Modi, dan Presiden
Rusia, Vladimir Putin, menandatangani kesepakatan jual beli sistem rudal
anti-serangan udara canggih S-400 Triumf.
Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri India,
Narendra Modi (kanan) saat keduanya bertemu di New Delhi pada Kamis
malam, 4 Oktober 2018 waktu setempat, untuk kerja sama 20 bidang. Indian
Express
India bakal mulai mendapatkan pengiriman lima skuadron S-400 Triumf per
Oktober 2020 dengan nilai transaksi disebut mencapai sekitar US$5.4
miliar atau sekitar Rp82 triliun.
*Baca:*
*Jarang Masuk Kantor, PNS India Mengaku Sibuk Jadi Jelmaan Dewa*
<https://dunia.tempo.co/read/1091697/jarang-masuk-kantor-pns-india-mengaku-sibuk-jadi-jelmaan-dewa>
Selain India, beberapa negara lain juga membeli sistem pertahanan rudal
anti-serangan udara S-400 seperti Cina dan Turki, yang merupakan anggota
NATO.
Baru-baru ini, militer Cina terkena sanksi finansial karena membeli
sejumlah senjata canggih dari Rusia. Turki mendapat peringatan serupa
seperti India namun tetap melanjutkan rencana pembeliannya. Negara lain
yang juga membeli S-400 Triumf selain India
<https://www.google.com/url?q=https://dunia.tempo.co/read/1102138/india-siap-menambang-bahan-baku-nuklir-di-bulan&sa=U&ved=0ahUKEwjio5D0uvDdAhUJo48KHb-DDac4ChAWCBEwBA&client=internal-uds-cse&cx=014552374694952769939:07jyys92vmu&usg=AOvVaw38DcoZB4tzFRMkcNXTbm7Z>
adalah Iran, yang kerap bersitegang dengan AS.
------------------------------------------------------------------------