https://www.antaranews.com/berita/758470/akademisi-indonesia-perlu-perkuat-politik-gagasan
Akademisi: Indonesia perlu
perkuat politik gagasan
Minggu, 14 Oktober 2018 23:26 WIB
ILUSTRASI (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia perlu memperkuat politik gagasan
berbasis big data memasuki tahun politik Pemilu Presiden 2019, kata
Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fathul Wahid PhD.
"Memasuki tahun politik Pilpres 2019 hanya menghadirkan dua kontestan
dinilai rawan dengan politik aliran atau identitas. Oleh karena itu,
kita memerlukan politik gagasan berbasis big data atau data raya,"
katanya, di Yogyakarta, Minggu.
Usai peluncuran Drone Emprit Academic (DEA), Fathul mengatakan saat ini
sudah terlihat adanya polarisasi yang semakin menguat, baik di kalangan
masyarakat maupun warganet di media sosial. Sayangnya, polarisasi itu
dibangun di atas semangat politik kelompok atau identitas, katanya lagi.
Menurut dia, politik yang digunakan untuk kepentingan kelompok atau
perjuangan identitas tidak akan menjanjikan perbaikan bagi masa depan
Indonesia.
"Kelompok yang menang pilpres akan terus dimusuhi oleh kelompok yang
kalah. Padahal, kemenangan pilpres seharusnya menjadi kemenangan bagi
Indonesia. Politik gagasan menjadi penting dikedepankan sejak dini,"
kata Fathul lagi.
Penggagas DEA Ismail Fahmi mengatakan, warganet masuk dalam perangkap
politik identitas karena tidak menggunakan data dengan baik dan
maksimal. Pada media sosial, setiap warganet dapat saja terkait dan
tersangkut oleh arus besar opini yang digulirkan.
"Opini tersebut sebenarnya belum tentu dimunculkan berdasarkan data.
Dalam konteks ini, penggunaan data untuk membangun gagasan politik yang
sehat menjadi jalan keluar," kata dosen Magister Teknik Informatika
Universitas Islam Indonesia (UII) itu pula.
Menurut dia, big data menjadi sumber rujukan, pembanding atau pedoman
bagi warganet untuk mengusung politik gagasan.
"Suatu gagasan itu harus berbasis data. Menggunakan data dalam beropini
atau beradu argumentasi akan mendorong muncul politik gagasan," katanya
lagi.
Ia mengatakan, DEA bekerja sama dengan UII akan menyediakan data yang
dibutuhkan oleh penggunanya untuk mengusung penguatan politik gagasan.
"DEA dan UII siap memberikan data yang dibutuhkan terutama oleh kalangan
akademisi, seperti dosen, peneliti, dan mahasiswa. Kami ingin insan
akademik turut mengambil peran dan berkontribusi dalam mengusung politik
gagasan," kata Ismail.
Pewarta: Bambang Sutopo Hadi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018