KPK menemukan celah untuk belok dari
kasus “Buku Merah Tito Karnavian”. Itulah pentingnya mengendapkan kasus. Bisa diangkat kapan saja bila bertemu kakap apalagi paus. Mending berburu teri, kayaknya. Sekali jaring dapat banyak. Kecil-kecil. --- Petinggi Lippo Ditangkap KPK, Ini FaktaSeputar Meikarta DANIPRABOWO, ROSIANA HARYANTI Kompas.com - 16/10/2018, 10:50 WIB JAKARTA, KOMPAS.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur OperasionalLippo Group Billy Sindoro, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Senin(15/10/2018). Billy disangka menyuap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dansejumlah kepala dinas Pemerintah Kabupaten Bekasi, terkait perizinan proyekkota baru Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. SelainBilly, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka pemberi suap.Mereka adalah Taryudi dan Fitra Djaja Purnama yang merupakan konsultan LippoGroup, serta satu tersangka pemberi suap lainnya adalah Henry Jasmen selakupegawai Lippo Group. Menurut KPK, Bupati Bekasi Neneg dan para kepala dinasdijanjikan uang Rp 13 miliar oleh Lippo Group. Hanya, belum seluruhnya uangtersebut diserahkan, baru senilai Rp 7 miliar. Berbicara tentang Meikarta,Kompas.com mengumpulkan sejumlah fakta terkait proyek jumbo ini. Berikutfaktanya: 1. Nilai proyek Meikarta Rp 278 triliun Proyek inidiperkenalkan kepada publik pada 4 Mei 2017. Menempati area seluas 500 hektar,melalui proses penguasaan lahan yang diklaim Lippo sudah dimulai sejak 1990-an. Chairman Lippo Group James Riady merencanakan pembangunan 100 gedung denganketinggian masing-masing 35 lantai. Ke-100 gedung itu terbagi dalam peruntukkanhunian 250.000 unit, perkantoran strata title, 10 hotel bintang lima, pusat belanjadan area komersial seluas 1,5 juta meter persegi. Fasilitasyang akan melengkapinya antara lain pusat kesehatan, pusat pendidikan denganpenyelenggara dalam dan luar negeri, tempat ibadah, dan lain-lain.. "Khususuntuk perumahannya, kami membidik segmen kelas menengah. Harga hunian yang kamipatok Rp 12,5 juta per meter persegi," tutur James. Jamesmenargetkan, pengembangan Meikarta tahap pertama selesai dalam waktu tigatahun. Dia optimistis target ini bakal tercapai mengingat sebagian atau 50gedung sudah terbangun dan akan mulai digunakan pada 2018. Gedung-gedungtersebut di antaranya merupakan apartemen servis, hotel, dan apartemen stratatitle yang dikerjasamakan secara patungan modal dengan perusahaan Jepang yakniMitsubishi, Toyota, dan Mitsui. Jikakeseluruhan proyek Meikarta ini rampung dalam kurun 20 tahun ke depan, Jamesmemperkirakan nilainya bakal mencapai Rp 278 triliun. "Untukinvestasi, dananya berasal dari kelompok usaha Lippo, pra-penjualan, dankemitraan investasi dengan investor global," kata James. 2. 'Meikarta' diambil dari nama ibu James Riady Megaproyekyang diprediksi menjadi pesaing Pantai Indah Kapuk (PIK) di utara Jakarta ini,rupanya memiliki filosofi tersendiri pada namanya. Chairman Lippo Group JamesRiady mengungkapkan, nama Meikarta terinspirasi dan dipersembahkan khususkepada sang mama dan Jakarta. "Meinama mama saya, karta diambil dari nama Jakarta. Jadi, ini merupakan kota baru,terobosan baru yang berbeda," ujar James saat jumpa pers di AryadutaHotel, Kamis (4/5/2017). James mengklaim, Meikarta merupakan inisiatif besar dalam membangun Jakartabaru dengan desain dan infrastruktur berkelas internasional. Karena itu,Meikarta dirancang oleh konsultan-konsultan arsitektur dan perencana asingdengan harapan dapat bersaing di kawasan regional Asia Tenggara. 3. Belanja iklan Rp 1,5 triliun Tak heran bila iklan Meikarta pada tahun lalu dinilai demikian masif. Mulaidari televisi, media cetak, media online, hingga radio mengampanyekan iklannya. Bahkan, beberapa lokasi strategis di jalanan tak luput dari lokasi pemasanganiklan below the line. Lembagariset pemasaran Nielsen mengungkap, sepanjang 2017 belanja iklan di Tanah Airterdongkrak. Salah satunya berkat kontribusi Meikarta yang mencapai lebih dariRp 1,5 triliun. "Untuksektor properti, belanja iklan dari Meikarta ini memang belum pernah kita lihatsebelumnya," terang Executive Director, Head of Media Business, NielsenIndonesia, Hellen Katherina, melalui keterangan resminya, Kamis (8/2/2018). Penulis : Dani Prabowo, Rosiana Haryanti Editor : Hilda B Alexander
