Hahaha, itu karena terpotong ngobrol dengan Kang Ihin 
penjual sate Padang asal Bogor yang baru balik memanen 
paceklik tapi masih sempat mampir bawakan oleh-oleh 
nanas madu hasil dari bibit yang kami tanam tahun lalu. 
Yang pasti, alinea pembuka itu untuk menggugah john26h@ 
yang tidak jelas lagi bicara ke siapa di postingnya, padahal 
ada sekian penanggap thread ini. Kesannya ya si john26h@ itu
seperti lagi ngigo, apalagi dia bilang "lubang2 korupsi sudah 
ditutup" dalam thread bertopik Meikarta. Walhasil omongan 
begitu cuma bikin dia seperti orang yang asyik ongkang-ongkang 
di dalam lobang sambil bilang semua lobang sudah ditutup... 

Ngawurnya blak-blakan. 

Okelah kita tutup lobang berisi john26h@, hahaa.. Bagaimanapun, 
blak-blakannya masih lebih berharga ketimbang yang beraninya 
cuma nyeletuk di balik punggung orang. Sekarang, ayo kita gali 
komentar Anda yang diawali dengan mengoreksi john26h@ soal 
lubang2 korupsi yang sudah ditutup. 

Pertama, belum bosan saya mengingatkan bahwa kerja presiden 
(siapa pun orangnya) harus berdasarkan aturan / undang-undang. 
Tentu termasuk kerja memberantas korupsi. Nah, tolong tunjukkan 
usaha keras apa yang sudah dikerjakan Presiden Jokowi dalam 
menutup lubang-lubang korupsi. Lupakan soal hasil. Tunjukkan saja 
dulu tanda-tanda usaha keras itu. 

Kedua, soal kapan proyek Meikarta dimulai dan bagaimana Lippo 
sampai berpikir seambisius itu, terus terang panjang ceritanya. 
Ringkasnya, proyek Meikarta dan megaproyek sejenis lainnya
seolah perwujudan bukti dari apa yang masyarakat dengar selama ini 
tentang rencana gotongroyong pembangunan kawasan utara Jawa 
yang diikrarkan Mochtar Riady dan sejumlah konglomerat. Bukan 
cuma Anda yang heran sampai mana kemampuan Lippo mengerjakan 
proyek sebesar Meikarta itu, yang secara logika ya pantas-pantasnya 
ditangani skala pemerintahan, bukan skala perusahaan. Lalu, dari 
mana pula kemampuan menggarap gigaproyek seluas area pantura. 
Ya nggak? 

Kalau Anda tanya di mana persekongkolan Lippo dengan Jokowi 
(presiden), terus terang saya tidak bisa jawab. Yang pasti, ketika 
masyarakat bertanya-tanya soal bisnis Meikarta yang sudah 
menjual produk padahal belum ada izin membangun, lha yang 
nongol kok menteri-menterinya Jokowi, bukan Bupati Bekasi atau 
Gubernur Jabar.
Tjahjo Kumolo, bertindak selaku mendagri dari unsur PDIP mengatakan 
izin Meikarta dihambat pemda. "Dihambat," katanya. Hm, pilihan 
katanya "ramah pengusaha" banget. Lalu, Luhut BP. Selaku menko 
kemaritiman dia bicara sebaliknya, "perizinan Meikarta sudah beres," 
gelegarnya. 

Haiyahh! Kendati 2 menteri itu bicara di depan wartawan, tapi 
kelihatannya mereka tidak sedang menjawab pertanyaan masyarakat. 
Mereka, seperti banyak kegaduhan lainnya, lebih terlihat sedang 
laporan kerja ke presiden. Apakah presiden menyimaknya lewat koran, 
tv atau radio? Entah. 

Ketiga, karena Anda membawa-bawa Ahok, maka terus terang (lagi) 
saya tidak tahu di mana posisi Ahok dalam megaproyek reklamasi Teluk 
Jakarta maupun percekcokannya dengan keluarga Riady. Yang pasti, 
kengototan Ahok soal reklamasi dan pendekatan ke warga Kepulauan 
Seribu berujung di sel Mako Brimob. Siapa sebenarnya yang 
berkepentingan tersingkirnya Ahok? Kenapa Jokowi harus memaksakan 
jalur hukum selagi - harusnya - bisa lebih bijak dengan mengarahkan 
ke islah (damai). Mana pembelaan partai ketika cagub mereka diseret 
ke pengadilan? 

Karena tidak bijak dan tidak ada pembelaan (sesalah apa pun), maka 
baik atau jelekkah sikap / cara berkuasa seperti itu?
Oya, soal korupsi pengadaan bus, kronologi Anda terbalik. Ahok mau 
bus bikinan Eropa sebagai akibat dari banyaknya bus bobrok bikinan Cina 
yang bisa terbakar sendiri di jalan. Jadi, harus diluruskan, korupsi itu (beli 
bus bobrok bikinan Cina) adalah penyebab Ahok minta impor yang bikinan 
Eropa.
   --- SADAR@... wrote:
Bung Ajeg, tenang, tenanglah dalam menanggapi pendapat orang, ... tak perlu 
naik pitam sampai-sampai nyusun kalimatpun belum jadi atau sulit dimaksud apa 
maksudnya! Hehehee, ... 
Kalau boleh saya coba menjelaskan pengertian bung John26 itu, atau lebih tepat 
dikatakan Jokowi BERUSAHA KERAS menutup lubang-lubang korupsi. Tentu usaha itu 
SULIT, SANGAT SULIT terlaksana karena memang negeri ini sudah dikuasai 
siluman-siluman sejak jaman ORBA! Bagaimana mungkin Jokowi yg segelintir itu 
menyelesaikan masalah korupsi dalam waktu hanya beberapa tahun! Apalagi usaha 
baik itu masih saja BANYAK PENENTANG nya, termasuk yg menamakan diri golongan 
KIRI, ... Nyatanya yang terjadi sekutu Jokowi, Ahok yg begitu keras melawan 
koruptor malah harus dijebloskan dalam penjara!
 
Saya atidak tahu kapan proyek Meikarta itu dimulai dan bagaimana pemikiran 
Lippo begitu berambisi memciptakan satu kota-satelit dipinggiran Jakarta! 
Membangun ratusan gedung, lengkap dengan 7 kompleks pertokoan, sekolah, RS dan 
pasar, ... sungguh luar biasa! Tidak tahu sampai dimana kemampuan Lippo 
mengerjakan proyek yg seharusnya justru ditangani pemerintah itu! Saya juga 
belum menangkap dimana persekongkolan Lippo dengan Jokowi, karena yg saya lihat 
penangkapan KPK atas penyuapan Lippo itu dan pembongkaran proyek Meikarta belum 
dapatkan ijin justrudimasa Jokowi berkuasa sekarang ini! Begitu juga saat Ahok 
melabrak proyek Lippo Sea-World di Ancol, lalu Lippo Mall Puri dll., itukan 
usaha keras menahan kesewenang-wenangan konglomerat yang biasa meraih 
keuntungan dibawah pemerintah bobrok! Berbuat tanpa ijin dan atau berusaha 
mendapatkan ijin dengan menyuap pejabat. Dan mereka terbentur oleh 
pejabat-pejabat baik macam Jokowi-Ahok ini!
 
Begitu juga masalah bus transJakarta itu, Ahok sudah menentukan beli bus yg 
aterbaik, eeih pelaksananya keluarkan budget sebegitu mahalnya dikasihnya bus 
butut dari Tiongkok! Saya lihat disini Ahok kecolongan bawahan yang nakal saja! 
Artinya bukan Ahok yang korupsi, ...
 
 Tentu, tidak bisa mengatakan Jokowi adalah seorang Presiden pilihan yang 
paling ideal dan tidak ada kekurangan/kesalahan yang ada! Hanya bisa dikatakan 
lebih baik ketimbang capres Prabowo saja! BELUM ada pilihan lain saja, .... dan 
belum ada jalan keluar yang lebih baik ketimbang berikan suara pada capres 
Jokowi agar TIDAK berikan kesempatan yang lebih jelek berkuasa! Itu saja, ...


ajeg 於 22/10/2018 23:09 寫道:
Entah Anda lagi bicara ke KPK atau siapa karena 
  cuma tidak ada siapa pun di posting ini selain Anda. 
  Tapi Anda betul, Jokowi memang salah. Sebab, dia 
  tidak tahu mengukur kemampuan dirinya untuk jadi 
  gubernur apalagi jadi presiden. Jadi walikota saja nggak 
  kelar. Anda juga salah karena lubang-lubang korupsi 
  masih menganga. Yang terbaru ya Meikarta ini. 
  
  Yang sudah ditutup barangkali maksudnya kasus korupsi 
  pengadaan 100 unit busway buatan Cina yang ternyata 
  banyak yang terbakar sendiri di jalan. Makanya sang wagub 
  ngomel-ngomel dan mau impor bus bikinan Eropa (Swedia?). 
  Terakhir, kenapa pecinta Jokowi selalu pengin Jokowi 
  dibenci? Apa salah Jokowi sampai pecintanya saja pengin 
  orang membenci Jokowi? 
  --- [email protected]:    Buat pembenci Jokowi, apapun yang dikerjakan Jokowi 
selalu salah. 
  Mungkin salah Jokowi jadi presiden, karena lubang2 korupsi sudah ditutup. 
  Anehnya masih ada saja rakyat yang idiot.

  

Kirim email ke