Prabowo memang kartu mati. Sandi cukup mempunyai nilai jual, tetapi yang 
terutama dilihat adalah calon presiden.---
Keunggulan Prabowo Tak Laku, Sebaiknya Sandi Terus Dipoles
Selasa, 16 Oktober 2018 – 20:28 WIB


jpnn.com, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto terkesan tidak 
terlalu bergairah melaksanakan kampanye demi mendongkrak suaranya di Pemilihan 
Presiden (Pilpres) 2019. Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) 
Andi Arief menyebut capres yang berpasangan dengan Sandiaga S Uno itu malas.

Menurut pemerhati politik yang juga Ketua Pusat Studi Literasi Media Afriadi 
Rosd, kampanye merupakan kegiatan yang bertujuan merebut simpati pemilih dengan 
cara menjual sisi keunggulan distingtif calon, rekam jejak dan program kerja. 
Namun, Afriadi menyebut hal itu tak terlihat pada Prabowo ataupun tim 
pemenangannya.

“Sepertinya Prabowo dan tim sedang berada pada titik kebingungan menemukan 
keunggulan distingtif Prabowo," ujar Afriadi kepada JPNN, Selasa (16/10).

Afriadi menambahkan, mestinya ketegasan Prabowo bisa jadi keunggulan 
distingtif. Bahkan, para pendukung Prabowo juga menyampaikan narasi tentang 
ketegasan mantan Danjen Kopassus itu.

Sayangnya, kata Afriadi, hal itu seperti tak sesuai harapan. Sebab, ketegasan 
Prabowo malah dianggap sebagai sikap pemarah.

“Alih-alih menuai simpati publik dan dianggap sebagai pemimpin tegas, Prabowo 
malah menuai banyak kecaman," ucapnya.

Karena itu Afriadi menilai Sandi lebih memungkinkan untuk ditawarkan ke publik 
ketimbang Prabowo. “Potensi efek elektoral dengan memunculkan Sandi lebih besar 
dibanding memunculkan Prabowo," kata Afriadi.(gir/jpnn)

Kirim email ke