Dahnil: Ketua KPK Agus Rahardjo Tak Bernyali
Rabu , 17 Oktober 2018 | 10:57
Dahnil: Ketua KPK Agus Rahardjo Tak Bernyali
Sumber Foto Dok/Ist
Danhil Anzar Simanjuntak
POPULER
KPK Tahan Bupati Bekasi Neneng
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/4197/hukumdanpolitik/read/4187/%22>Jejak
Sindoro Bersaudara di Balik Kasus Korupsi KPK
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/4197/hukumdanpolitik/read/4188/%22>Moeldoko:
Pemerintahan Jokowi Tak Ugal-ugalan
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/4197/hukumdanpolitik/read/4185/%22>Fahri
Hamzah Ditolak Masuk Kupang
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/4197/hukumdanpolitik/read/4183/%22>Bupati
Neneng Sempat Lolos Saat Hendak Dibekuk
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/4197/hukumdanpolitik/read/4179/%22>
Listen to this
JAKARTA - Kasus barang bukti "Buku Merah" terus berlanjut. Koordinator
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon
wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak
menuding Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo tak
bernyali. Salah satunya terkait dugaan penghilangan barang bukti 'buku
merah' dugaan korupsi impor daging.
Dahnil menyebut, kasus buku merah yang kini kembali mencuat itu harusnya
bisa diselidiki oleh KPK. Jangan sampai, kata dia, KPK ciut nyali hanya
karena sejumlah nama penguasa di negeri ini terseret dalam kasus buku
itu."KPK harusnya bisa investigasi itu. Harus lah segera kasus suap
daging ini diselesaikan. (Ketua KPK Agus Rahardjo) jangan ciut nyali,"
kata Dahnil melalui pesan singkat, Rabu (17/10/2018).
Ketua Pemuda PP Muhammadiyah itu mengatakan demikian karena menilai
selama ini KPK di bawah kepemimpinan Agus justru tak mampu mengusut
kasus-kasus besar yang menyeret sejumlah nama pejabat pemerintahan yang
berkuasa pada rezim saat ini."Saya selalu bilang, Ketua KPK sekarang ini
ciut nyali terkait dengan kasus-kasus aparatur lainnya," katanya seperti
dikutip/cnnindonesia.com/.
Namun, Dahnil tak merinci kasus apa saja yang dia sebut tak dituntaskan
KPK. Dahnil hanya mencontohkan kasus dugaan suap impor daging yang
disebut-sebut menyeret nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kasus tersebut merebak setelah adanya dugaan perobekan buku merah yang
berisi catatan suap impor daging ke sejumlah petinggi negeri.
Hal itu diungkap oleh jaringan media investigasi Indonesianleaks yang
mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran
dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara termasuk
Tito Karnavian.
Indonesialeaks sendiri didirikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI),
Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara dan Tempo Institute.
Anggota Indonesialeaks terdiri dari sejumlah LSM seperti ICW, LBH Pers,
Change.org dan Auriga, serta sejumlah jurnalis media nasional.
Sementara, KPK melalui Wakil Ketua Saut Situmorang menyatakan hati-hati
mengusut dugaan aliran uang pengusaha impor daging, Basuki Hariman,
kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Lembaga antirasuah itu mengaku
kerap menemukan dugaan aliran ke sejumlah nama dalam setiap menangani
kasus korupsi."Kalian kan tahu banyak sekali nama-nama selalu disebut,
nama-nama selalu ditulis. Oleh karena itu kehati-hatian KPK untuk
kemudian menindaklanjutinya," kata Saut Situmorang di Gedung KPK,
Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto menyatakan
tidak ada uang hasil kasus korupsi impor daging dari tersangka Basuki
Hariman yang mengalir ke Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Kapolri) Jenderal Tito Karnavian.
Menurut Arief, polisi sudah memeriksa dan menyelidiki seputar dugaan
aliran dana yang awalnya diungkap Indonesialeaks itu. Hasilnya, lanjut
dia, pihaknya tidak menemukan bukti seperti yang didugakan
tersebut."Tidak benar ada aliran dana ke Tito Karnavian," kata Arief
dalam keterangannya, Senin (15/10/2018).
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com