*Tidak mengherankan jika Bib adalah juru selamat bagi NKRI, sebab menurut
kepercayaan para pakar ilmu langitan, mereka katakan selama Bib disana, di
padang pasir dibawah pohon korma Bib telah bergumul dengan Penguasa atas
bumi dan langit dan mendapat restu atau lulus dengan sertifikat.*


*https://www.eramuslim.com/editorial/negeri-muslim-ini-harus-diselamatkan-turunlah-bib.htm#.W8eXQfZoR2F
<https://www.eramuslim.com/editorial/negeri-muslim-ini-harus-diselamatkan-turunlah-bib.htm#.W8eXQfZoR2F>*


*Pulanglah Bib, Selamatkan Negeri Ini!*

*Redaksi – Jumat, 10 Agustus 2018 04:15 WIB*

*Eramuslim.com – Pertarungan menjelang Pilpres 2019 semakin hari semakin
panas, dan sedihnya, memuakkan! Negeri yang dimerdekakan oleh pengorbanan
ratusan ribu hingga jutaan syuhada, para pejuang Muslim yang mati syahid
demi memerdekakan Indonesia, sekarang dipenuhi oleh hawa duit dan duit,
serta nafsu serakah akan perhitungan dunia semata. Iman dikalahkan oleh
“imin”. Akidah ditukar dengan “Berapakah”. Agama hanya sekadar jadi alat,
sekadar jadi “Tools”, untuk mencapai kekuasaan, bukan lagi ruh, bukan lagi
jiwa, bukan lagi landasan.*

*Tools. Cuma sekadar alat. Jika tujuan sudah tercapai, maka dengan mudahnya
bisa dibuang alat itu.Inilah fakta yang terjadi. Tentu saja, semuanya ini
akan dibantah oleh para politisi yang memang kesehariannya dipenuhi dengan
kata-kata tanpa makna dan berbohong. Kesehariannya dipenuhi dengan sifat
yang oleh orang Betawi disebut sebagai tindakan “Ngibulin”.*

*Pilpres 2019, jelas umat Islam menghadapi tantangan yang sangat-sangat
berat dalam menyelamatkan negeri Muslim ini dari nafsu neo-imperialisme dan
neo-kolonialisme asing yang ingin menguras semua kekayaan alam dan sumber
daya bumi serta manusia negeri tercinta ini. Indonesia masih bagaikan
perawan jelita yang membuat orang lain bernafsu untuk memiliki dan
menguasainya. Sayangnya, para pemimpin yang bisa dikatakan sebagai orangtua
dari perawan tersebut malah melelang sang gadis tersebut dan akan
menyerahkannya kepada orang asing yang berani membayar dengan penawaran
tertinggi. Inilah Das Sein, kenyataan, fakta, yang ada dan terjadi sekarang
ini. Tentu saja, ini pun akan ditolak mentah-mentah para politisi.*

*Indonesia sekarang darurat segalanya. Darurat segalanya. Indonesia saat
ini memerlukan seorang yang takut pada Allah Swt, yang amanah, bukan para
pengkhianat, bukan yang tega menjual akherat dengan dunia dengan murah,
bukan yang tega menjual anak gadis perawannya kepada orang-orang asing yang
berani membayar tinggi demi melampiaskan nafsunya.*

*Celakanya, orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin ternyata cuma
makelar dunia.*

*Indonesia memerlukan datangnya seorang pemimpin umat yang benar-benar
berani, yang benar-benar bernyali, bukan cuma berkoar-koar di atas mimbar,
atau di depan kamera You Tube, tapi berani di lapangan juang yang
sesungguhnya, di medan jihad yang sebenarnya, yang berani face to face
melawan kemaksiatan dan kemunkaran yang nyata.*

*Di negeri ini, sampai sekarang, baru satu orang pemimpin umat yang
memiliki segala kriteria itu, yaitu Ya Habibana Habib Rizieq Syihab, yang
sampai sekarang masih hijrah di Saudi. Lewat videonya, Cak Nur, dan juga
jutaan umat Muslim Indonesia baik terus terang, baik berteriak, maupun
tangis dan di dalam hati mengharapkan datangnya Habib Rizieq kembali ke
tanah air. Pulanglah Bib. Ini waktunya, ini momentum kita, untuk berjuang
bersama menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kezaliman orang-orang yang
jauh dari agama tauhid ini. Kami dan jutaan umat Islam Indonesia, dan
banyak orang yang diam-diam mendukungmu, walau dia bukan Muslim, akan
bahu-membahu disampingmu dalam berjuang. Datanglah Bib, Pulanglah…*

*Habib pasti tahu, dalam jihad fi sabillah, kita hanya akan memperoleh
kemenangan, tak ada kekalahan. Jihad fi sabilillah akan menghadiahi kita
dua kemenangan, jika syahid fi sabilillah, kita menang di akherat dan
bidadari akan menyambut kita semua di gerbang jannah, dan jika berhasil
menyelamatkan negeri ini maka Indonesia, insha Allah, akan menjadi negeri
laksana surga di dunia, yang penuh dengan keberkahan dari Allah swt dan
jauh dari kemaksiatan dan kemunkaran.*

*Pulanglah Bib, ajari kami semua menjadi seorang lelaki yang punya mental
singa. Ajari kami menjadi seorang lelaki yang bukan cuma berani
berkoar-koar ceramah di atas mimbar, tapi juga berani duduk di kursi
kekuasaan dan menolak segala tipu daya dunia di sekitarnya. Pulanglah Bib…
ajari kami menjadi seorang lelaki. []*




*Tidak mengherankan jika Bib adalah juru selamat bagi NKRI, sebab menurut
kepercayaan para pakar ilmu langitan, mereka katakan selama Bib disana, di
padang pasir dibawah pohon korma Bib telah bergumul dengan Penguasa atas
bumi dan langit dan mendapat restu atau lulus dengan sertifikat.*


*https://www.eramuslim.com/editorial/negeri-muslim-ini-harus-diselamatkan-turunlah-bib.htm#.W8eXQfZoR2F
<https://www.eramuslim.com/editorial/negeri-muslim-ini-harus-diselamatkan-turunlah-bib.htm#.W8eXQfZoR2F>*



*Pulanglah Bib, Selamatkan Negeri Ini!*



*Redaksi – Jumat, 10 Agustus 2018 04:15 WIB*


*Eramuslim.com – Pertarungan menjelang Pilpres 2019 semakin hari semakin
panas, dan sedihnya, memuakkan! Negeri yang dimerdekakan oleh pengorbanan
ratusan ribu hingga jutaan syuhada, para pejuang Muslim yang mati syahid
demi memerdekakan Indonesia, sekarang dipenuhi oleh hawa duit dan duit,
serta nafsu serakah akan perhitungan dunia semata. Iman dikalahkan oleh
“imin”. Akidah ditukar dengan “Berapakah”. Agama hanya sekadar jadi alat,
sekadar jadi “Tools”, untuk mencapai kekuasaan, bukan lagi ruh, bukan lagi
jiwa, bukan lagi landasan.*

*Tools. Cuma sekadar alat. Jika tujuan sudah tercapai, maka dengan mudahnya
bisa dibuang alat itu.Inilah fakta yang terjadi. Tentu saja, semuanya ini
akan dibantah oleh para politisi yang memang kesehariannya dipenuhi dengan
kata-kata tanpa makna dan berbohong. Kesehariannya dipenuhi dengan sifat
yang oleh orang Betawi disebut sebagai tindakan “Ngibulin”.*

*Pilpres 2019, jelas umat Islam menghadapi tantangan yang sangat-sangat
berat dalam menyelamatkan negeri Muslim ini dari nafsu neo-imperialisme dan
neo-kolonialisme asing yang ingin menguras semua kekayaan alam dan sumber
daya bumi serta manusia negeri tercinta ini. Indonesia masih bagaikan
perawan jelita yang membuat orang lain bernafsu untuk memiliki dan
menguasainya. Sayangnya, para pemimpin yang bisa dikatakan sebagai orangtua
dari perawan tersebut malah melelang sang gadis tersebut dan akan
menyerahkannya kepada orang asing yang berani membayar dengan penawaran
tertinggi. Inilah Das Sein, kenyataan, fakta, yang ada dan terjadi sekarang
ini. Tentu saja, ini pun akan ditolak mentah-mentah para politisi.*

*Indonesia sekarang darurat segalanya. Darurat segalanya. Indonesia saat
ini memerlukan seorang yang takut pada Allah Swt, yang amanah, bukan para
pengkhianat, bukan yang tega menjual akherat dengan dunia dengan murah,
bukan yang tega menjual anak gadis perawannya kepada orang-orang asing yang
berani membayar tinggi demi melampiaskan nafsunya.*

*Celakanya, orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin ternyata cuma
makelar dunia.*

*Indonesia memerlukan datangnya seorang pemimpin umat yang benar-benar
berani, yang benar-benar bernyali, bukan cuma berkoar-koar di atas mimbar,
atau di depan kamera You Tube, tapi berani di lapangan juang yang
sesungguhnya, di medan jihad yang sebenarnya, yang berani face to face
melawan kemaksiatan dan kemunkaran yang nyata.*

*Di negeri ini, sampai sekarang, baru satu orang pemimpin umat yang
memiliki segala kriteria itu, yaitu Ya Habibana Habib Rizieq Syihab, yang
sampai sekarang masih hijrah di Saudi. Lewat videonya, Cak Nur, dan juga
jutaan umat Muslim Indonesia baik terus terang, baik berteriak, maupun
tangis dan di dalam hati mengharapkan datangnya Habib Rizieq kembali ke
tanah air. Pulanglah Bib. Ini waktunya, ini momentum kita, untuk berjuang
bersama menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kezaliman orang-orang yang
jauh dari agama tauhid ini. Kami dan jutaan umat Islam Indonesia, dan
banyak orang yang diam-diam mendukungmu, walau dia bukan Muslim, akan
bahu-membahu disampingmu dalam berjuang. Datanglah Bib, Pulanglah…*

*Habib pasti tahu, dalam jihad fi sabillah, kita hanya akan memperoleh
kemenangan, tak ada kekalahan. Jihad fi sabilillah akan menghadiahi kita
dua kemenangan, jika syahid fi sabilillah, kita menang di akherat dan
bidadari akan menyambut kita semua di gerbang jannah, dan jika berhasil
menyelamatkan negeri ini maka Indonesia, insha Allah, akan menjadi negeri
laksana surga di dunia, yang penuh dengan keberkahan dari Allah swt dan
jauh dari kemaksiatan dan kemunkaran.*

*Pulanglah Bib, ajari kami semua menjadi seorang lelaki yang punya mental
singa. Ajari kami menjadi seorang lelaki yang bukan cuma berani
berkoar-koar ceramah di atas mimbar, tapi juga berani duduk di kursi
kekuasaan dan menolak segala tipu daya dunia di sekitarnya. Pulanglah Bib…
ajari kami menjadi seorang lelaki. []*

Kirim email ke