PDIP: Jokowi ciptakan prestasi dan bangun persatuan
Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21 WIB
PDIP: Jokowi ciptakan prestasi dan bangun persatuan
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan pengasuh Pondok Pesantren
Girikesumo KH Munif Zuhri (kiri) saat berkunjung ke pesantren tersebut
di Desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (19/10/2018).
Kunjungan itu merupakan rangkaian kegiatan safari ke sejumlah pondok
pesantren di Jateng dalam rangka Hari Santri Nasional 2018 sekaligus
silaturahmi dengan para ulama. ANTARA FOTO/Aji Styawan/hp.
*Banyak yang lupa bahwa penilaian utama seorang pemimpin itu dari watak
dan karakternya. Pak Jokowi sosok yang tulus, merakyat, dan dengannya
instrumen rasa penuh nilai-nilai kemanusiaan mengalir dalam keputusan
politiknya."*
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto
Kristiyanto menilai empat tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak
hanya menciptakan beragam prestasi tapi mampu membangun persatuan bangsa
dengan semangat kerakyatan.
"Berbagai prestasi diciptakan pemerintahan Presiden Jokowi terutama
percepatan pembangunan infrastruktur yang secara teknokratis dimaknai
dalam peningkatan koneksitas, aksesibilitas, kemudahan mobilisasi, serta
ketersediaan daya pengungkit kemajuan," kata Hasto Kristiyanto, di
Jakarta, Sabtu.
Dalam perspektif kebudayaan, jata dia, percepatan pembangunan
infrastruktur itu memperkuat rasa percaya diri, optimisme, serta
membangun budaya kerja Indonesia berprestasi.
Hasto menjelaskan, perjalanan empat tahun pemerintahan Presiden Joko
Widodo sangatlah dinamis. Pada awal pemerintahan, tahun 2014 hingga
2015, menurut dia, diwarnai dengan penghadangan Parlemen sehingga
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat itu praktis
tidak memiliki kaki di pimpinan DPR RI dan alat kelengkapan Dewan.
"Penghadangan ini berlangsung selama hampir satu tahun, ditandai
dinamika politik yang tajam dan penuh intrik kekuasaan," katanya.
Menurut dia, dalam situasi "political heavy" penuh hadangan di DPR RI
tersebut, terbukti Presiden Joko Widodo mampu merangkul para pihak serta
membangun keyakinan kolaborasi-gotong royong dengan seluruh komponen
bangsa. "Dalam empat tahun pemerintahannya, justru Pak Jokowi dan Pak
JK semakin menuai beragam prestasi," katanya.
Peningkatan keadaban politik terpenting dari Presiden Joko Widodo,
menurut dia, adalah menghadirkan kekuasaan di rumah-rumah rakyat melalui
tradisi blusukan, program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar,
program e-warung, sertifikasi tanah untuk rakyat, serta program
kerakyatan lainnya.
PDI Perjuangan, menurut Hasto, lebih menyoroti watak dan kepribadian
pemimpin sebagai faktor dominan bagi bangkitnya optimisme bangsa.
"Banyak yang lupa bahwa penilaian utama seorang pemimpin itu dari watak
dan karakternya. Pak Jokowi sosok yang tulus, merakyat, dan dengannya
instrumen rasa penuh nilai-nilai kemanusiaan mengalir dalam keputusan
politiknya," katanya.
Menurut Hasto, kepemimpinan Presiden Joko Widodo itu "genuine" dan
menyapa rakyat dengan salaman dan ketulusan, maka rakyat pun datang
penuh antusiasme dan tanpa jarak menyampaikan usulan program pada
pemimpinnya. "Watak kepemimpinan seperti itulah yang mampu membangunkan
energi optimisme bangsa. Pak Jokowi sangat menghargai proses. Menguatnya
rasa percaya diri bangsa di dunia internasional. Semua terjadi karena
api perjuangan yang kembali menyala, karena tanpa api perjuangan yang
menyala-nyala, suatu bangsa akan mati," katanya.
Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com