https://nasional.tempo.co/read/1143019/menag-lukman-budaya-dan-agama-dibenturkan-indonesia-bisa-runtuh/full&view=ok
Menag Lukman: Budaya dan Agama Dibenturkan, Indonesia Bisa Runtuh
Reporter:
Shinta Maharani (Kontributor)
Editor:
Juli Hantoro
Minggu, 4 November 2018 19:19 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu agamawan dan budayawan di
Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Shinta Maharani.
<https://statik.tempo.co/data/2018/11/03/id_794326/794326_720.jpg>
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu agamawan dan budayawan di
Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Shinta Maharani.
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan
benturan budaya dan agama
<https://pilpres.tempo.co/read/1141179/prabowo-bertemu-tokoh-lintas-agama-bicara-soal-kebhinekaan>
yang terjadi belakangan ini akan merusak Indonesia. "Kementerian Agama
harus menyikapinya. Kalau tidak, ke-Indonesiaan kita bisa runtuh," kata
Lukman di Yogyakarta, Sabtu, 2 November 2018.
Baca juga: Para Pemimpin Agama Dunia Siap Deklarasi Perdamaian pada 2020
<https://dunia.tempo.co/read/1131322/para-pemimpin-agama-dunia-siap-deklarasi-perdamaian-pada-2020>
Gelisah dengan persoalan itu membuat Kementerian Agama mengundang
kalangan agamawan dari semua agama yang ada di Indonesia dan budayawan
untuk mendapat masukan dari tokoh agama dan budaya untuk melihat
hubungan yang lebih baik atau harmonis antara agama dan budaya.
Indonesia menurut Lukman sangat khas karena kaya berbagai ragam budaya.
Indonesia sekaligus masyarakat agamis.
Dengan begitu, nilai-nilai agama dan budaya tidak bisa dipisahkan dalam
konteks Indonesia. Budaya pada hakikatnya mengandung nilai-nilai
spiritualitas dan agama. Nilai-nilai budaya merupakan tradisi yang ada
di masyarakat.
"Kecenderungannya agama dan budaya tiba-tiba berhadap-hadapan satu
dengan yang lain. Ingin menegasikan atau menafikkan satu dengan yang
lain," kata Lukman.
Lukman Hakim khawatir bila kondisi itu dibiarkan akan merusak budaya dan
agama. Padahal, keduanya menjadi kekuatan atau modal utama Indonesia.
Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua kalangan untuk menjaga keragaman,
menebarkan nilai-nilai agama
<https://nasional.tempo.co/read/1139900/wiranto-indeks-kerukunan-beragama-turun-pada-2017>
yang tidak mengusik keberadaan tradisi atau budaya yang selama ini sudah
hidup ratusan tahun. Sebaliknya juga jangan sampai budaya yang ada
secara prinsip mengingkari nilai-nilai agama yang pokok "Jadi keduanya
harus saling mnghargai," kata Lukman.
Baca juga: Setara Institut: Intoleransi Terhadap Keyakinan Meningkat
<https://nasional.tempo.co/read/1118802/setara-institut-intoleransi-terhadap-keyakinan-meningkat>
Sarasehan agamawan dan budayawan yang digelar dua hari (2 dan 3
November) itu menghadirkan sejumlah tokoh di antaranya Cendekiawan
muslim Indonesia Profesor M. Amin Abdullah, Pengasuh Pesantren Nurul
Ummahat Kotagede, KH Abdul Muhaimin, Bhikkhu Sri Pannavaro, sastrawan
Putu Setia, budayawan Radhar Panca Dahana, penyair Acep Zamzam,
sastrawan Agus Noor, perupa Nasirun, budayawan Sudjiwo Tejo, dan
budayawan Betawi Ridwan Saidi.
------------------------------------------------------------------------
# Agama <https://www.tempo.co/tag/agama>
# Menteri Agama <https://www.tempo.co/tag/menteri-agama>
# Lukman Hakim Saifuddin <https://www.tempo.co/tag/lukman-hakim-saifuddin>