Orang Boyolali itu, termasuk "rakyat saya" atau tidak ?
Kok dipolisikan oleh "rakyatr saya"?

On Sun, 4 Nov 2018 at 17:06, Awind [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
>
>
>
> https://tirto.id/yang-tak-bisa-diraih-prabowo-tapi-sukses-dicapai-orang-boyolali-c88z
>                Yang Tak Bisa Diraih Prabowo tapi
>                   Sukses Dicapai Orang Boyolali
> [image: Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan kata
> sambutan pada Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta,
> Kamis (11/10/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18]
> <https://tirto.id/yang-tak-bisa-diraih-prabowo-tapi-sukses-dicapai-orang-boyolali-c88z>
> Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan
> pada Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis
> (11/10/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama/18
> Oleh: Petrik Matanasi - 3 November 2018
> Dibaca Normal 3 menit
> *Boyolali telah melahirkan dokter, tokoh pergerakan nasional, serta
> jenderal yang menjadi KSAD dan Panglima TNI. Entah mana yang pernah diusir
> dari hotel mewah?*
> tirto.id - Pidato Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto soal
> "Tampang Boyolali" tengah ramai dibahas warganet. Dalam acara peresmian
> Kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah,
> Prabowo berbicara soal kemiskinan di Indonesia dan menyinggung "Tampang
> Boyolali".
>
> Dalam video yang dilansir akun YouTube *Gerindra TV
> <https://www.youtube.com/watch?v=CItXFW42A90>* pada Selasa (30/10)
> tersebut, Prabowo melontarkan pernyataan bahwa tak satupun hotel mewah di
> Jakarta pernah dikunjungi oleh orang Boyolali. Orang Boyolali, kata
> Prabowo, bisa saja diusir jika memasuki hotel-hotel itu.
>
> "Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut, kalo kalian
> masuk kalian pasti akan diusir, karena bukan tampang orang kaya. Tampang
> kalian ya tampang Boyolali ini," kata Prabowo disambut gelak tawa para
> hadirin.
>
> Baca juga:
>
>    - Pidato "Tampang Boyolali" & Taktik Prabowo Garap Basis Suara Jokowi
>    
> <https://tirto.id/pidato-tampang-boyolali-taktik-prabowo-garap-basis-suara-jokowi-c89l>
>
>
> Dari Jenderal ke Dokter ke Aktivis Legenda Widodo Adi Sutjipto bukan
> anggota Angkatan Udara, meski namanya mirip dengan pahlawan Angkatan Udara
> Adisucipto. Ia juga tak berdinas di Angkatan Darat. Setelah lulus dari
> Akademi Angkatan Laut di Surabaya (1968), laki-laki kelahiran Boyolali, 1
> Agustus 1944 ini berkarier di Angkatan Laut. Ia berhasil melampaui karier
> para perwira yang bersinar pada masa Orde Baru dengan duduk di kursi
> Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
>
> Widodo adalah orang non-Angkatan Darat pertama yang menjadi orang nomor
> satu di TNI. Yang lebih penting lagi, ia orang Boyolali.
>
> Selain duduk di pos Panglima TNI pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus
> Dur), Widodo AS pernah menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Di
> masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, dia menjabat Menteri
> Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam),
> dari 2004 hingga 2009, dan Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007.
>
> Jenderal kelahiran Boyolali tak cuma Widodo. Jenderal Mulyono, Kepala Staf
> Angkatan Darat (KSAD) saat ini, lahir di Boyolali pada 12 Januari 1961.
> Lulusan Akabri yang berdinas di TNI sejak 1983 ini pernah menjadi Komandan
> Batalyon 143 Tri Wira Eka Jaya di Lampung, yang masuk dalam area Kodam II
> Sriwijaya. Mulyono kemudian lebih sering memimpin komando teritorial,
> seperti Kodim Samarinda, Korem Sumatra Barat dan Kodam Jakarta Raya (2014).
> Sebelum jadi KSAD, Mulyono sempat menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad)..
>
> Baca juga: Kostrad: Saksi Kecemerlangan Soeharto dan Redupnya Prabowo
> <https://tirto.id/kostrad-saksi-kecemerlangan-soeharto-dan-redupnya-prabowo-cFzS>
>
> Tak semua mantan Pangkostrad bisa menjadi KSAD, apalagi Panglima TNI. Dua
> posisi itu tak hanya membutuhkan keberanian dan kecakapan akademis, tapi
> juga kecerdasan sosial. Baik Widodo maupun Mulyono tak dikenal punya mertua
> atau kerabat yang berkuasa di pemerintahan. Mereka berdua adalah "Tampang
> Boyolali" yang sukses meniti karier di militer hingga ke puncak.
>
> Widodo dan Mulyono hanyalah dua dari sekian banyak tokoh nasional dari
> Boyolali—yang tentu tak diusir petugas keamanan tiap kali masuk hotel
> mewah. Selain jenderal, Boyolali juga melahirkan dokter-dokter hebat. Salah
> satu dokter kebanggaan kabupaten yang terkenal dengan ternak sapinya ini
> adalah dr. Suharso (1912-1973). Kementerian Sosial Republik Indonesia
> mencatat namanya dengan harum. Dokter yang pernah dinas di Kalimantan
> barat, Surabaya dan Solo ini, dikenal dengan usahanya membantu korban
> perang.
>
> Pada zaman perang kemerdekaan, seperti dicatat buku *Ensiklopedi Pahlawan
> Nasio*nal (1995:62), Suharso bekerja sebagai dokter Palang Merah. Dialah
> yang membangun bengkel pembuatan kaki dan tangan palsu di Rumah Sakit
> Surakarta (1948). Setelah tentara Belanda angkat kaki, ia mendirikan
> Rehabilitasi Centrum Penderita Cacat Tubuh di Surakarta pada 1951 dan
> mendirikan Rumah Sakit Ortopedi dan Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat di
> Surakarta (YPAC) dua tahun kemudian.
>
> “Hatinya terpanggil untuk menolong korban perang agar tetap dapat berperan
> dalam masyarakat,” catat buku *Ensiklopedi Pahlawan Nasional *(1995:62).
> Itulah jasa besarnya. Dia diangkat sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan
> berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 088/TK/Tahun 1973, yang
> ditandatangani Jenderal Soeharto, yang kebetulan juga punya mantu seorang
> jenderal.
>
> Dokter berikutnya sama pentingnya dengan Suharso tapi kurang dikenal,
> yakni Abdoel Azis Saleh (1914-2001). Ia kelahiran Boyolali, ketika ayah
> Azis Saleh, yakni tokoh Boedi Oetomo yang bernama dr. Mas Muhamad Saleh,
> berdinas sebagai dokter di kabupaten itu. Tak semua saudara Azis lahir di
> Boyolali. Abangnya, Abdulrachman Saleh, lahir di Batavia, sementara
> adiknya, Alibasjah Saleh, lahir di Bondowoso.
>
> Baca juga: Dokter, Penerbang, dan Perintis Radio Kebanggaan Indonesia
> <https://tirto.id/dokter-penerbang-dan-perintis-radio-kebanggaan-indonesia-cq9x>
>
> Menurut catatan Harsya Bachtiar dalam *Siapa Dia Perwira Tinggi TNI-AD*
> (1989:276-277), laki-laki kelahiran Boyolali, 20 September 1914 ini pernah
> makan bangku sekolah elite seperti ELS dan HBS. Setelahnya, ia masuk
> sekolah tinggi kedokteran alias Geeneskundig Hooge School di Batavia.
>
>
> [image: Infografik Tokoh Boyolali]
>
>
> Singkatnya, pada tahun 1930-an, ada dua putra Boyolali yang berhasil jadi
> dokter, sebuah pekerjaan dan status sosial yang tak mudah dicapai sembarang
> orang saat itu. Setelah sempat jadi dokter bedah di Jakarta sebelum 1945,
> Azis Saleh terlibat revolusi di kubu Indonesia. Seperti abang dan adiknya,
> ia masuk militer. Abdulrachman Saleh dan Abubakar Saleh masuk Angkatan
> Udara, sementara Azis dan Alibasjah bergabung dengan Angkatan Darat.
>
> Jabatan tinggi di Angkatan Darat yang pernah diraihnya adalah Asisten
> Operasional Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Jawatan Kesehatan
> Angkatan Darat. Seperti dicatat Harsya Bachtiar dalam *Siapa Dia Perwira
> Tinggi TNI-AD* (1989:177) dan Rosihan Anwar dalam *In Memoriam: Menganang
> yang Wafat* (2002:343), Azis Saleh pernah menjabat Menteri Kesehatan
> (1957-1959), Menteri Pertanian (1960-1962), Menteri Perindustrian
> (1963-1964), dan Sekretaris Jenderal Gerakan Pramuka Indonesia.
>
> Surastri Karma Trimurti juga lahir di Boyolali, tepatnya pada 11 Mei 1912..
> SK Trimurti, seorang legenda pergerakan perempuan, sudah makan asam garam
> di penjara, tak terkecuali pada zaman pendudukan Jepang. Dikisahkan dalam 
> *Srikandi:
> Sejumlah Wanita Indonesia berprestasi* (1991:895), ketika berkunjung ke
> Semarang, Sukarno mendapat kabar bahwa istri dari pengetik naskah
> Proklamasi Sayuti Melik ini tengah hamil anak kedua di penjara. Sukarno pun
> berusaha membebaskannya dengan melobi para pejabat militer Jepang.
>
> Baca juga: Peliknya Jalan Hidup Sayuti Melik
> <https://tirto.id/peliknya-jalan-hidup-sayuti-melik-cjLu>
>
> Dengan ijazah SMA zaman Belanda, sebetulnya SK Trimurti bisa hidup enak.
> Tapi dia memilih jalan lain. Begitu kemerdekaan diproklamasikan, ia berdiri
> membela Republik Indonesia dan menjabat Menteri Tenaga Kerja dalam kabinet
> Amir Sjarifuddin. Perempuan yang meninggal pada 20 Mei 2008 ini dimakamkan
> di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
>
> Baca juga artikel terkait SEJARAH INDONESIA
> <https://tirto.id/q/sejarah-indonesia-dwA?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
> atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
> <https://tirto.id/author/petrikmatanasi?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
> (tirto.id - Sosial Budaya)
>
>
> Penulis: Petrik Matanasi
> Editor: Windu Jusuf
> Widodo Adi Sutjipto, dr. Abdoel Azis Saleh, dr. Suharso, dan SK Trimurti
> lahir di Boyolali.
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke