Lagi-lagi semua itu manusia juga yang menentukan SENDIRI! Yang
meng-HARAM"-kan maupun meng-"HALAL"-kan manusia juga, dan itu tidak akan
terhindar dari masalah kepentingan masing-masing, bisa karena perasaan
kasihan, bisa karena selera lidah, dsb., ... bisa juga pertimbangan
keuntungan dagang!
Manusia sebelum mengenal api, semua dimakan mentah, termasuk daging
hewan buruannya, ... jadi kriteria bangkai juga tidak betul! Bangkai itu
itu bukan semua binatang yg sudah mati, tapi sudah menjadi BUSUK! Sedang
yang kita makan sekalipun yg dijual dipasar ayam, sapi, babi yang sudah
mati dipotong, belum rusak membusuk! Jadi semua daging itu HALAL! Bukan
dan belum jadi bangkai! Hehehee, ...
Yang LUCU manusia-manusianya, kok bisa ada yang bilang itu suara TUHUN?
Sedang yang dibilang kata NABI juga ribuan tahun yl. yang sulit bisa
dibuktikan kebenarannya itu, tetap saja begitu banyak orang percaya dan
meyakini kebenarannya!
Awind 於 5/11/2018 4:16 寫道:
Jika kita memang jujur dan konsekuen maka apa yang kita makan itu yang
berbentuk daging sebetulnya "haram" semua.
Mengapa? Karena yang kita makan apa yang kita sebut daging ayam,
daging sapi, daging kambing maupun
ikan semuanya adalah "bangkai". Mengapa kita selalu menyebut beli
ayam, daging sapi, daging kambing maupun
beli ikan baik di pasar maupun di supermarket dan bukan membeli
bangkai ayam, bangkai sapi maupun bangkai ikan?
Bukankah itu semuanya dalam bentuk "Bangkai". Sebab baik ayam kambing,
sapi maupun ikan sudah bukan lagi dalam
bentuk apa yang kita sebut ayam,kambing, sapi maupun ikan. melainkan
sudah berbentuk "bangkai" apakah itu ayam,
sapi,kambing maupun ikan sudah mati jadi bangkai. Tapi kita tetap
memakannya dan menyebutnya Halal dan bukan
Haram meskipun sudah dalam bentuk "Bangkai". Sedangkan memakan
"bangkai" katanya Haram. Tapi kenyataannya
"Bangkaï" yang disebut Haram justru dibeli dan di makan dan termasuk
Halal
Lucu kan.
AA
On 04-11-18 14:55, ChanCT [email protected] [GELORA45] wrote:
Ooouh, ... ternyata dimata TUHAN, babi yang selama ini dibilang haram
oleh sementara orang, tetap saja HALAL bagi orang kebanyakan! Kan
kita selalu mengatakan hanya ada SATU TUHAN dan tidak mungkin bermuka
dua, ... jadi sesuatu yg dibilang sementgara orang HARAM bisa menjadi
HALAL kalau tidak ada yang lihat! Karena memang hanya manusia yang
menetapkan itu haram atau halal! Bukan Tuhan! Hehehee, ...
Noroyono 1963 [email protected] [GELORA45] 於 4/11/2018 18:48 寫道:
Ah, "macam-macam" saja Bung Manap ini.
Jaga kesehatan, salam buat semua!
*NRY*
Op zondag 4 november 11:46 2018 schreef "S Manap [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> het volgende:
Kalau dilihat orang haram. Kalau tidak ada yang melihat ya halal.
Den söndag 4 november 2018 10:18:09 CET, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
*Saham, paham, waham semua mengandung HAM, jadi haram karena
mengandung daging babi. HAM dibuat dari daging babi. haram haram haram*
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com