DoaRaja-raja Se-Indonesia untuk Jokowi
| | | Doa Raja-raja Se-Indonesia untuk Jokowi... | - Bawaslu:Poster Jokowi Berpakaian Raja Jawa Bukan Kampanye Hitam Reporter: Syafiul Hadi Editor: Kukuh S. Wibowo Rabu, 14 November 2018 18:35 WIB TEMPO.CO, Jakarta-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)menilai poster bergambar calon presiden inkumben Joko Widodo (Jokowi)mengenakan pakaian raja Jawa yang beredar di Jawa Tengah bukan merupakankampanye hitam. "Setelah kami melihat itu, sedikit pun tidak mengarahkepada ujaran kebencian, kampanye hitam atau mengandung unsur SARA," ujaranggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo di kantornya, Jakarta, Rabu, 14 November2018. Menurut Ratna Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memangmenyebutkan poster Jokowi itu mengarah kepada fitnah yang bertujuanmenjatuhkan. Namun, Bawaslu menganggap hal itu tak termasuk kategori kampanyehitam. "Sehingga, apa yang dilakukan oleh Bawaslu bersama PDIP adalahmenurunkan. Karena PDIP merasa itu bukan bahan yang mereka produksi dan merekamenginginkan untuk diturunkan," kata Ratna. Sejumlah poster dengan gambarJokowi mengenakan busana raja Jawa dan dibubuhi logo PDIP tersebar di beberapalokasi di Jawa Tengah. Kader PDIP Kabupaten Purworejo sudah menyisir danmencopot gambar-gambar itu. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Basarah, menampik pemasangan poster Jokowi mengenakan pakaianraja Jawa adalah dilakukan oleh kubu Jokowi sendiri. Ia mengaku sudahberkoordinasi dengan TKN Jawa Tengah untuk mengusut siapa dalang di balikpemasangan poster ini. "Jadi oleh karena itu beredarnya poster dan balihodi mana gambar Pak Jokowi menggunakan pakaian raja Jawa adalah di luar tanggungjawab TKN," ujar Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasakemarin. Adapun Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan posterbergambar Jokowi itu merupakan modus kampanye hitam gaya baru. Menurut dia adapihak yang sengaja memalsukan alat peraga kampanye. "Dari aspek estetika,komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye, atribut bergambar PDIPerjuangan dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Adapihak-pihak yang memalsukan alat peraga kampanye kami," kata Hasto dalamketerangan tertulis yang diterima Tempo. SYAFIUL HADI | FIKRI ARIGI
