Diminta komitmen pasangan capres-cawapres untuk pengentasan kemiskinan
Jumat, 23 November 2018 10:20 WIB
Diminta komitmen pasangan capres-cawapres untuk pengentasan kemiskinan
Ilustrasi: Warga mencuci perabotan rumah tangga di kawasan permukiman
padat penduduk, di bantaran Kali Krukut Bawah, Kebon Melati, Tanah
Abang, Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta menyebut angka kemiskinan di DKI
Jakarta hingga Maret 2018 mencapai 3,57 persen atau 373.120 orang, turun
0,21 persen dari September 2017. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
kami melihat kemiskinan mengakses kebutuhan pokok
Jakarta (ANTARA News) - Pasangan calon presiden-calon wakil presiden di
Pilpres 2019 diminta mempunyai komitmen mengentaskan kemiskinan dan
menyediakan lapangan kerja bagi rakyat.
Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef), Eni
Sri Hartati di Jakarta, Jumat, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi
tentang perekonomian Indonesia.
"Paling utama harus dijawab capres dan cawapres persoalan ekonomi dasar
dulu untuk masyarakat," ujar Eni.
Dia mengungkapkan, terdapat sekitar 60 juta penduduk Indonesia yang
masih berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, kata dia, angka
pengangguran masih berada di kisaran 14 persen.
"Yang utama, kami melihat kemiskinan mengakses kebutuhan pokok. Yang
pertama harga kebutuhan dan memenuhi harga kebutuhan pokok itu adalah
pekerjan. Lapangan pekerjaan," kata dia.
Namun, sampai saat ini, dia menilai, belum ada penyampaian program nyata
dari pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin
maupun pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga
Uno.
Untuk itu, dia akan menggagas sebuah forum yang substansif menggali
tidak hanya visi-misi, tetapi program konkrit yang akan dilakukan dua
kubu untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami menginisiasi daftar problem./Statement/menginventarisir langsung.
Tanya perbedaan bukan mengomentari program, tetapi program anda apa
program anda apa," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Nasional Repnas, Eka Sastra, dia menginginkan ada
promosi pencapaian pemerintahan Joko Widodo di periode pertama kepada
masyarakat.
"Bentuk dukungan kepada pemerintahan Jokowi dan melanjutkan periode
kedua. Harapan, kami bisa banyak pemikiran dari diskusi seperti ini agar
ke depan bisa lebih baik lagi," kata Ketua Nasional Repnas, Eka Sastra.
*Baca juga:Debat capres yang mencerdaskan
<https://www.antaranews.com/berita/770756/debat-capres-yang-mencerdaskan>
Baca juga:WTO temukan 40 pembatasan perdagangan baru dilakukan anggota
G20
<https://www.antaranews.com/berita/770851/wto-temukan-40-pembatasan-perdagangan-baru-dilakukan-anggota-g20>*
Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com