Titiek Soeharto Ungkap Dampak Yayasan Supersemar Dibekukan
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Rina Widiastuti
Jumat, 23 November 2018 08:50 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1148847/titiek-soeharto-ungkap-dampak-yayasan-supersemar-dibekukan/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek
Soeharto berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan
Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan,
Jakarta Selatan, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
<https://statik.tempo.co/data/2018/09/30/id_737379/737379_720.jpg>
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati atau Titiek
Soeharto berbicara kepada wartawan sebelum nobar film Penumpasan
Pengkhianatan G30S/PKI di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan,
Jakarta Selatan, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti
Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menyebut pemerintah menghalangi
rezeki orang lantaran membekukanYayasan Supersemar
<https://www.tempo.co/tag/yayasan-supersemar>. Titiek beralasan, yayasan
yang sudah dibekukan selama dua tahun itu tak bisa lagi memberikan
beasiswa kepada anak-anak Indonesia yang pandai tetapi tak bisa
mengakses pendidikan.
*Baca:Terkait Kasus Yayasan Supersemar, Granadi Sudah Disita Sejak 2016
<https://nasional.tempo.co/read/1148527/terkait-kasus-yayasan-supersemar-granadi-sudah-disita-sejak-2016>*
"Kami tidak bisa memberikan beasiswa kepada masyarakat yang anak-anaknya
pintar itu tapi tidak mampu. Ini namanya apa ya, mengambil rezeki
orang," kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.
Titiek mengatakan Yayasan Supersemar yang didirikan keluarga Cendana
adalah yayasan pendidikan yang membantu anak-anak tidak mampu. Dia
mengklaim, hingga saat ini sudah ada lebih dari dua juta orang yang
mendapatkan beasiswa Yayasan Supersemar.
Titiek juga mengklaim, 70 persen rektor yang memimpin universitas negeri
merupakan penerima beasiswa Supersemar. "Karena mereka orang-orang
pintar, jadi mereka dapat beasiswa Supersemar," ujarnya.
*Baca:PN Jakarta Selatan Masih Simpan Uang Sitaan Yayasan Supersemar
<https://nasional.tempo.co/read/1148590/pn-jakarta-selatan-masih-simpan-uang-sitaan-yayasan-supersemar>*
Yayasan Supersemar divonis bersalah atas perkara penyelewengan dana
beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai serta
dipinjamnkan kepada pihak ketiga. Putusan peninjauan kembali (PK)
Mahkamah Agung menyatakan Yayasan Supersemar harus membayar ganti rugi
ke negara senilai Rp 4,4 triliun.
Titiek mengklaim Yayasan Supersemar tidak bersalah. Dia menuding ada
perintah kepada Kejaksaan hingga lembaga tersebut menyatakan yayasan
bersalah.
"Yayasan Supersemar tidak ada yang salah. Ini kan ada perintah sehingga
Kejaksaan bilang Yayasan Supersemar salah," kata Titiek.
Titik menambahkan, Yayasan Supersemar didirikan Soeharto dengan tujuan
mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata dia, pemerintah boleh tak menyukai
Soeharto, tetapi Yayasan Supersemar harus tetap berjalan.
ADVERTISEMENT
*Baca:Mengintip Aset-aset Yayasan Supersemar senilai Rp 4,4 Triliun
<https://nasional.tempo.co/read/1147911/mengintip-aset-aset-yayasan-supersemar-senilai-rp-44-triliun>*
Titiek lantas meminta pemerintah bijak dalam menyikapi persoalan
tersebut. Apalagi, dia menilai pemerintah belum mampu mencukupi
kebutuhan pendidikan untuk masyarakat.
"Tolonglah pemerintah, bijaksanalah sedikit, kalau sudah bisa memenuhi
pendidikan semua orang bisa sekolah dengan baik, fine. Tapi ini kan
masih banyak yang butuh pendidikan ya, tapi kok disetop begitu," ujarnya.
*ANDITA RAHMA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com