https://news.detik.com/kolom/d-4314039/infrastruktur-pemerataan-dan-ikon-kebanggaan?tag_
from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.206679571.1809457709.1542986856-930211234.1542986856
Jumat 23 November 2018, 15:08 WIB
Kolom
Infrastruktur, Pemerataan, dan Ikon
Kebanggaan
Pilar Wirotama - detikNews
<https://connect.detik.com/dashboard/public/pilarwirotama>
Pilar Wirotama <https://connect.detik.com/dashboard/public/pilarwirotama>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4314039/infrastruktur-pemerataan-dan-ikon-kebanggaan?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.206679571.1809457709.1542986856-930211234.1542986856#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4314039/infrastruktur-pemerataan-dan-ikon-kebanggaan?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.206679571.1809457709.1542986856-930211234.1542986856#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4314039/infrastruktur-pemerataan-dan-ikon-kebanggaan?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.206679571.1809457709.1542986856-930211234.1542986856#>
2 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4314039/infrastruktur-pemerataan-dan-ikon-kebanggaan?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.206679571.1809457709.1542986856-930211234.1542986856#>
Infrastruktur, Pemerataan, dan Ikon Kebanggaan Presiden meninjau Jalan
Trans Papua menggunakan motor (Foto: Biro Pers Setpres)
*Jakarta* -
Pemerintah baru saja meresmikan Bandara APT Pranoto dan Maratua di
Kalimantan. Kedua bandara ini menambah panjang daftar proyek
infrastruktur yang berhasil diselesaikan pemerintah melalui Proyek
Strategis Nasional (PSN). Namun, di balik sederet keberhasilan
pemerintah tersebut muncul pro dan kontra seputar nilai atau manfaat
ekonomi dari proyek infrastruktur yang dibangun.
Terbaru, ada pihak yang beranggapan bahwa proyek infrastruktur
pemerintah tidak memperhatikan risiko fiskal, risiko keuangan, serta
tidak efektif dalam mengurangi pengangguran. Begitu banyak diskusi
sengit yang membahas manfaat ekonomi pembangunan infrastruktur. Tapi,
apa iya manfaat pembangunan infrastruktur hanya cukup dilihat dari
kacamata ekonomi saja?
*Menyatukan Bangsa
*Bertahun-tahun kita sering dengar ungkapan yang mengatakan bahwa
pembangunan Indonesia hanya berpusat di Pulau Jawa, dan tampaknya hal
itu memang benar adanya. Bandingkan saja infrastruktur yang ada di Jawa
dengan pulau lain, dan kita bisa melihat bahwa pulau-pulau lain seakan
menjadi "anak tiri" di rumah sendiri. Infrastruktur di pulau lain kalah
jauh baik dari segi kuantitas maupun kualitas dengan yang ada di Jawa.
Kini, melalui PSN pembangunan infrastruktur merambah ke wilayah-wilayah
yang selama ini jarang disentuh. Di dalam PSN, ada 6 kelompok pulau yang
memperoleh sebaran alokasi pembangunan infrastruktur, yaitu Sumatera (61
proyek, Rp 638 triliun), Kalimantan (24 Proyek, Rp 564 triliun), Jawa
(93 proyek, Rp 1065 triliun), Bali dan Nusa Tenggara (15 proyek, Rp 11
triliun), Sulawesi (27 proyek, Rp 150 triliun), serta Papua dan Maluku
(13 proyek, Rp 444 triliun).
Dari sebaran tersebut, terlihat bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia,
dari barat hingga timur mendapat jatah pembangunan infrastruktur.
Bahkan, Papua yang berada di ujung timur memperoleh alokasi yang cukup
besar. Jalan Trans Papua adalah contoh hasil pembangunan infrastruktur
melalui PSN. Dalam empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres
Jusuf Kalla, jalan Trans Papua tembus 908,8 km selama 2015-2018. Terdiri
dari 761,57 km di Papua dan 147,23 km di Papua Barat.
Presiden Jokowi turun langsung mengecek kondisi jalan Trans Papua.
Menteri Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
mengatakan, pembangunan jalan di Papua bertujuan membuka isolasi daerah
terpencil, mengurangi biaya tinggi, dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Ia mencontohkan, ruas Merauke-Boven Digoel sepanjang 424
kilometer bisa ditempuh dalam waktu 8 jam. Sebelum diperbaiki, butuh
berminggu-minggu untuk menempuh jalur tersebut.
Yang tidak kalah penting, dengan jalan Trans Papua ini masyarakat Papua
akhirnya bisa merasakan fasilitas yang hampir setara dengan pulau lain.
Jalan di tanah mereka kini beraspal sama dengan di Jawa dan pulau
lainnya. Mereka pun merasa diperhatikan dan melihat bahwa negara hadir
di tanah mereka untuk memastikan keadilan sosial benar ada bagi
rakyatnya. Bukankah itu yang diinginkan oleh pendiri bangsa saat
meletakkan Pancasila bagi fondasi negara kita?
Ekonom Emil Salim pun dalam satu kesempatan mengemukakan, "Pembangunan
infrastruktur tidak bisa hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi,
tapi juga /equality,/ khususnya antara Indonesia Timur dan Barat.
Pembangunan (infrastruktur) ini bukan hanya pembangunan ekonomi, tapi
juga untuk menyatukan bangsa."
*Kebanggaan
*Saat meresmikan Bandara APT Pranoto dan Maratua, 26 Oktober lalu
Presiden Jokowi menegaskan bahwa berbagai proyek infrastruktur yang
dikerjakan pemerintah bukan untuk gagah-gagahan. "Ini bukan untuk
gagah-gagahan, juga bukan keren-kerenan. Tapi, mobilitas orang dan
barang ke seluruh penjuru Tanah Air sangat penting," kata Presiden.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa Indonesia sangat luas dan hanya dengan
konektivitas melalui pelabuhan, bandara, dan jalan rayalah Indonesia
bisa disatukan.
Sesungguhnya, tidak ada yang salah dengan memiliki infrastruktur yang
gagah dan keren, selama itu bukan tujuan yang utama. Sudah sedari dulu
manusia berlomba-lomba menciptakan infrastruktur yang fungsional
sekaligus ikonik, misalnya kereta cepat di Jepang, bandara tercanggih di
Singapura, hingga Burj Khalifa di Dubai yang dikenal sebagai gedung
tertinggi di dunia. Dan, tampaknya sudah menjadi hal yang umum pula jika
maju tidaknya sebuah negara salah satunya dinilai dari seberapa kerennya
infrastruktur yang ada di negara tersebut.
Selama bisa disandingkan antara nilai fungsi dan faktor gagah atau
keren, mengapa tidak? Terlebih, di era media sosial yang identik dengan
budaya "pamer", faktor keren dan gagah sebuah proyek infrastruktur bisa
menjadi pendorong bagi orang untuk berlomba-lomba menceritakannya kepada
orang lain dengan penuh rasa bangga.
Proyek/Mass Rapid Transit/ (MRT) yang sedang dikebut pemerintah saat ini
adalah salah satu proyek infrastruktur yang memiliki /cool factor/
selain fungsi utamanya untuk mengurai kemacetan Jakarta. MRT dapat
mendongkrak citra Indonesia sekaligus membuat rakyat semakin bangga
terhadap Indonesia.
Kalau dulu masyarakat harus pergi ke kota-kota di negara maju seperti
London, New York, dan Singapura untuk merasakan moda transportasi
sekelas MRT, nanti pada 2019 masyarakat Indonesia hanya perlu pergi ke
Jakarta. Kehadiran MRT sangat dinanti oleh masyarakat, dan bisa
bayangkan akan menjadi subjek "selfie" terpopuler di tahun 2019 nanti.
Selain MRT di Jakarta, renovasi yang dilakukan pemerintah di beberapa
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) seperti Mota Ain, Motamasin, Entikong,
Nanga Badau, Aruk, dan Skouw perlu diapresiasi. Bangunan PLBN yang
sebelumnya kurang terawat tersebut kini telah direnovasi menjadi
bangunan yang lebih besar dan megah. PLBN kini menjadi "among tamu" yang
gagah, rapi, dan ramah bagi negara Indonesia, tidak kalah dengan dengan
pos perbatasan negara tetangga. Tahun depan, giliran PLBN Sota di Papua
yang akan dipercantik. Hal ini tentu sangat membanggakan.
Dan, rakyat perlu terus merasakan kebanggaan atas Indonesia, terlebih
menjelang pesta demokrasi yang kemungkinan akan mengkotak-kotakkan
elemen bangsa untuk sesaat. Rakyat perlu ingat bahwa Indonesia adalah
satu bangsa yang besar, dan rakyat perlu bangga bahwa di tengah kondisi
ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia mampu terus membangun
infrastruktur. Tak hanya di Pulau Jawa yang secara potensi ekonomi
sangat besar, namun juga di wilayah-wilayah lainnya. Karena sebagaimana
disampaikan oleh Presiden Jokowi di acara ulang tahun ke-50 Kadin
Indonesia, kita ini bernegara, bukan sedang berbisnis.
*Pilar Wirotama */pemerhati sosial dan pecinta dunia komunikasi, pegawai
Kementerian Keuangan; tulisan ini tidak mencerminkan kebijakan
organisasi tempat penulis bekerja
/
*(mmu/mmu)*
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar
tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini
<https://news.detik.com/kolom/kirim> sekarang!
infrastruktur <https://www.detik.com/tag/infrastruktur/> proyek
strategis nasional
<https://www.detik.com/tag/proyek-strategis-nasional/> papua
<https://www.detik.com/tag/papua/> jalan trans papua
<https://www.detik.com/tag/jalan-trans-papua/>