https://www.antaranews.com/berita/771048/romahurmuziy-beberkan-
rumahnya-kerap-diserang-di-era-orde-baru
Romahurmuziy beberkan
rumahnya kerap diserang di era
Orde Baru
Jumat, 23 November 2018 19:45 WIB
Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Rommy) (Sigit Pinardi)
Pemerintahan saat itu menggunakan kedok demokrasi Pancasila. Jadi, atas
nama demokrasi Pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus
seluruh kekuatan lawan politik yang ada. Bahkan sampai penghilangan nyawa."
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PPP M Romahurmuziy bercerita punya
pengalaman buruk pada era Orde Baru, salah satu yang masih diingatnya
dengan baik adalah saat rumah orang tuanya kerap diserang pada masa
kampanye pemilu.
"Masih sangat segar dalam ingatan, rumah kami sering diserang setiap
masa kampanye. Yang menyerang tentu saja adalah kekuatan-kekuatan Orde
Baru dengan partai politiknya saat itu," cerita Romahurmuziy dalam
keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.
Politikus yang akrab disapa Rommy itu mengungkapkan kisah traumatiknya
tersebut sehubungan dengan pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai
Berkarya Titiek Soeharto yang ingin membawa Indonesia ke era
kepemimpinan Orde Baru (Orba) jika Prabowo Subianto terpilih menjadi
presiden.
Menurut Rommy, sebagai keluarga PPP saat Orba --ibunya, Umroh Mahfudoh,
pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Yogyakarta-- sudah biasa rumahnya
diserang ataupun diteror saat musim kampanye.
Pada tahun 1987, Rommy sering dikawal oleh Gerakan Pemuda Kabah (GPK)
saat akan berangkat sekolah karena adanya ancaman penculikan. Bahkan
salah satu petugas full timer di Kantor DPW PPP Yogyakarta, yaitu Agung
Syahida dibunuh pada tahun 1982.
Kenangan masa lalu ini menurut Rommy bisa saja terulang jika
kepemimpinan ala Orba kembali dimunculkan di zaman reformasi seperti
saat ini. Oleh karena itu, menurut dia wacana ini sangat berbahaya.
Rommy mengatakan di zaman Orba seluruh lawan politik penguasa
dikerdilkan, termasuk PPP. Orba menggunakan kedok demokrasi Pancasila
untuk membenarkan tindakan mereka.
"Pemerintahan saat itu menggunakan kedok demokrasi Pancasila. Jadi, atas
nama demokrasi Pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus
seluruh kekuatan lawan politik yang ada. Bahkan sampai penghilangan
nyawa," kata Rommy.
Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018
* TAGS:
* Romahurmuziy <https://www.antaranews.com/tag/romahurmuziy>
* Rommy <https://www.antaranews.com/tag/rommy>
* orde baru <https://www.antaranews.com/tag/orde-baru>