/http://mediaindonesia.com/read/detail/199789-buya-syafii-amien-rais-tidak-usah-didengar
/
//
/*Buya Syafii: Amien Rais Tidak Usah Didengar*/
Penulis: *Rahmatul Fajri* Pada: Jumat, 23 Nov 2018, 16:16 WIB Politik
dan Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/199789-buya-syafii-amien-rais-tidak-usah-didengar>
<http://twitter.com/home/?status=Buya Syafii: Amien Rais Tidak Usah
Didengar
http://mediaindonesia.com/read/detail/199789-buya-syafii-amien-rais-tidak-usah-didengar
via @mediaindonesia>
Buya Syafii: Amien Rais Tidak Usah Didengar
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/11/bbe4a77bb0a2d0020427abcf07b578a7.jpg>
/MI/Furqon/
MANTAN Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif
meminta Amien Rais tidak usah menjewer Haedar Nasir terkait sikap netral
warga Muhammadiyah dalam kontestasi Pilpres mendatang.
"Halah, jewer-jewer, enggak usahlah. Tidak usah didengar itu," kata
Ahmad Syafii saat menghadiri peluncuran Sekolah Kemanusiaan dan
Kebudayaan Syafii Maarif di PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (23/11).
Syafii Maarif mengatakan Haedar Nasir selaku Ketua PP Muhammadiyah saat
ini sudah memperhitungkan sikap yang ditentukan pada Pilpres mendatang.
Sehingga, menurut Syafii, kebebasan yang diberikan kepada warga
Muhammadiyah adalah sikap yang tepat.
"Itu sesuai Muktamar Ujung Pandang 1971 lalu. Lalu diperkuat oleh
Panitia Wilayah Muhammadiyah di berbagai kesempatan," lanjut Syafii.
Dalam hasil Muktamar 1971 di Ujung Pandang tersebut, berisi kesepakatan
Muhammadiyah menentukan posisi dan sikapnya yang benar-benar netral
terhadap politik praktis dan partai politik, yakni tidak memiliki
hubungan afiliasi apa pun.
Mengacu pada hasil Muktamar tersebut, menurut Ahmad Syafii menjadi
alasan bagi warga Muhammadiyah untuk menentukan sendiri pilihannya dan
menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara. Selain itu, Ahmad Syafii
juga menegaskan Muhammadiyah jangan sampai digiring dan diarahkan pada
satu calon atau partai.
"Tapi ingat jangan golput, ya!" tegas Syafii.
Ahmad Syafii mengatakan kebebasan yang diberikan pada warga Muhammadiyah
ini mempunyai tujuan yang baik, karena mendahului kepentingan bangsa dan
negara, ketimbang memilih salah satu calon.
Buya mengatakan posisi Haedar sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah saat
ini adalah tokoh sentral yang harus didengarkan. Keputusan yang diambil
oleh Haedar juga harus diikuti oleh semua warga Muhammadiyah. Terlebih
Haedar dipilih melalui hasil Muktamar, sehingga Haedar memiliki
kewenangan untuk memegang kemudi PP Muhammadiyah.
"Dalam struktur yang dipilih melalui Muktamar, ya. Sehingga dia pegang
kendali fungsi, dia kan ketua yang sekarang," kata Syafii. (OL-4)