http://mediaindonesia.com/read/detail/199805-syafii-maarif-perda-syariah-ibarat-politik-gincu
/*Syafii Maarif: Perda Syariah Ibarat Politik Gincu*/
Penulis: *Rahmatul Fajri* Pada: Jumat, 23 Nov 2018, 18:38 WIB Politik
dan Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/199805-syafii-maarif-perda-syariah-ibarat-politik-gincu>
<http://twitter.com/home/?status=Syafii Maarif: Perda Syariah Ibarat
Politik Gincu
http://mediaindonesia.com/read/detail/199805-syafii-maarif-perda-syariah-ibarat-politik-gincu
via @mediaindonesia>
Syafii Maarif: Perda Syariah Ibarat Politik Gincu
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/11/020829cbfe5bfb6556c0ea1e68e16f0f.jpg>
/MI/ROMMY PUJIANTO/
CENDEKIAWAN muslim Syafii Maarif mengatakan Perda Syariah selama ini
jika diibaratkan seperti politik gincu. Syafii menuturkan politik gincu,
yakni tampak di bibir tapi tidak terasa. Sedangkan, seharusnya Perda
Syariah itu harus seperti garam, yakni terasa tapi tak tampak di bibir.
"Kalau mau menegakkan ajaran islam harus berpedoman pada filsafat
garam," ucap pria yang biasa disapa Buya tersebut.
Lebih lanjut, Maarif mengatakan syariat Islam memang harus ditegakkan
dengan atau tanpa adanya aturan daerah. Syariat yang sebetulnya
ditegakkan untuk mencapai keadilan, persatuan, dan kebersamaan umat.
Akan tetapi, Maarif melihat selama ini syariah dijadikan produk politik
yang bertujuan meraup dukungan suara di daerah. Maarif menilai syariat
menjadi komoditi politik yang hanya bertahan selama proses pemilihan saja.
"Itu saya rasa untuk jangka pendek, untuk menjaga dan mendapat
konstituen," kata Maarif saat menghadiri peluncuran Sekolah Kemanusiaan
dan Kebudayaan Syafii Maarif di PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (23/11).
Maka dari itu, Maarif menyarankan untuk meninjau kembali Perda Syariah
yang dalam penerapannya merugikan dan justru bisa menambah masalah di
kemudian hari.
"Menurut saya itu harus ditinjau kembali, kalau ternyata berlawananan
dgn UUD ya ke MK aja untuk judicial review," pungkasnya.
Selain itu, Maarif mengatakan Perda Syariah bisa menjadi batu sandungan
dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, karena tidak
merepresentasikan kemajemukan di daerah.
"Itu bisa menimbulkan perpecahan, dan sebenarnya Perda itu bukan untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan oleh syariah," kata Maarif. (OL-4)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/199805-syafii-maarif-perda-syariah-ibarat-politik-gincu>
<http://twitter.com/home/?status=Syafii Maarif: Perda Syariah Ibarat
Politik Gincu
http://mediaindonesia.com/read/detail/199805-syafii-maarif-perda-syariah-ibarat-politik-gincu
via @mediaindonesia>