*Kalau benar dari 51% saham Freeport, Inalum dapat 26%,  Papua 10 % dan
sisanya tentu saja dibagi-bagikan kepada elit rezim neo-Mojopahit serta
konco bin sahabat, maka oleh karena itu mereka kasak-kusuk  memberi
berbagai pernyataan, menteri-menteri yang tidak ada hubungan dengan
pertambngan turut bicara. Dibalik pernyatan mereka terkandung hasrat
mendapat porsi kwe Freeport. Pada haketnya rezim neo-Mojopahit tidak banyak
bedanya dari zaman kekuasaan Suharto dalam mengeruk kekayaan rakyat daerah.*

*Satu hal yang umum mungkin tidak bannyak ketahui ialah bahwa pada
perjanjian yang ditandatangani antara GAM dan rezim neo-Mojopahit di
Helsinki, ditentukan bagi hasil kekayaan yang dikeruk di Aceh yaitu Aceh
mendapat 70% dan  Jakarta mendapat 30%. Hingga kini perjanjian tsb tidak
pernah dipenuhi oleh rezim neo-Mojopahit.*

*Pengalaman adalah guru terbaik kata pepatah, jadi melihat gerak-gerik
rezim neo-Mojopahit agaknya tidak keliru kalau dikatakan untuk rakyat Papua
secara jernih akan memperoleh 10% bagi hasil Freeport hanya menjadi impian
di horison.*

*https://finance.detik.com/energi/d-4314669/gubernur-papua-tolak-proposal-divestasi-saham-freeport-dari-inalum?_ga=2.88573085.702487032.1542260259-1979196698.1530083092
<https://finance.detik.com/energi/d-4314669/gubernur-papua-tolak-proposal-divestasi-saham-freeport-dari-inalum?_ga=2.88573085.702487032.1542260259-1979196698.1530083092>*

Jumat, 23 Nov 2018 20:36 WIB
Gubernur Papua Tolak Proposal Divestasi Saham Freeport dari Inalum

Hans Henricus BS Aron - detikFinance


[image: Gubernur Papua Lukas Enembe/Foto: Wilpret Siagian] Gubernur Papua
Lukas Enembe/Foto: Wilpret Siagian

*FOKUS BERITA* Sah! RI Caplok Freeport
<https://finance.detik.com/indeksfokus/2441/sah-ri-caplok-freeport>

*Jakarta* - Upaya berbagi porsi saham PT Freeport Indonesia dengan Pemda
Papua mulai bermasalah. Seperti dikutip dari *Antara*, Gubernur Papua Lukas
Enembe menolak proposal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia yang
diajukan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Pertemuan antara Gubernur Papua dan pihak Inalum berlangsung di Timika,
Kabupaten Mimika, Kamis malam (22/11).

*Baca juga: *Terbitkan Surat Utang Rp 58 T, Bos Inalum: Terbesar di
Indonesia
<https://finance.detik.com/read/2018/11/16/125602/4304605/1034/terbitkan-surat-utang-rp-58-t-bos-inalum-terbesar-di-indonesia>


"Ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, yakni (skema)
perusahaan atau badan usaha milik daerah (BUMD), tetapi (ini) kepemilikan
26 persen milik Inalum, 10 persen nanti milik Papua, dan sisa saham lainnya
kami tidak tahu milik siapa," kata Lukas dalam siaran pers kepada Antara di
Jayapura, Kamis.

Menurut Lukas pembahasan proposal di Timika ini merupakan tindak lanjut
dari pertemuan di Jakarta pada 12 November 2018. Saat itu Inalum
menyodorkan proposal divestasi Freeport Indonesia, namun, sekarang ini,
isinya sudah di luar kesepakatan sebelumnya dengan Menteri Keuangan.

*Baca juga: *Utang Cair, Inalum Bayar Saham Freeport Setelah Urusan Izin
Beres
<https://finance.detik.com/read/2018/11/16/133812/4304693/1034/utang-cair-inalum-bayar-saham-freeport-setelah-urusan-izin-beres>


"Jadi, pertemuan sebelumnya dengan Menteri Keuangan disepakati jika hendak
membuat BUMD atau perusahaan baru, maka harus dibahas dan disepakati
bersama, bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sudah menyiapkan nama
BUMD tersebut serta sudah diserahkan kepada Menteri Keuangan," jelas Lukas.

Nah, yang bikin Lukas menolak proposal Inalum karena kesepakatan sebelumnya
diubah dengan proposal baru. Dalam proposal baru itu disodorkan nama
perusahaan daerah adalah PT Indocopper Investama, yang sebelumnya merupakan
perusahaan milik Aburizal Bakrie dan sempat memegang saham Freeport,
sebelum dijual lagi ke PT Freeport Indonesia.

"Jangan membuat sejarah masa lalu yang tidak baik untuk diulang kembali,
sehingga kami minta agar pembentukan perusahaan BUMD ini harus dibahas
ulang," tegas Lukas.

*Baca juga: *Transaksi Saham Freeport Beres Bulan Depan? Ini Kata Pemerintah
<https://finance.detik.com/read/2018/11/23/180918/4314510/1034/transaksi-saham-freeport-beres-bulan-depan-ini-kata-pemerintah>


Dia menambahkan apabila Inalum keberatan dengan kesepakatan sebelumnya,
seharusnya disampaikan dulu ke Pemprov Papua, sehingga bisa dicari investor
lain untuk divestasi saham Freeport Indonesia ini.

"Dalam divestasi saham tersebut, pemerintah melalui Inalum bersedia membeli
saham sebesar 51 persen kepada Freeport Indonesia, kemudian 10 persen saham
untuk Pemprov Papua itu, PT Inalum akan mengambil deviden miliknya Bumi
Cenderawasih. Kami sudah minta untuk perlunya duduk bicara kembali, karena
dirasa belum bicara soal kepemilikan hak ulayat," ujarnya. *(hns/dna)*

Kirim email ke