Susi Pudjiastuti: RI Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia
Reporter:
Antara
Editor:
Kodrat Setiawan
Selasa, 27 November 2018 09:17 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan
di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November 2018. TEMPO/Chitra
ParamaestiMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat
memberikan sambutan di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November
2018. TEMPO/Chitra Paramaesti
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Menteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>menyatakan berbagai kalangan
masyarakat harus menyadari bahwa lautan Nusantara adalah warisan yang
harus benar-benar dijaga bagi generasi mendatang.
*Baca juga:Susi Pudjiastuti Denda Anak Buahnya Rp 500 Ribu, Jika...
<https://bisnis.tempo.co/read/1149520/susi-pudjiastuti-denda-anak-buahnya-rp-500-ribu-jika/full&view=ok>*
"Laut harus tetap dijaga turun temurun. Laut itu warisan bukan milik
kita, tapi sebuah warisan dari nenek moyang kita ke kita. Dari warisan
maka harus kita turunkan ke anak cucu kita," kata Susi Pudjiastuti dalam
siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, 27 November 2018.
Dengan kata lain, ujar Susi, laut diyakini sebagai masa depan bangsa
Indonesia.
Menurut dia, jika laut Indonesia yang memiliki pantai kedua terpanjang
di dunia ini dapat dikelola dengan baik, maka laut Indonesia ini dapat
memberikan kehidupan yang layak bagi penduduknya yang merupakan penduduk
kelima terbesar di dunia.
"70 persen dari dunia ini adalah lautan, 70 persen dari wilayah
Indonesia adalah lautan. Ditambah sungai, ditambah danau 80 persen lebih
hampir 85 persen wilayah Indonesia ini adalah air. Jadi airlah yang
harusnya menjadi sumber kehidupan kita semua," ucapnya.
Ia berpendapat bahwa menggantungkan hidup dari lautan berarti juga harus
siap untuk menjaga kelestariannya.
Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, baik
dalam bentuk kantong kresek, bungkus makanan atau produk kecantikan,
sedotan, botol minuman, dan sebagainya yang dapat membahayakan
lingkungan dan ekosistem di dalamnya.
"Diperkirakan Indonesia ini sekarang menjadi penyumbang sampah laut
terbesar nomor 2 di dunia, khusus sampah plastik, kita belum hitung
sampah yang lain. Tapi kalau sampah lain bisa hancur. Bapak-bapak dan
Ibu-ibu harus tahu, sampah plastik itu 450 tahun tidak akan hancur,"
kata Susi.
ADVERTISEMENT
Menteri Susi juga memberikan contoh beberapa daerah yang akan memulai
penerapan kebijakan pelarangan plastik sekali pakai. Salah satunya Bali,
yang rencananya akan memulai pada Januari mendatang.
Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai juga telah diterapkan di
Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pemberian denda
bagi yang melanggar.
Susi Pudjiastuti <https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>juga
berpendapat, stok ikan lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) Indonesia
yang belakangan telah mengalami peningkatan cukup menggembirakan harus
dijaga dengan upaya pelestarian lingkungan.
*ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com