Mari Pangestu: Perlu revolusi mental masuki revolusi industri
Selasa, 27 November 2018 00:50 WIB
Mari Pangestu: Perlu revolusi mental masuki revolusi industri
Presiden Yayasan United in Diversity Mari Elka Pangestu di Kompleks
Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/11/2018). Foto ANTARA News (Agus
Salim)
Kalau sekarang beliau sering membahas infrastruktur maka sekarang
infrastruktur manusia yang harus kita bangun."
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Yayasan United in Diversity Mari Elka
Pangestu menyatakan perlunya revolusi mental dari semua pihak dalam
memasuki revolusi industri keempat.
"Kami bagian dari satgas untuk mengubah kapasitas kepemimpinan, bagian
dari revolusi mental untuk birokrasi, dan kami dari Yayasan UID bagian
dari itu karena kita punya metode pembelajaran untuk mengubah mindset,"
kata Mari di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Mantan Menteri Perdagangan itu menyebutkan yayasan itu sudah menerapkan
metode itu selama 10 tahun terakhir di berbagai program.
"Kami diundang untuk bergabung dengan tim Lemhanas, tim Ristekdikti yang
ketuanya Pak Luhut," katanya.
UID merupakan organisasi nirlaba, berkedudukan di Indonesia yang
didirikan oleh para tokoh bisnis dan pemerintah.
Ia menyebutkan dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Presiden meminta
untuk mendorong revolusi mental yang lebih luas, tidak hanya di kalangan
birokrasi.
"Awalnya untuk birokrasi tapi tadi beliau inginnya tidak hanya untuk
birokrasi tapi diperluas karena menurut beliau, perubahan yang sangat
cepat merupakan tantangan yang harus memberi kesempatan untuk melompat
maju," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, semua harus siap, termasuk sumber daya
manusia (SDM)-nya.
"Kalau sekarang beliau sering membahas infrastruktur maka sekarang
infrastruktur manusia yang harus kita bangun," kata Mari Pangestu.
Pewarta: Agus Salim
Editor: Kunto Wibisono
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com