*Apakah ini sebahagian dari hukum syariah yang mau diterapkan? Makin konyol
NKRI! *


https://suara-islam.com/antara-kenikmatan-dan-ketaatan/


Antara Kenikmatan dan Ketaatan

20 Agustus 2018


“Hidup di dunia hanya sebentar, nikmati saja,” Ungkapan seperti itu tidak
asing di telinga kita ya gaes?

Terkadang kalimat itu menjadi senjata ampuh untuk sekedar mengajak temen
kita hangout, nonton, makan bareng dan sebagainya.

Kalau kita cermati, sebetulnya tidak ada masalah dengan ungkapan di atas.
Sah-sah saja. Karena faktanya, hidup di dunia ini memang hanya sebentar
saja. Singkat dan sekejab. Ibaratnya hanya seperti minum teh disore hari.
Sayang kalau tidak dinikmati, benar nggak?

Nah…pertanyaannya, sebagai seorang muslim, sebatas apakah kita bisa
menikmati hidup? Bolehkah kita berekspresi sekehendak hati kita? Yuk ah…
kita bahas!

Gaes, coba pikirkan! kita berasal dari Allah. Kemudian akan kembali kepada
Allah. Tentu hidup di dunia ini harus mengikuti aturan Allah. Sebab surga
dan neraka Allah yang punya. Jika kita inginkan surga yang kekal dan penuh
kenikmatan serta kelezatan di dalamnya, maka kita harus taat. Menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya di sini, bukan berarti
kita harus menjaukan diri dari segala kesenangan dan kenikmatan dunia ya
gaes! Kita boleh bersenang-senang, menikmati keindahan dunia asalkan tidak
melanggar aturan Allah.

Terus, dari mana kita tau aktifitas kita itu melanggar aturan Allah atau
tidak? Tentu dari Al Quran dan As Sunah. Allah menciptakan kita sudah
komplit dengan aturannya. Islam adalah agama yang sempurna. Seluruh
aktifitas kita dari A sampai Z diatur oleh Islam tanpa terkecuali. Dari
mulai pergaulan, perekonomian, pemerintahan dan masih banyak lagi, semua
diatur oleh Islam. Pokoknya dari urusan kecil sampai urusan yang besar,
tidak luput dari aturan islam.

Contohnya nih gaes…, di negeri tercinta kita ini sedang sibuk mencari sosok
pemimpin, nah inipun diatur oleh Islam, tidak asal-asal pilih saja. Karena
jari jemari kita ini akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan kita.
Jika pemimpin yang kita pilih ini berbuat zolim dan terus menerus
menyelisihi aturan Allah, maka dosanyapun akan terus mengguyur tubuh kita.
Serem ya gaes…?

Selain contoh diatas, ada hal yang lebih nampol di kalangan remaja. Yaitu
masalah cinta. Pernah merasakan jatuh cinta gaes? Tentu pernah ya…, karena
kita diciptakan Allah dengan dibekali naluri untuk saling mengasihi dan
menyayangi satu sama lain.

Jadi gaes…, jatuh cinta itu adalah sesuatu yang normal. Tinggal
penyalurannya saja yang harus sesuai dengan hukum syara. Tidak boleh sesuka
kita. Islam melarang pacaran, karena pacaran sangat dekat dengan zina.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan
keji, dan satu jalan yang buruk,” (Q.S. al-Isra: 32). Catat ya gaes…,
mendekatinya saja tdk boleh! Apalagi sampai berzina, kumpul kebo.

Kita bisa mencurahkan kasih sayang antar lawan jenis, bersenang-senang
mereguk nikmatnya dunia hanya dalam bingkai pernikahan. Jadi saat cinta
menerpa, jika sudah mampu untuk menikah, maka bersegeralah. Jika belum
mampu, berpuasalah. Supaya kita terhindar dari bermaksiat kepada Allah.

Clear ya gaes…? Islam adalah agama yang sempurna. Mengatur seluruh aspek
kehidupan. Apapun aktifitas yang kita lakukan di dunia ini memiliki
konsekwensi. Apakah akan menghantarkan kita ke surga atau ke neraka. Islam
tidak pernah melarang untuk bersenang-senang menikmati hidup asalkan dalam
bingkai ketaatan.

[Ria Asmara]

Kirim email ke