Ingat tidak Jokowi pernah bilang supaya perdagangan bebas segera dilaksanakan. 
Ormas-ormas progresif Indonesia sudah sejak lama menentang persetujuan 
perdagangan bebas yang disetujui pemerintah dengan berbagai pemerintah termasuk 
Tiongkok yang getol sekali mengkampanyekan perdagangan bebas. Ya, jelas Tkk 
berkepentingan sekali perdagangan bebas, dengan demikian produknya bisa masuk 
dengan bebas ke negeri-negeri ASEAN. Produk asing yang sudah berlebihan 
memerlukan pasar. Makanya Jokowi selalu dipuji IMF-Bank dunia karena dengan 
senang menkalankan dikte-diktenya, termasuk perdagangan bebas. Saya tahu, si 
Chan akan dengan girang mengambil pernyataan saya ini dengan mengatakan:" O 
nenek dalam tempurung itu anteknya AS, etc. Tidak heran, seperti dalam urusan 
pemilu, kalau tidak dukung Jokowi, kontan orang dituduh, kamu pro Prabowo. 
Kalau tidak dukung Tkk, maka kamu dukung AS!! Mereka sangat meremehkan rakyat. 
Dianggap sesuautu yang tak masuk akal kalau ada orang yang mendukung rakyat dan 
memilih rakyat.
Banyak Pabrik Terancam Kolaps, RI Dikepung Baja Impor
NEWS - Roy Franedya, CNBC Indonesia 24 November 2018 12:17



Foto: REUTERS/Rebecca CookJakarta, CNBC Indonesia - Industri baja nasional 
sedang menghadapi cobaan yang berat. Pasalnya industri baja tanah air sedang 
dihadapkan pada masalah daya saing rendah karena praktik eksportir baja asing 
dalam memasukkan baja ke Indonesia.


Bara eksportir Baja luar negeri ini melakukan praktik circumvention dengan 
mengalihkan harmonized number (HS Number). Mereka memasukkan baja karbon 
(carbon steel) namun menggunakan HS number baja paduan (alloy steel).

Seperti diketahui, impor carbon steel dikenakan bea masuk 15%, sementara itu 
alloy steel bebas bea masuk. Dengan tidak dibebankan biaya masuk maka harga 
jual menjadi lebih murah dan merusak industri baja nasional.
Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan praktik kecurangan ini 
memanfaatkan celah aturan Permendag 22 tahun 2018. Aturan ini dibuat untuk 
menurunkan dueling time tetapi jadi celah untuk pengalihan HS number.

"Artinya itu banyak masuk alloy steel padahal sebenarnya itu digunakan untuk 
pembangunan konstruksi yang sebenarnya itu carbon steel, jadi pengalihan HS 
number untuk menghindari bea masuk dan ini kerugian buat negara," ujar Silmy 
Karim dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (23/11/2018).

"Terus kemudian praktik ini menimbulkan kerugian buat industri baja, nah ini 
yang tidak pernah diukur, karena industri itu akan sangat kurang baik buat 
Indonesia."  

Silmy Karim menjelaskan pemerintah perlu menata kembali industri baja dalam 
negeri agar bisa bersaing secara adil. Saat ini Indonesia punya masalah dengan 
konteks industri baja nasional sementara industri baja merupakan mother of 
industry.

"Jadi sangat penting bagi suatau negara, kalau kita lihat China, India yang 
saat ini sedang gencar melakukan pembangunan ekonomi kita melihat bahwa mereka 
concern dengan industri baja karena ini menyangkut kepada daya saing nasional 
atau daya saing industri," tambahnya.

Kirim email ke