Kok Mahathir punya nyali alias berani membatalkan megaproyek infrastruktur yang dibiayai dengan utang Tiongkok? Kenapa Mahathir tidak tergiur dengan rel kereta api sepanjang 688 km, ya??. Tiap kali ada orang yang mengkritik Jokowi yang terus bikin utang, banyak pendukung Jokowi yang bilang, lho itu utang sudah sejak presiden yang lalu. Lha ini Mahathir kok bisa membatalkan persetujuan dan utang yang sudah dibuat oleh pendahulunya?? Lain Malaysia, lain Indonesia, begitu kira-kira suara pembelaan Jokowi. Iya betul, memang lain. Yang satu punya nyali, yang satunya lagi, punya apa ya? Punya Mahkota Kerajaan neo-Majapahit!!!
Lagi, Mahathir Batalkan Proyek Infrastruktur Dengan China NEWS - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia 10 September 2018 20:30 Kuala Lumpur, CNBC Indonesia - Malaysia kembali mengambil tindakan berani dengan menghentikan tiga proyek pipa yang disokong China setelah menunda pengerjaannya pasca pemilu mengejutkan di bulan April, di mana aliansi oposisi berhasil memimpin negara itu untuk pertama kalinya. Seorang juru bicara Kementerian Keuangan mengonfirmasi bahwa Negeri Jiran sudah membatalkan tiga proyek pipa yang disokong China Financial Times yang dikutip The Star sebelumnya mengutip Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Engyang berkata dia sudah mengirim surat ke "pihak-pihak terkait" di Beijing untuk mengakhiri rencana proyek tersebut. Rencana tersebut mencakup dua pipa minyak dan pipa gas yang masing-masing membutuhkan biaya lebih dari US$1 miliar (Rp 14,8 triliun), serta jalur pipa senilai US$795 juta yang akan menghubungkan Malaka dengan sebuah kilang dan pabrik petrokimia di Johor, tulis koran tersebut. Lim tidak menyebutkan biaya pembatalan yang harus dibayarkan Malaysia untuk membatalkan proyek-proyek pipa. Namun, dia mengatakan para pengacara menangani masalah tersebut, kata pemberitaan tersebut. Sejak menjabat, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah meninjau kembali proyek-proyek infrastruktur yang ditangani oleh pemerintahan sebelumnya. Upaya pemangkasan biaya ditujukan untuk menanggulangi liabilitas negara, yang sudah melonjak di atas 1 triliun ringgit (Rp 3.576 triliun) akibat jaminan pinjaman negara oleh lembaga investasi negara 1MDB. Lembaga itu saat ini menjadi pusat dari skandal pencucian uang bernilai miliaran dolar Selasa, 21 Agu 2018 16:35 WIB Ini Megaproyek Pinjaman China yang Dibatalkan Mahathir Mohamad Jakarta - Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamadmembatalkan dua proyek strategis yang sedianya akan dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 290 triliun. Alasan Mahathir terkait pembatalan proyek tersebut adalah, soal kemampuan Malaysia untuk membayar utang yang diberikan China untuk pembangunan proyek infrastruktur di negeri Jiran. Proyek yang dibatalan tersebut adalah proyek East Coast Railway Link (ECRL) yaitu Kereta Api Pantai Timur, dengan total biaya pengerjaan yang mencapai US$ 20 miliar atau setara Rp 290 triliun. Mengutip dari Reuters, Selasa (21/8/2018), jika proyek ini terealisasi, Malaysia akan memiliki rel kereta api spanjang 688 kilometer. Jalur ini akan menghubungkan kawasan Laut Cina Selatan di pantai timur Semenanjung Malaysia. Kawasan ini memiliki rute pelayaran strategis di wilayah barat. Proyek ini merupakan bagian utama dari dorongan infrastruktur China agar kawasan Asia bisa terhubung dalam rencana China's Belt and Road Initiative (BRI). Bila jadi, China akan lebih mudah mengirim barang ke negara-negara Asia Tenggara. Proyek ini rencanannya akan dikerjakan oleh China Communications Construction Co (CCCC) dengan total tenaga kerja dan staf lokal 2.250 orang. Sebagai informasi, Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengambil keputusan besar untuk dunia investasi Malaysia. Pria berusia 93 tahun tersebut membatalkan dua proyek strategis yang dibiayai dari pinjaman China. Dua proyek yang dimaksud adalah proyek East Coast Rail Link (ECRL) dan proyek pipa gas alam di Sabah. Keputusan tersebut disampaikan Mahathir dalam lawatan 5 harinya di negeri tirai bambu. Ia mengatakan, proyek bakal ditunda hingga Malaysia benar-benar mampu Malaysia Batalkan 2 Mega Proyek Rp 290 T yang Dibiayai China Foto: Rachman HaryantoJakarta - Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengambil keputusan besar untuk dunia investasi Malaysia. Pria berusia 93 tahun tersebut membatalkan dua proyek strategis yang dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 290 triliun. Dua proyek yang dimaksud adalah proyek East Coast Rail Link (ECRL) dan proyek pipa gas alam di Sabah. Mengutip reuters, Selasa (21/8/2018), keputusan tersebut disampaikan Mahathir dalam lawatan 5 harinya di negeri tirai bambu. Ia mengatakan, proyek bakal ditunda hingga Malaysia benar-benar mampu. Kantor perdana menteri Malaysia mengkonfirmasi kebenaran pernyataan yang disampaikan Mahathir kepada awak media di Beijing tersebut. Mahathir mulai membatalkan dan menunda proyek-proyek China di Malaysia sejak dia memperoleh kembali kepemimpinannya sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum pada Bulan Mei lalu. Proyek ERCL merupakan proyek inti di sektor infrastruktur di Malaysia yang dibiayai China. Pekerjaan sempat ditunda lantaran ada kajian yang menyebut biaya proyek ini terlalu mahal hingga isu korupsi yang mewarnai proyek. Sebelum kunjungannya ke China, Mahathir sering kali menyebut akan membahas sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai China dengan kesepakatan kerja sama yang dianggap 'tidak adil' yang disahkan oleh mantan perdana menteri Najib Razak.
