Hello Mister Noroyono,
Sebelum Anda memberikan Titel "IMPERIALISME CHINA" kepada RRT, saya usulkan 
Anda untuk memberikan pengertian yang ilmiah tentang Apa itu Imperialisme? Dan 
kemudian Anda lihat perkembangan atau expansi Imperialisme USA, dengan basis 
militer di 39 Negara, yang melebihi dari satu juta Serdadu Pentagon, untuk 
melekukan perampokan diseluruh Kontinent: perampokan dari perstuan 
Monopolkapital Raksasa USA. R.I.selama setengah-abad ini telah menjadi vasal 
republik Imperialisme USA. Apakah RRT berbuat yang seperti itu?.
Menghadapi expansionisme IUSA, hanya bisa dengan kekuatan Militer yangsama, 
perekembanga/kekuatan perekonomian yang sama dan untuk itu Hi Jinping harus 
berbuat semua kemungkinan supaya dominasi perampokan USA harus dihentikan; dan 
itu hanya bisa RRT dan Russia. Atau menurut Anda RRT dan Russia juga telah 
seperti imperialisme USA,merampok di R.I?  Putin melepaskan Utang R.I.. 
sejumlah 3Milliard USDollar, apakar USA akan berbuat demikian? RRT membantu 
membangun Perekonomian di Centar Asia, USA merampok di Central Asia!, etc.

Justru itu Analisa sebaik mungkin, Anda toch seorang Sarjana Tinggi, dalam 
Situasi Internasional yang dalam Kriasis Civilizasi Dunia yang bajam.

Best regards,

Tjaniago

--------------------------------------------
Pada Ming, 25/11/18, Noroyono 1963 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: [GELORA45] IMPERIALISME CHINA | Artikel konsumsi untuk para 
Tiongkok-haters/-hyperhaters. [1 Attachment]
 Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
 Tanggal: Minggu, 25 November, 2018, 2:22 AM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Artikel konsumsi
 untuk
 para Tiongkok-haters/-hyperhaters.Suka, dibaca. Tidak suka, dihapus. Zo
 simpel is het!Diskusi? Hal itu tidak saya
 kesampingkan, asal saja diskusi dilakukan di atas dasar
 kesepakatan ”Bersepakat
 mungkin tidak bersepakat”. Noroyono25/11/2018
  ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
  
  Abdul Kholik31
 maart om 10:12 · IMPERIALISME
 CHINA  Sesuai perkembangannya,
 Imperialisme atau Penjajahan ada
 dua macam ; teritorial dan modal. Imperialisme teritorial
 berlangsung sejak
 abad 16, dipelopori oleh Negara-negara Eropa, berakhir antara
 1945-1950.
 Imperialisme modal tahun 1950-an sampai sekarang, dipelopori
 oleh Amerika
 Serikat.  Imperialisme teritorial
 dibarengi dengan kehadiran bala
 tentara di sebuah wilayah koloni (karena itu disebut Kolonialisme),
 Imperialisme jenis ke dua tanpa kehadiran bala tentara, tapi
 cukup dengan
 menghadirkan modal atau (bahasa halusnya) investasi, ke
 negara-negara yang baru
 lepas dari imperialisme teritorial. Kecuali terpaksa,
 seperti untuk Irak atau
 Afghanistan, yang "harus" dengan agresi
 militer.  Kedua jenis imperialisme itu
 tujuannya sama, yaitu
 mengambil atau mengeruk atau merampok (atau apa pun
 istilahnya, yang penting
 enak didengar telinga) kekayaan suatu bangsa untuk diangkut
 ke Negara Imperialis.  Selama puluhan tahun era
 imperialisme modal, Amerika selalu
 menjadi Negara Adidaya. Belakangan, pasca perang dingin,
 kejayaan itu disaingi
 oleh China, setidaknya sejak tahun 1990-an. Bahkan, pasca
 2010 persaingan itu
 sudah mengarah ke Pergeseran Dominasi ; dari
 Amerika ke China.   Terlepas apakah nanti yang
 menang China atau Amerika,
 dengan polanya masing-masing, model imperialisme China ini
 harus dicermati
 secara lebih serius. Karena faktanya, banyak negara hancur
 berantakan setelah
 langkah imperialistik China sukses di negara itu. Bahkan
 Rusia, Negara sebesar
 itu sempat "dikerjain" oleh China. Indonesia ?
 Hanya soal waktu.   Tulisan Akun Twitter Bapak Republik
 @PendiriRepublik
 ini menguraikan cukup detail bagaimana model imperialisme
 China mulai dari
 Afrika, Amerika Latin hingga Rusia. Indonesia, yang mulai
 intensif
 menjalin hubungan ekonomi sejak Pemerintahan Gus Dur, memang
 agak
 "terlambat " dikerjain China. Tapi, keterlambatan
 itu kemudian
 "dikejar" pada Pemerintahan Jokowi.
 Hasilnya, " Indonesia negara korban
 Imperialisme China paling mudah
 ditaklukkan".(
 Abdul Kholik )  Berikut Tulisannya. (1). Sejumlah
 penelitian menuduh Cina telah mengeksploitasi sumber daya
 negara2 Afrika yang
 kayaatau berperilaku seperti
 imperialis di Afrika. Peter Hitchens
 mengungkap bahwa China terbukti sedang membangun
 'kerajaan budak' di
 Afrika.  Bgmn dgn Indonesia ?  (2). Kebijakan China di Afrika
 khususnya di negara2
 debitur dan pusat investasi, China menunjukan gejala bahwa
 China sedang
 membangun Kerajaan Budak di Afrika. China menggunakan
 hasil penelitian
 ttg budaya bangsa Afrika secara efektif utk tujuan
 itu.  (3). Di Asia, China sdh
 menerapkan imperialism terbatas
 pada sejumlah negara. Indonesia salah satu korban
 imperialism China. Langkah
 China merambah Australia, benua yg kaya
 sumber daya telah terhambat
 sikap anti China yg cepat berkembang di Australia.  (4). Stereotip Bahaya 
Kuning
 yang pernah mendominasi
 Barat di akhir abad 19 dan awal abad 20 telah menimbulkan
 rasa takut bahwa
 China akan mengikuti jejak imperialism Barat, bahkan dg cara
 yg lebih brutal,
 masif, destruktif. Afrika hanya objek eksploitasi
 imperialism China.  (5). Kebutuhan gas konsumsi
 domestik China telah terbukti
 mendorong China menginvasi Spratly Island yg kaya
 gas alam. Mampu memenuhi kebutuhan gas domestik china selama
 30 tahun ke depan.
 Konflik LCS yg tak seimbang, menempatkan China sbg pemenang
 dan penguasa
 spratly Islands LCS.  (6). Seperti Japan menghancurkan
 Pearl
 Harbour Hawai 1941 guna menjamin keberhasilan Jepang
 menginvasi
 Asia khususnya Malaysia dan Sumatera (Indonesia) yg kaya
 Karet dan minyak bumi,
 China menaklukkan The White House dgn lobi
 super intensif kepada Obama dan Arkansas
 Connection.  (7). Setelah AS dijinakkan
 China, ekspansi ke Asia
 Tenggara lebih mudah. Target pertama China menguasai Spratly
 Islands tercapai
 tanpa protes & perlawanan Indonesia, Singapura,
 Malaysia. China dg mudah
 menundukan Vietnam, Pilipina dan Brunei. Kepulauan Spratly dikuasai
 China sepenuhnya.  (8). Rencana China mewujudkan
 hegemoni global : Afrika,
 Amerika Latin, Asia Pasifik berhasil sesuai rencana hingga
 akhir 2016 di mana
 Australia menjadi target berikutnya bagi China utk menguasai
 kawasan Ocenia..
 Australia dan Oceania menjanjikan masa depan cerah Imperium
 China.  (9). Sebelum Trump/Republiken
 jadi penguasa AS, China
 benar2 menikmati kejayaan dan hegemoni di Afrika, Amerika
 Latin dan Asia
 Pasifik, kecuali Australia yg telah menjadi fokus penaklukan
 China. Trump/Republiken
 mengubah segalanya. China terpaksa mundur selangkah dlm
 menggapai tujuan.  (10). Kepercayaan diri China yg
 sempat meningkat ketika
 Trump menandatangani kontrak kerjasama terbesar sepanjang
 sejarah dunia US$ 250
 miliar dari China tahun lalu, ternyata tdk mampu melunakan
 hati Trump utk mereposisi
 status China di mata Trump. AS terus mendesak China
 mundur.  (11). AS mengirim armada kapal
 perangnya ke LCS dan
 mengusir pasukan China yg menduduki Spartly Islands, memaksa
 china mematuhi
 status quo pada Spratly. Kapal Induk AS utk pertama kali
 sejak perang Vietnam
 berlabuh di perairan Vietnam sbg sinyal keseriusan AS
 menindak China.  (12). Kebijakan keras AS
 terhadap china di bidang politik
 dan ekonomi memaksa China menangguhkan semua pesta
 eksploitasi dari negara2
 afrika, amerika latin dan Asia Pasifik yg telah menjadi
 korban imperialisme
 nya. China dipaksa fokus hadapi AS.  (13). Berbeda dgn strategi
 imperialism China di Asia
 Pasific, China datang ke Afrika dgn membawa bantuan
 ideologi, ekonomi dan
 militer utk membantu negara2 Afrika dlm perjuangan
 anti-kolonial Barat pada
 tahun 1950-an. Afrika menganggap China sbg sekutu dlm
 perjuangan kemerdekaan.  (14). Selama periode
 dekolonisasi ini, Beijing menjalin
 hubungan yang kuat dengan sejumlah negara Afrika yang akan
 menjadi semakin
 penting bagi tujuan ekonomi Cina setelah Perang Dingin
 mereda. Namun perlahan
 tapi pasti tujuan kehadiran China sekarang dilihat sebagai
 neo-imperialisme..  (15). Satu Dasawarsa terakhir
 banyak negara menjadi
 korban jeratan utang China. Tdk hanya Afrika, Amerika Latin
 dan Asia Pasific,
 bahkan Rusia pun telah menjadi korban jeratan utang China
 melalui perjanjian
 utang yg licik dan merugikan Rusia. Tdk ada yg bisa
 menghentikan ekspansi
 China.  (16). Pada th 2009, raksasa
 minyak dan pipa Rusia,
 Rosneft dan Transneft, mengambil pinjaman sindikasi sebesar
 US $ 25 miliar dari
 China Development Bank (CDB). CDB adalah Bank yg
 juga akan
 membiayai Kereta CEPAT Jakarta Bandung
 .  (17). Pinjaman tersebut
 diperlukan utk membiayai sebuah
 proyek raksasa yang akan memasok 15 juta ton minyak ke China
 per tahun, atau
 300.000 barel per hari, selama lebih dari 20 tahun. Dengan $
 10 miliar,
 Transneft berhasil menyelesaikan pembangunan pipa pertama
 Rusia ke Asia.  (18). Jaringan Pipa minyak itu
 terbentang dari Rusia ke
 China dan Pasifik. Dengan sisa US$ 15 miliar, Rosneft
 melakukan eksploitasi
 ladang minyak Vankor di Siberia timur, sebuah ladang minyak
 terbesar yg
 ditemukan di Rusia dalam 25 tahun terakhir.  (19). Saat ini Rosneft membayar
 bunga sekitar 4%,
 berdasarkan tingkat margin LIBOR 3,25% rata-rata selama enam
 bulan. Dengan
 LIBOR di posisi terendah dalam sejarah, persyaratan
 perjanjian pinjaman tetap
 menarik bagi perusahaan Rusia.  (20). Pipa tersebut selesai pada
 tanggal 1 Januari 2011.
 Namun biaya transportasi minyak per barel muncul menjadi
 sengketa tak
 terselesaikan antara kedua negara: Rusia - China. Tahun lalu
 Rosneft menyetujui
 perubahan kesepakatan yang mengizinkan diskon US $ 1,50 /
 barel.  (20). Yaitu untuk pengiriman
 minyak mentah yang
 ditawarkan Rusia ke China National Petroleum Corp sebagai
 penerima manfaat dari
 kontrak pasokan minyak. Keterpaksaan Rusia utk menerapkan
 diskon menimbulkan kerugian
 lebih US$ 3 milyar dalam pendapatan agregat selama 20
 tahun.  (21). Jika Rusia tdk berikan
 diskon yg diminta China,
 maka ribuan kilometer pipa penyalur minyak dari Rusia ke
 China tdk akan
 beroperasi. Rusia akan menanggung kerugian lebih besar dari
 US$ 3 miliar tanpa
 ada harapan solusi. China menjebak Rusia dlm perjanjian
 utang !  (22). Sekarang, setiap kali
 memandang bentangan pipa
 sepanjang ribuan kilometer dari Rusia ke China, Bangsa Rusia
 mengelus dada
 tanda prihatin karena Rusia menelan kerugian US $ 450.000
 per hari akibat
 kelicikan China dlm perjanjian utang.  (23). Nasib lebih buruk dialami
 raksasa minyak Brasil Petrobras.. Pada
 2009 meminjam US$ 10 miliar dari China Development Bank
 (CDB) yg dikaitkan dgn kesepakatan
 pasokan ekspor minyak 150.000 barel per hari utk tahun
 pertama. 200.000 barel
 pasokan minyak per hari utk 9 thn berikutnya.  (24). Petrobas mulai mengalami
 kesulitan ketika harga
 minyak naik. Harga jual minyak petrobas ke China telah
 terikat kontrak selama
 10 tahun. Petrobas menjual minyak ke China dgn harga murah
 dan membelinya
 kembali dgn harga tinggi dari China utk kebutuhan domestik
 Brasil.  (25). Petrobas wajib ekspor 300
 ribu barel minyak/ hari
 ke China. Sdgkan total produksi minyak petrobas setelah
 dikurangi ekspor ke
 China tdk cukup utk kebutuhan domestik Brasil. Petrobas
 terpaksa beli minyaknya
 sendiri dari China dg harga pasar yg terus meningkat.
 Petrobas bangkrut.  (26). BUMN minyak Brazil,
 perusahaan minyak kelas dunia
 PETROBAS bangkrut karena jebakan utang China yg dikaitkan
 dgn kontrak ekspor
 minyak ke China 300,000 barel per hari. Bangkrutnya Petrobas
 ini menjatuhkan presiden
 Brasil dan menyeret Presdir Petrobas ke Penjara dg tuduhan
 korupsi.  (27). Bisnis adalah perang. Itu
 adalah prinsip dan budaya
 China. Dalam perang segala cara boleh dilakukan untuk
 mengalahkan musuh. Tdk
 ada kemitraan bisnis dlm budaya china. Yg ada adalah perang
 bisnis dan bgmn menghancurkan
 mitra bisnis : https://t.co/FYT7uu9xnF (28). Brasil termasuk korban
 terbaru akibat perjanjian
 perdagangan & investasi China. Brasil hnya satu dari
 banyak target penting
 dari rencana internasionalisasi perusahaan minyak asing oleh
 China di seluruh
 dunia.  (29). Dampak dari perjanjian dan
 kerjasama perdagangan
 dan ekonomi Brasil dgn China sungguh luar biasa. Pasar
 domestik Brasil kini
 hampir dikuasai sepenuhnya oleh produk China. Ketergantungan
 Brasil kepada
 China kian meningkat. Brasil terjerat hingga leher oleh
 China.  (30). Padahal hingga tahun 2005
 kehadiran China di sektor
 minyak dan gas Brasil sangat minim. Thn 2005 Sinopec
 memasuki pasar Brasil dgn menawarkan
 teknologi EPC canggih dan berpartisipasi dalam Proyek
 GASENE. Tahun 2009:
 Petrobras meminjam US$ 10 miliar dari China. Malapetaka !  (31). Pinjaman 
China harus
 dibayar kembali dengan ekspor
 minyak. Tahun 2010: ketentuan kontrak bhw China dapat
 membantu mencari sumber ladang
 minyak baru mendorong Sinopec untuk mengakuisisi saham di
 Galp dan Repsol.
 Sinochem menjelajah seluruh Brasil.  (32). Tahun 2013 : China
 National Petroleum Corporation
 (CNPC) dan Nasional China Offshore Oil Corporation (CNOOC)
 memenangkan
 masing-masing 10% di Blok Migas Libra - Brasil.  (33). China tidak saja 
menguasai
 sektor perminyakan
 Brasil, tapi hampir seluruh sektor ekonomi negara itu. https://t.co/EUA063iKxS 
(34). Tahun 2010 : Sinopec
 mengakuisisi 40% Repsol Brasil
 senilai US $ 7,1 miliar. Perusahaan baru “Repsol
 Sinopec” milik China kini
 adalah raksasa E & P di Brasil dgn kapitalisasi pasar
 US$ 17,8 miliar.
 Posisi strategis di seluruh Explorasi & Produksi Migas
 Brasil. Brasil Sapi
 Perah China !!  (35). Hanya dua kata
 menggambarkan Brasil hari ini :
 Korban China ! Brasil dari negara menengah tingkat ekonomi
 dan menjadi anggota
 BRICS, Kini hancur berkeping2 ekonominya dn kacau
 politiknya. Akibat neoimperialisme
 china. https://t..co/UQAOxQEIyR (36). Hanya satu negara di dunia
 yg berhasil menghindar
 dari jeratan dan perangkap utang China : INDIA . Yg lain ?
 Hancur.
 Indonesia menyusul, Tdk lama lagi .... Defisit perdagangan
 RI sdh 3 bulan berturut2
 terjadi. Belum pernah dalam 15 tahun terakhir ini. Kecuali
 di era Mukidi.  (37). Indonesia negara korban
 imperialisme china paling
 mudah ditaklukan. Dimulai dari menjatuhkan Suharto, Gandeng
 AS rombak total UUD45. Naikan Gus Dur jadi RI 1- dgn konsesi
 politik luar biasa
 utk China. Melemahkan ketahananan nasional RI melalui
 pelepasan BUMNIS
 (Indosat, VVLC dll).  (38). Dan sekarang China
 berkuasa total di Indonesia
 melalui common proxi Mukidi. Awalnya samar, Lalu makin
 nyata, Dan makin nyata.
 Sampai pada saatnya kita rakyat Indonesia tdk dpt berbuat
 apa2.Invasi WN, TK, Cyber Army,
 Milisi, agen intel China sdh
 menyebar ke seluruh Indonesia.  (39). Imperialism China pada
 Indonesia ini jauh lebih
 berbahaya dari rencana Clinton Program thn 98-99 yg berhasil
 dicegah melalui
 Pam Swakarsa - FPI. Guna mencegah intervensi militer asing
 ke Indonesia sbg
 akibat bentrok vertikal yg direncanakan AS-China namun
 berhasil digagalkan.  (40). Semoga Indonesia yg hari
 ini kita kenal dapat tetap
 utuh hingga 2030.  Bapak
 Republik @PendiriRepublikSabtu,
 31 Maret 2018 Jam 00.40 wib.Dishare
 Oleh Abdul Kholik,Sabtu,
 31 Maret 2018 Jam
 16.10 wib. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 https://www.facebook.com/Abu.Tan.Malaka/posts/imperialisme-china-sesuai
 perkembangannya-imperialisme-atau-penjajahan-ada-dua-m/354585141710926/
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472 --
   #yiv4965488472ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp #yiv4965488472hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp #yiv4965488472ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp .yiv4965488472ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp .yiv4965488472ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mkp .yiv4965488472ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor
 #yiv4965488472ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor
 #yiv4965488472ygrp-lc #yiv4965488472hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor
 #yiv4965488472ygrp-lc .yiv4965488472ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472activity span
 .yiv4965488472underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 dd.yiv4965488472last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 dd.yiv4965488472last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 dd.yiv4965488472last p
 span.yiv4965488472yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472file-title a, #yiv4965488472
 div.yiv4965488472file-title a:active, #yiv4965488472
 div.yiv4965488472file-title a:hover, #yiv4965488472
 div.yiv4965488472file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472photo-title a,
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472photo-title a:active,
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472photo-title a:hover,
 #yiv4965488472 div.yiv4965488472photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 div#yiv4965488472ygrp-mlmsg
 #yiv4965488472ygrp-msg p a span.yiv4965488472yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv4965488472 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv4965488472 .yiv4965488472replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg select,
 #yiv4965488472 input, #yiv4965488472 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg pre, #yiv4965488472
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-mlmsg #yiv4965488472logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-msg
 p#yiv4965488472attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-reco
 #yiv4965488472reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor #yiv4965488472ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor #yiv4965488472ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-sponsor #yiv4965488472ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv4965488472 #yiv4965488472ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv4965488472 
 

Kirim email ke