Bung Noroyono, selain artikel konsumsi Tiongkok haters/hyperhaters apakah ada 
juga artikel konsumsi untuk para Amerika, kapitalis, komunis, sosialis, Rusia, 
Indonesia, demokrasi, Islam, Kristen, dll. haters/hyperhaters

---In [email protected], <yskp45@...> wrote :

Hello Mister Noroyono,
Sebelum Anda memberikan Titel "IMPERIALISME CHINA" kepada RRT, saya usulkan 
Anda untuk memberikan pengertian yang ilmiah tentang Apa itu Imperialisme? Dan 
kemudian Anda lihat perkembangan atau expansi Imperialisme USA, dengan basis 
militer di 39 Negara, yang melebihi dari satu juta Serdadu Pentagon, untuk 
melekukan perampokan diseluruh Kontinent: perampokan dari perstuan 
Monopolkapital Raksasa USA. R.I.selama setengah-abad ini telah menjadi vasal 
republik Imperialisme USA. Apakah RRT berbuat yang seperti itu?.
Menghadapi expansionisme IUSA, hanya bisa dengan kekuatan Militer yangsama, 
perekembanga/kekuatan perekonomian yang sama dan untuk itu Hi Jinping harus 
berbuat semua kemungkinan supaya dominasi perampokan USA harus dihentikan; dan 
itu hanya bisa RRT dan Russia. Atau menurut Anda RRT dan Russia juga telah 
seperti imperialisme USA,merampok di R.I? Putin melepaskan Utang R.I. sejumlah 
3Milliard USDollar, apakar USA akan berbuat demikian? RRT membantu membangun 
Perekonomian di Centar Asia, USA merampok di Central Asia!, etc..

Justru itu Analisa sebaik mungkin, Anda toch seorang Sarjana Tinggi, dalam 
Situasi Internasional yang dalam Kriasis Civilizasi Dunia yang bajam.

Best regards,

Tjaniago

--------------------------------------------
Pada Ming, 25/11/18, Noroyono 1963 noroyono1963@... [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

Judul: [GELORA45] IMPERIALISME CHINA | Artikel konsumsi untuk para 
Tiongkok-haters/-hyperhaters. [1 Attachment]
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 25 November, 2018, 2:22 AM


 









Artikel konsumsi
untuk
para Tiongkok-haters/-hyperhaters.Suka, dibaca. Tidak suka, dihapus. Zo
simpel is het!Diskusi? Hal itu tidak saya
kesampingkan, asal saja diskusi dilakukan di atas dasar
kesepakatan ”Bersepakat
mungkin tidak bersepakat”. Noroyono25/11/2018
 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 
 Abdul Kholik31
maart om 10:12 · IMPERIALISME
CHINA  Sesuai perkembangannya,
Imperialisme atau Penjajahan ada
dua macam ; teritorial dan modal. Imperialisme teritorial
berlangsung sejak
abad 16, dipelopori oleh Negara-negara Eropa, berakhir antara
1945-1950.
Imperialisme modal tahun 1950-an sampai sekarang, dipelopori
oleh Amerika
Serikat.  Imperialisme teritorial
dibarengi dengan kehadiran bala
tentara di sebuah wilayah koloni (karena itu disebut Kolonialisme),
Imperialisme jenis ke dua tanpa kehadiran bala tentara, tapi
cukup dengan
menghadirkan modal atau (bahasa halusnya) investasi, ke
negara-negara yang baru
lepas dari imperialisme teritorial. Kecuali terpaksa,
seperti untuk Irak atau
Afghanistan, yang "harus" dengan agresi
militer.  Kedua jenis imperialisme itu
tujuannya sama, yaitu
mengambil atau mengeruk atau merampok (atau apa pun
istilahnya, yang penting
enak didengar telinga) kekayaan suatu bangsa untuk diangkut
ke Negara Imperialis.  Selama puluhan tahun era
imperialisme modal, Amerika selalu
menjadi Negara Adidaya. Belakangan, pasca perang dingin,
kejayaan itu disaingi
oleh China, setidaknya sejak tahun 1990-an. Bahkan, pasca
2010 persaingan itu
sudah mengarah ke Pergeseran Dominasi ; dari
Amerika ke China.  Terlepas apakah nanti yang
menang China atau Amerika,
dengan polanya masing-masing, model imperialisme China ini
harus dicermati
secara lebih serius. Karena faktanya, banyak negara hancur
berantakan setelah
langkah imperialistik China sukses di negara itu. Bahkan
Rusia, Negara sebesar
itu sempat "dikerjain" oleh China. Indonesia ?
Hanya soal waktu.  Tulisan Akun Twitter Bapak Republik
@PendiriRepublik
ini menguraikan cukup detail bagaimana model imperialisme
China mulai dari
Afrika, Amerika Latin hingga Rusia. Indonesia, yang mulai
intensif
menjalin hubungan ekonomi sejak Pemerintahan Gus Dur, memang
agak
"terlambat " dikerjain China. Tapi, keterlambatan
itu kemudian
"dikejar" pada Pemerintahan Jokowi.
Hasilnya, " Indonesia negara korban
Imperialisme China paling mudah
ditaklukkan".(
Abdul Kholik )  Berikut Tulisannya. (1). Sejumlah
penelitian menuduh Cina telah mengeksploitasi sumber daya
negara2 Afrika yang
kayaatau berperilaku seperti
imperialis di Afrika. Peter Hitchens
mengungkap bahwa China terbukti sedang membangun
'kerajaan budak' di
Afrika.  Bgmn dgn Indonesia ?  (2). Kebijakan China di Afrika
khususnya di negara2
debitur dan pusat investasi, China menunjukan gejala bahwa
China sedang
membangun Kerajaan Budak di Afrika. China menggunakan
hasil penelitian
ttg budaya bangsa Afrika secara efektif utk tujuan
itu.  (3). Di Asia, China sdh
menerapkan imperialism terbatas
pada sejumlah negara. Indonesia salah satu korban
imperialism China. Langkah
China merambah Australia, benua yg kaya
sumber daya telah terhambat
sikap anti China yg cepat berkembang di Australia.  (4). Stereotip Bahaya Kuning
yang pernah mendominasi
Barat di akhir abad 19 dan awal abad 20 telah menimbulkan
rasa takut bahwa
China akan mengikuti jejak imperialism Barat, bahkan dg cara
yg lebih brutal,
masif, destruktif. Afrika hanya objek eksploitasi
imperialism China.  (5). Kebutuhan gas konsumsi
domestik China telah terbukti
mendorong China menginvasi Spratly Island yg kaya
gas alam. Mampu memenuhi kebutuhan gas domestik china selama
30 tahun ke depan.
Konflik LCS yg tak seimbang, menempatkan China sbg pemenang
dan penguasa
spratly Islands LCS.  (6). Seperti Japan menghancurkan
Pearl
Harbour Hawai 1941 guna menjamin keberhasilan Jepang
menginvasi
Asia khususnya Malaysia dan Sumatera (Indonesia) yg kaya
Karet dan minyak bumi,
China menaklukkan The White House dgn lobi
super intensif kepada Obama dan Arkansas
Connection.  (7). Setelah AS dijinakkan
China, ekspansi ke Asia
Tenggara lebih mudah. Target pertama China menguasai Spratly
Islands tercapai
tanpa protes & perlawanan Indonesia, Singapura,
Malaysia. China dg mudah
menundukan Vietnam, Pilipina dan Brunei. Kepulauan Spratly dikuasai
China sepenuhnya.  (8). Rencana China mewujudkan
hegemoni global : Afrika,
Amerika Latin, Asia Pasifik berhasil sesuai rencana hingga
akhir 2016 di mana
Australia menjadi target berikutnya bagi China utk menguasai
kawasan Ocenia..
Australia dan Oceania menjanjikan masa depan cerah Imperium
China.  (9). Sebelum Trump/Republiken
jadi penguasa AS, China
benar2 menikmati kejayaan dan hegemoni di Afrika, Amerika
Latin dan Asia
Pasifik, kecuali Australia yg telah menjadi fokus penaklukan
China. Trump/Republiken
mengubah segalanya. China terpaksa mundur selangkah dlm
menggapai tujuan.  (10). Kepercayaan diri China yg
sempat meningkat ketika
Trump menandatangani kontrak kerjasama terbesar sepanjang
sejarah dunia US$ 250
miliar dari China tahun lalu, ternyata tdk mampu melunakan
hati Trump utk mereposisi
status China di mata Trump. AS terus mendesak China
mundur.  (11). AS mengirim armada kapal
perangnya ke LCS dan
mengusir pasukan China yg menduduki Spartly Islands, memaksa
china mematuhi
status quo pada Spratly. Kapal Induk AS utk pertama kali
sejak perang Vietnam
berlabuh di perairan Vietnam sbg sinyal keseriusan AS
menindak China.  (12). Kebijakan keras AS
terhadap china di bidang politik
dan ekonomi memaksa China menangguhkan semua pesta
eksploitasi dari negara2
afrika, amerika latin dan Asia Pasifik yg telah menjadi
korban imperialisme
nya. China dipaksa fokus hadapi AS.  (13). Berbeda dgn strategi
imperialism China di Asia
Pasific, China datang ke Afrika dgn membawa bantuan
ideologi, ekonomi dan
militer utk membantu negara2 Afrika dlm perjuangan
anti-kolonial Barat pada
tahun 1950-an. Afrika menganggap China sbg sekutu dlm
perjuangan kemerdekaan.  (14). Selama periode
dekolonisasi ini, Beijing menjalin
hubungan yang kuat dengan sejumlah negara Afrika yang akan
menjadi semakin
penting bagi tujuan ekonomi Cina setelah Perang Dingin
mereda. Namun perlahan
tapi pasti tujuan kehadiran China sekarang dilihat sebagai
neo-imperialisme..  (15). Satu Dasawarsa terakhir
banyak negara menjadi
korban jeratan utang China. Tdk hanya Afrika, Amerika Latin
dan Asia Pasific,
bahkan Rusia pun telah menjadi korban jeratan utang China
melalui perjanjian
utang yg licik dan merugikan Rusia. Tdk ada yg bisa
menghentikan ekspansi
China.  (16). Pada th 2009, raksasa
minyak dan pipa Rusia,
Rosneft dan Transneft, mengambil pinjaman sindikasi sebesar
US $ 25 miliar dari
China Development Bank (CDB). CDB adalah Bank yg
juga akan
membiayai Kereta CEPAT Jakarta Bandung
..  (17). Pinjaman tersebut
diperlukan utk membiayai sebuah
proyek raksasa yang akan memasok 15 juta ton minyak ke China
per tahun, atau
300.000 barel per hari, selama lebih dari 20 tahun. Dengan $
10 miliar,
Transneft berhasil menyelesaikan pembangunan pipa pertama
Rusia ke Asia.  (18). Jaringan Pipa minyak itu
terbentang dari Rusia ke
China dan Pasifik. Dengan sisa US$ 15 miliar, Rosneft
melakukan eksploitasi
ladang minyak Vankor di Siberia timur, sebuah ladang minyak
terbesar yg
ditemukan di Rusia dalam 25 tahun terakhir.  (19). Saat ini Rosneft membayar
bunga sekitar 4%,
berdasarkan tingkat margin LIBOR 3,25% rata-rata selama enam
bulan. Dengan
LIBOR di posisi terendah dalam sejarah, persyaratan
perjanjian pinjaman tetap
menarik bagi perusahaan Rusia.  (20). Pipa tersebut selesai pada
tanggal 1 Januari 2011.
Namun biaya transportasi minyak per barel muncul menjadi
sengketa tak
terselesaikan antara kedua negara: Rusia - China. Tahun lalu
Rosneft menyetujui
perubahan kesepakatan yang mengizinkan diskon US $ 1,50 /
barel.  (20). Yaitu untuk pengiriman
minyak mentah yang
ditawarkan Rusia ke China National Petroleum Corp sebagai
penerima manfaat dari
kontrak pasokan minyak. Keterpaksaan Rusia utk menerapkan
diskon menimbulkan kerugian
lebih US$ 3 milyar dalam pendapatan agregat selama 20
tahun.  (21). Jika Rusia tdk berikan
diskon yg diminta China,
maka ribuan kilometer pipa penyalur minyak dari Rusia ke
China tdk akan
beroperasi. Rusia akan menanggung kerugian lebih besar dari
US$ 3 miliar tanpa
ada harapan solusi. China menjebak Rusia dlm perjanjian
utang !  (22). Sekarang, setiap kali
memandang bentangan pipa
sepanjang ribuan kilometer dari Rusia ke China, Bangsa Rusia
mengelus dada
tanda prihatin karena Rusia menelan kerugian US $ 450.000
per hari akibat
kelicikan China dlm perjanjian utang.  (23). Nasib lebih buruk dialami
raksasa minyak Brasil Petrobras.. Pada
2009 meminjam US$ 10 miliar dari China Development Bank
(CDB) yg dikaitkan dgn kesepakatan
pasokan ekspor minyak 150.000 barel per hari utk tahun
pertama. 200.000 barel
pasokan minyak per hari utk 9 thn berikutnya.  (24). Petrobas mulai mengalami
kesulitan ketika harga
minyak naik. Harga jual minyak petrobas ke China telah
terikat kontrak selama
10 tahun. Petrobas menjual minyak ke China dgn harga murah
dan membelinya
kembali dgn harga tinggi dari China utk kebutuhan domestik
Brasil.  (25). Petrobas wajib ekspor 300
ribu barel minyak/ hari
ke China. Sdgkan total produksi minyak petrobas setelah
dikurangi ekspor ke
China tdk cukup utk kebutuhan domestik Brasil. Petrobas
terpaksa beli minyaknya
sendiri dari China dg harga pasar yg terus meningkat.
Petrobas bangkrut.  (26). BUMN minyak Brazil,
perusahaan minyak kelas dunia
PETROBAS bangkrut karena jebakan utang China yg dikaitkan
dgn kontrak ekspor
minyak ke China 300,000 barel per hari. Bangkrutnya Petrobas
ini menjatuhkan presiden
Brasil dan menyeret Presdir Petrobas ke Penjara dg tuduhan
korupsi.  (27). Bisnis adalah perang. Itu
adalah prinsip dan budaya
China. Dalam perang segala cara boleh dilakukan untuk
mengalahkan musuh. Tdk
ada kemitraan bisnis dlm budaya china. Yg ada adalah perang
bisnis dan bgmn menghancurkan
mitra bisnis : https://t.co/FYT7uu9xnF (28). Brasil termasuk korban
terbaru akibat perjanjian
perdagangan & investasi China. Brasil hnya satu dari
banyak target penting
dari rencana internasionalisasi perusahaan minyak asing oleh
China di seluruh
dunia.  (29). Dampak dari perjanjian dan
kerjasama perdagangan
dan ekonomi Brasil dgn China sungguh luar biasa. Pasar
domestik Brasil kini
hampir dikuasai sepenuhnya oleh produk China. Ketergantungan
Brasil kepada
China kian meningkat. Brasil terjerat hingga leher oleh
China.  (30). Padahal hingga tahun 2005
kehadiran China di sektor
minyak dan gas Brasil sangat minim. Thn 2005 Sinopec
memasuki pasar Brasil dgn menawarkan
teknologi EPC canggih dan berpartisipasi dalam Proyek
GASENE. Tahun 2009:
Petrobras meminjam US$ 10 miliar dari China. Malapetaka !  (31). Pinjaman China 
harus
dibayar kembali dengan ekspor
minyak. Tahun 2010: ketentuan kontrak bhw China dapat
membantu mencari sumber ladang
minyak baru mendorong Sinopec untuk mengakuisisi saham di
Galp dan Repsol.
Sinochem menjelajah seluruh Brasil.  (32). Tahun 2013 : China
National Petroleum Corporation
(CNPC) dan Nasional China Offshore Oil Corporation (CNOOC)
memenangkan
masing-masing 10% di Blok Migas Libra - Brasil.  (33). China tidak saja 
menguasai
sektor perminyakan
Brasil, tapi hampir seluruh sektor ekonomi negara itu. https://t.co/EUA063iKxS 
(34). Tahun 2010 : Sinopec
mengakuisisi 40% Repsol Brasil
senilai US $ 7,1 miliar. Perusahaan baru “Repsol
Sinopec” milik China kini
adalah raksasa E & P di Brasil dgn kapitalisasi pasar
US$ 17,8 miliar.
Posisi strategis di seluruh Explorasi & Produksi Migas
Brasil. Brasil Sapi
Perah China !!  (35). Hanya dua kata
menggambarkan Brasil hari ini :
Korban China ! Brasil dari negara menengah tingkat ekonomi
dan menjadi anggota
BRICS, Kini hancur berkeping2 ekonominya dn kacau
politiknya. Akibat neoimperialisme
china. https://t..co/UQAOxQEIyR (36). Hanya satu negara di dunia
yg berhasil menghindar
dari jeratan dan perangkap utang China : INDIA . Yg lain ?
Hancur.
Indonesia menyusul, Tdk lama lagi .... Defisit perdagangan
RI sdh 3 bulan berturut2
terjadi. Belum pernah dalam 15 tahun terakhir ini. Kecuali
di era Mukidi.  (37). Indonesia negara korban
imperialisme china paling
mudah ditaklukan. Dimulai dari menjatuhkan Suharto, Gandeng
AS rombak total UUD45. Naikan Gus Dur jadi RI 1- dgn konsesi
politik luar biasa
utk China. Melemahkan ketahananan nasional RI melalui
pelepasan BUMNIS
(Indosat, VVLC dll).  (38). Dan sekarang China
berkuasa total di Indonesia
melalui common proxi Mukidi. Awalnya samar, Lalu makin
nyata, Dan makin nyata.
Sampai pada saatnya kita rakyat Indonesia tdk dpt berbuat
apa2.Invasi WN, TK, Cyber Army,
Milisi, agen intel China sdh
menyebar ke seluruh Indonesia.  (39). Imperialism China pada
Indonesia ini jauh lebih
berbahaya dari rencana Clinton Program thn 98-99 yg berhasil
dicegah melalui
Pam Swakarsa - FPI. Guna mencegah intervensi militer asing
ke Indonesia sbg
akibat bentrok vertikal yg direncanakan AS-China namun
berhasil digagalkan.  (40). Semoga Indonesia yg hari
ini kita kenal dapat tetap
utuh hingga 2030.  Bapak
Republik @PendiriRepublikSabtu,
31 Maret 2018 Jam 00.40 wib.Dishare
Oleh Abdul Kholik,Sabtu,
31 Maret 2018 Jam
16.10 wib. 







































































































































































































































Kirim email ke