TakCuma Ahok, PDIP Juga Persilakan Rizieq Jika Ingin Masuk




Rabu 28 November 2018, 13:35 WIB
LSI: Jika Ahok Kampanye, Risiko buat Jokowi
TsarinaMaharani - detikNews
Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahokdikabarkan akan kembali terjun ke 
politik. Ia bahkan disebut-sebut bakalbergabung ke PDI Perjuangan.
Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyarankan 
Ahokberistirahat sejenak dari politik praktis. Menurut Denny JA, Ahok 
sebaiknyatidak ikut serta dalam kegiatan kampanye capres Joko Widodo.
Untuk jangka pendek, sebaiknya Ahok istirahat dulu. Masih terlaluberisiko 
mengikutsertakan Ahok dalam kampanye. Lebih lagi kalau itu 'digoreng'pihak 
lawan. Jadi sebaiknya Ahok tidak diikutsertakan," kata Denny kepadawartawan, 
Rabu (28/11/2018).
Alasannya, Ahok butuh waktu untuk 'memulihkan diri' selepas menyelesaikan 
masatahanannya. Denny menilai kehadiran Ahok justru berisiko bagi Jokowi.
Ia mengatakan Ahok harus membuat 'success story' ketika keluar dari 
tahanan..Namun 'success story' itu, sebut Denny, harus melalui proses.
Denny membagi proses 'success story' Ahok itu menjadi 3: jangka 
pendek,menengah, dan panjang.
"Dia harus membuat 'success story' setelah keluar dari tahanan dan yangpaling 
bisa jabatan yang diangkat," jelas Denny.
Ia menjelaskan, dalam jangka pendek, sebaiknya Ahok tidak terlibat 
dalampolitik. Kemudian dalam jangka menengah, Ahok bisa masuk ke politik 
lewatpenunjukan. Misalnya Ahok diangkat presiden sebagai menteri.
"Jabatan yang pas untuk dia jabatan yang diangkat. Misalnya menjadiMenteri 
Pendayagunaan Aparatur Negara, keras untuk perbuatan yang bersih.Jabatan yang 
berurusan dengan pemberantasan korupsi. The right man on the right placeuntuk 
memberantas korupsi, di samping korupsi memang gila-gilaan diIndonesia," ujar 
Denny.
Setelah itu, sebut Denny, barulah Ahokbisa kembali masuk ke politik pemilihan. 
Ia menyebut Ahok bisa saja ikut sertalagi dalam pemilihan bupati/wali kota dan 
gubernur.
"Jangka panjang baru dia bisa datang ke pemilihan bupati, walkot, 
maupungubernur. Namun tidak presiden. Karena presiden atau wapres terlalu 
sensitifuntuk dia. Dia figur pemimpin yang pas untuk isu-isu 
pemberantasankorupsi," pungkasnya.
(tsa/van)

Kirim email ke