Reuni Akbar 212, Begini Keluarga Ahok Kenang Demo Dua Tahun Lalu
Reporter:
Irsyan Hasyim (Kontributor)
Editor:
Zacharias Wuragil
Minggu, 2 Desember 2018 06:31 WIB
Puluhan masa melakukan aksi demo mengawal sidang Basuki T Purnama alias
Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat, 20 Desember 2016. TEMPO/Subekti.Puluhan masa melakukan aksi demo
mengawal sidang Basuki T Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penodaan
agama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 20 Desember 2016. TEMPO/Subekti.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Kakak angkat mantan gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Amier, mengenang berbeda
demonstrasi besar yang dikenal sebagai Aksi 212, dua tahun lalu. Hari
ini, 2 Desember 2018, demonstrasi yang ikut mengantar Ahok dipenjara
atas tuduhan penistaan agama tersebut diperingati dalam bentukReuni
Akbar 212 <https://www.tempo.co/tag/reuni-akbar-212>.
Baca berita sebelumnya:*
Eks Pengacara Rizieq Shihab Akan Bikin Tandingan Reuni Akbar 212*
<https://metro.tempo.co/read/1150530/eks-pengacara-rizieq-shihab-akan-bikin-tandingan-reuni-akbar-212>
Andi bersikukuh kalau Ahok tidak bersalah dalam peristiwa dua tahun lalu
tersebut. Itulah sebabnya dia menegaskan tidak ada rasa sedih terkait
vonis dan hukuman yang harus dijalani Ahok.
“Kami justru sedih terhadap adanya pengkhianat-pengkhianat bangsa dan
Pancasila, menggunakan politik SARA dibiarkan merajalela," ujar Andi
kepada Tempo,Jumat 30 November 2018.
Menurut dia, kondisi Bangsa Indonesia dalam proses pendewasaan. “Jadi
hal-hal yang terjadi semua menyangkut masalah efek menggunakan agama
dalam kampanye hitam untuk mencapai tujuan sesaat.”
Baca:
Cerita Para Penjual Bendera Tauhid Sambut Reuni Akbar 212
<https://metro.tempo.co/read/1151333/cerita-para-penjual-bendera-kalimat-tauhid-sambut-reuni-akbar-212>
Andi menanggapi pernyataan mantan pengacara pimpinan FPI, Riziek Shihab,
yakni Kapitra Ampera, kini caleg dari PDIP. Kapitra yang dua tahun silam
berperan sebagai penggerak menganggap Reuni Akbar 212 hanya untuk
merayakan kasus Ahok.
Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 berfoto bersama usai menggelar
konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jalan Kramat
Raya, Jakarta, 28 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz
ADVERTISEMENT
Dia merasa kasihan kepada keluarga Ahok karenanya. "Bagaimana perasaan
keluarga dan anak-anak orang tersebut (Ahok) bahwa setiap tahun
kejahatan bapaknya dirayakan? Bukankah Islam mengajarkan kita menjadi
pemaaf?" tutur Kapitra, eks tim advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.
Baca:
Ulama Agama Lain di Reuni Akbar 212, Rizieq: Sampaikan Horman Ana
<https://metro.tempo.co/read/1151427/ulama-agama-lain-di-reuni-akbar-212-rizieq-sampaikan-hormat-ana>
Atas alasan ituKapitra Ampera
<https://metro.tempo.co/read/1150530/eks-pengacara-rizieq-shihab-akan-bikin-tandingan-reuni-akbar-212/full&view=ok>mengungkap
akan menggelar demonstasi tandingan. Aksi tandingan diberi tajuk 'Aksi
Kontemplasi 212 dan Pencerahan Anak Bangsa'.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com