*Tidak hanya ada yang disebut goat fucker, tetapi juga di NKRI ada
orangutang fucker. Tambah hebat NKRI!*

https://international.sindonews.com/read/1358139/46/kisah-orangutan-di-kalimantan-dijadikan-pelacur-untuk-manusia-154
<https://international.sindonews.com/read/1358139/46/kisah-orangutan-di-kalimantan-dijadikan-pelacur-untuk-manusia-1543356710>
Kisah Orangutan di Kalimantan Dijadikan Pelacur untuk Manusia

Muhaimin <https://index.sindonews.com/blog/2086/muhaimin>

Rabu, 28 November 2018 - 05:12 WIB

views: 189.053

Pony, orangutan yang pernah dijadikan pelacur untuk manusia di sebuah rumah
bordil di Kalimantan. Foto/BOSF

A+ A-

*JAKARTA* - Kisah mengerikan tentang orangutan betina di Kalimantan yang
dijadikan pelacur di sebuah rumah bordil memicu kemarahan kelompok
konservasionis. Layaknya manusia, hewan itu dipekerjakan untuk berhubungan
seks dengan para pria.

Kisah penyelamatan para konservasionis itu diulas media Inggris. Sebelum
diselamatkan, orangutan bernama Pony dirantai dan digunakan sebagai pelacur
di sebuah rumah bordil di Kareng Pangi, Kalimantan Tengah.

Pony diambil dari hutan di Kalimaantan saat masih bayi. Hewan itu kemudian
dibesarkan. Pony dicukur setiap hari dan berulang kali diperkosa oleh para
pria yang mengunjungi di rumah bordil.

Primata itu juga dipaksa memakai perhiasan, parfum dan belajar untuk
berputar ketika "klien" mendekat.

Sekarang, di tangan para penyelamatnya, Pony masih mengalami trauma hebat.
Setiap kali ibu mucikarinya berkunjung, orangutan itu menjerit dan buang
air besar.

Meskipun sekarang hidup bahagia bersama spesiesnya sendiri, Pony masih
mengalami trauma buruk, di mana dia menolak untuk kawin dengan orangutan
jantan.

Ibu mucikari Pony pada awalnya diizinkan melakukan kunjungan bulanan
setelah satwa itu diselamatkan. Kunjungan ibu mucikari itu sebagai upayanya
untuk mengurangi risiko retribusi di antara penduduk desa yang marah karena
Pony dibawa para penyelamat.

Michelle Desilets, yang menjadi direktur Borneo Orangutan Survival
Foundation (BOSF) Inggris ketika Pony diselamatkan, mengatakan bahwa kasus
Pony sangat unik, di mana reaksi warga lokal menolak upaya penyelematan
satwa tersebut.

"Pony adalah seorang kasir dan dia mendapatkan banyak uang dari desa itu.
Seluruh desa tidak mau membiarkannya pergi," kata Desilets, seperti dikutip
dari *Mirror*, Selasa (27/11/2018).

"Mereka ingin orang datang—dalam hal ini pria dari ladang—dan menghabiskan
uang mereka," ujarnya.

"Pemilik Pony, ibu rumah bordil, menjerit dan menjerit ketika kami
membawanya pergi," lanjut Desilets. Pony, orangutan yang pernah dijadikan
pelacur untuk manusia di sebuah rumah bordil di Kalimantan. Foto/BOSF

A+ A-

*JAKARTA* - Kisah mengerikan tentang orangutan betina di Kalimantan yang
dijadikan pelacur di sebuah rumah bordil memicu kemarahan kelompok
konservasionis. Layaknya manusia, hewan itu dipekerjakan untuk berhubungan
seks dengan para pria.

Kisah penyelamatan para konservasionis itu diulas media Inggris. Sebelum
diselamatkan, orangutan bernama Pony dirantai dan digunakan sebagai pelacur
di sebuah rumah bordil di Kareng Pangi, Kalimantan Tengah.

Pony diambil dari hutan di Kalimaantan saat masih bayi. Hewan itu kemudian
dibesarkan. Pony dicukur setiap hari dan berulang kali diperkosa oleh para
pria yang mengunjungi di rumah bordil.

Primata itu juga dipaksa memakai perhiasan, parfum dan belajar untuk
berputar ketika "klien" mendekat.

Sekarang, di tangan para penyelamatnya, Pony masih mengalami trauma hebat.
Setiap kali ibu mucikarinya berkunjung, orangutan itu menjerit dan buang
air besar.

Meskipun sekarang hidup bahagia bersama spesiesnya sendiri, Pony masih
mengalami trauma buruk, di mana dia menolak untuk kawin dengan orangutan
jantan.

Ibu mucikari Pony pada awalnya diizinkan melakukan kunjungan bulanan
setelah satwa itu diselamatkan. Kunjungan ibu mucikari itu sebagai upayanya
untuk mengurangi risiko retribusi di antara penduduk desa yang marah karena
Pony dibawa para penyelamat.

Michelle Desilets, yang menjadi direktur Borneo Orangutan Survival
Foundation (BOSF) Inggris ketika Pony diselamatkan, mengatakan bahwa kasus
Pony sangat unik, di mana reaksi warga lokal menolak upaya penyelematan
satwa tersebut.

"Pony adalah seorang kasir dan dia mendapatkan banyak uang dari desa itu.
Seluruh desa tidak mau membiarkannya pergi," kata Desilets, seperti dikutip
dari *Mirror*, Selasa (27/11/2018).

"Mereka ingin orang datang—dalam hal ini pria dari ladang—dan menghabiskan
uang mereka," ujarnya.

"Pemilik Pony, ibu rumah bordil, menjerit dan menjerit ketika kami
membawanya pergi," lanjut Desilets.

Kirim email ke