Anggaran Tak Terserap Rp 70 T, Jokowi Minta Kementerian Evaluasi
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Kamis, 6 Desember 2018 09:42 WIB
Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan pengurus Dewan Adat Melayu Riau
di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Gelar yang akan
disematkan kepada Jokowi yakni Datuk Seri Setia Amanah Negara.
ANTARA/Wahyu Putro APresiden Jokowi (kiri) berbincang dengan pengurus
Dewan Adat Melayu Riau di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 4 Desember
2018. Gelar yang akan disematkan kepada Jokowi yakni Datuk Seri Setia
Amanah Negara. ANTARA/Wahyu Putro A
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Presiden Joko Widodo atau Jokowi
<https://bisnis.tempo.co/read/1117825/jokowi-alokasikan-anggaran-kesehatan-2019-rp-122-triliun> meminta
semua kementerian dan lembaga mengevaluasi dokumen perencanaan,
penganggaran, hingga implementasi kegiatan. Hal ini dilakukan untuk
mengantisipasi naiknya anggaran yang tidak terserap.
*Baca:*Jokowi Serahkan DIPA 2019 Kementerian dan Lembaga Pekan Depan
<https://bisnis.tempo.co/read/1152508/jokowi-serahkan-dipa-2019-kementerian-dan-lembaga-pekan-depan>
Permintaan Jokowi merespons catatan Kementerian Keuangan soal jumlah
anggaran yang tidak terbelanjakan mencapai lebih dari Rp 70 triliun
setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir. Jika dirinci, anggaran belanja
pegawai yang tidak terbelanjakan sebesar Rp 9,9 triliun, belanja barang
yang tidak terserap sekitar Rp 31 triliun, sedangkan belanja modal yang
tidak terserap sekitar Rp 32 triliun tiap tahunnya selama 10 tahun terakhir.
"Jadi saya mau membuat angka satu dekade supaya kementerian lembaga
memiliki pemahaman kemampuan belanja mereka. Supaya para menteri
mengetahui bagaimana kita menggunakan APBN secara baik atau tidak," kata
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Negara, Rabu, 5 Desember 2018.
Adapun penyerapan belanja pegawai rata-rata mencapai 95,6 persen,
belanja barang hanya terserap 86,4 persen, dan serapan belanja modal
sekitar 84,4 persen setiap tahun selama 10 tahun terakhir. Dari data
tersebut pula, Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian lembaga terus
melakukan evaluasi dan penelitian detil terhadap seluruh perencanaan
anggaran.
*Baca:*Jokowi Pertanyakan Hasil Riset dengan Anggaran Rp 24,9 Triliun
<https://bisnis.tempo.co/read/1077794/jokowi-pertanyakan-hasil-riset-dengan-anggaran-rp-249-triliun>
ADVERTISEMENT
Ke depan, evaluasi itu juga diharapkan dapat memberikan panduan bagi
kementerian lembaga bisa menggunakan anggaran secara efektif dan lebih
terserap. "Bapak PresidenJokowi <https://www.tempo.co/tag/jokowi>sampai
menyampaikan bahwa kalau ada direktorat jenderal yang tidak menyerap, ya
itu segera dikoreksi saja. Jadi artinya memang harus melihat sampai
detail kepada dokumen anggaran dan pelaksanaannya," kata Sri Mulyani.
*BISNIS*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com