Kapolri Beberkan Pemicu Kasus Pembunuhan Pekerja Proyek di Nduga
Reporter:
Antara
Editor:
Elik Susanto
Kamis, 6 Desember 2018 03:40 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1152667/kapolri-beberkan-pemicu-kasus-pembunuhan-pekerja-proyek-di-nduga/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK
Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma
<https://statik.tempo.co/data/2018/07/04/id_716520/716520_720.jpg>
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK
Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan masalah
kesejahteraan merupakan persoalan utama pemicu tindak kekerasan diPapua
<https://nasional.tempo.co/read/1152588/komnas-ham-minta-pemerintah-kedepankan-polisi-tangani-kasus-papua>.
Di antara kekerasan terbaru yaitu pembunuhan terhadap pekerja proyek
jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga.
Baca:TNI - Polri Evakuasi 15 Jenazah Korban Pembunuhan di Nduga
<https://nasional.tempo.co/read/1152632/tni-polri-temukan-15-korban-tewas-insiden-penembakan-di-papua>
"Akar masalah utama dari aksi kekerasan bersenjata oleh
kelompok-kelompok ini terutama karena memang masalah pembangunan,
masalah kesejahteraan," kata Tito usai mendampingi Presiden Joko Widodo
dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 5 Desember 2018.
Menurut Tito, pembangunan infrastruktur yang agak terlambat karena
geografis yang sulit diduga memicu kelompok-kelompok yang tidak sabar
untuk menampilkan eksistensi mereka. Kendati begitu, pemerintah terus
melakukan pembukaan akses jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer.
Presiden Jokowi, menurut Tito, tetap mendorong pembangunan dengan
memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki
Hadimuljono serta Zeni TNI untuk membangun jalan. "Mereka menunggu
pembangunan. Ini membuka akses kepada mereka. Tapi ya kelompok-kelompok
bersenjata seringkali tidak sabar, menunjukkan eksistensi," kata Tito.
Kendala yang terjadi dalam proses pembangunan yakni kondisi geografis
yang berat sehingga pekerjaan pembangunan jalan terhambat. Tito
mengatakan, insiden oleh kelompok bersenjata dahulunya kerap terjadi di
kawasan Papua Barat. Namun, karena pembangunan telah berjalan baik,
gangguan itu jarang terjadi.
ADVERTISEMENT
Kapolri menjelaskan informasi sementara terdapat 19 pekerja pembangun
jembatan Distrik Yall. Mereka terwas karena diserang kelompok kriminal
bersenjata. Ada satu personel TNI juga gugur ketika Pos TNI di Mbua
diserang.
Jumlah korban meninggal masih simpang siur. Sebelum, informasi yang
beredar jumlah korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata sebanyak 31
orang. Mereka adalah pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua, yang
dilaksanakan PT Istaka Karya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com