Sri Mulyani Sebut Rp70 T Anggaran Tak Terserap Tiap Tahun
CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 10:21 WIB
Bagikan :
Sri Mulyani Sebut Rp70 T Anggaran Tak Terserap Tiap TahunMenteri
Keuangan Sri Mulyani menyebut anggaran yang banyak tak terbelanjakan
mencakup belanja barang, belanja pegawai, belanja modal. (CNN
Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan*Sri Mulyani
Indrawati*<https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>menyebut*anggaran*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/anggaran>pemerintah pusat yang tak
terbelanjakan dalam 10 tahun terakhir mencapai Rp70 triliun per tahun.
Anggaran tersebut mencakup pos*belanja barang
<https://www.cnnindonesia.com/tag/belanja-barang>*, belanja pegawai,
serta belanja modal.
"Padahal ini sudah dianggarkan, namun tidak dibelanjakan," jelas Sri
Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).
Sri Mulyani merinci, rata-rata realisasi belanja pegawai per tahun dalam
10 tahun terakhir hanya mencapai 95,6 persen. Dalam lima tahun terakhir,
belanja pegawai yang tak terserap bahkan mencapai Rp9,9 triliun per tahun.
Belanja barang dan belanja modal mencatatkan realisasi yang lebih
rendah. Dalam 10 tahun terakhir, realisasi belanja barang hanya mencapai
86,4 persen, sedangkan belanja modal hanya 84,4 persen.
Lihat juga:
Rini Sebut Inalum Bayar Saham Freeport Sebelum 15 Desember
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181206074211-85-351513/rini-sebut-inalum-bayar-saham-freeport-sebelum-15-desember/>
Akibat realisasi yang rendah, menurut Sri Mulyani, anggaran yang tersisa
pada belanja barang mencapai Rp32 triliun setiap tahunnya. Sementara,
sisa belanja modal mencapai Rp32,2 triliun per tahun.
"Kalau ditotal, jumlah anggaran yang tidak terbelanjakan mencapai lebih
dari Rp70 triliun per tahun dalam 10 tahun terakhir," imbuh Sri Mulyani.
Menurutnya, data ini perlu dibuka agar kementerian dan lembaga bisa
lebih baik dalam menggunakan anggaran yang telah dialokasikan di dalam
APBN. Hal ini pun telah ia sampaikan di dalam sidang kabinet paripurna
yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada pekan ini.
Lihat juga:
Sri Mulyani Yakin Penerimaan Negara Tahun Ini Cetak Sejarah
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181205190236-532-351441/sri-mulyani-yakin-penerimaan-negara-tahun-ini-cetak-sejarah/>
Sri Mulyani pun menyebut Jokowi telah meminta kementerian dan lembaga
untuk terus mengawasi jalannya penyerapan anggaran dan mengevaluasi
belanjanya secara berkala. Namun, yang terpenting, Jokowi berharap
setiap kementerian dan lembaga bisa mengeksekusi anggaran lebih cepat
dan efektif dalam mencapai target pembangunan.
"Bapak presiden tetap meminta seluruh kementerian dan lembaga tetap
fokus dalam pelaksanaannya, utamanya di tahun 2019 mendatang. Terutama,
di dalam pelaksanaan dokumen anggaran yang nanti akan disampaikan
kementerian dan lembaga 11 Desember mendatang," jelas dia.
Dalam APBN 2019, total belanja pemerintah ditarget mencapai Rp2.461,1
triliun atau naik 11 persen dibanding APBN tahun ini yang mencapai
Rp2.217,3 triliun. Dari anggaran tersebut, anggaran pemerintah pusat
terbilang Rp1.634,3 triliun atau 67,65 persen dari total belanja APBN
2019.*(glh/agi)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com