Aduhai "Bilik Asmara" di Lapas Sukamiskin
Kamis , 06 Desember 2018 | 10:05
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/aduhai__bilik_asmara__di_lapas_sukamiskin
Aduhai
Sumber Foto merdeka.com
Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.
POPULER
Wawan Suap Kalapas Sukamiskin untuk Nginap dengan Wanita di Hotel
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/hukumdanpolitik/read/5064/%22>Kata
Jokowi, Tangkap Kelompok Biadab di Papua
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/hukumdanpolitik/read/5063/%22>Wiranto:
19 Pekerja yang Tewas Penembakan di Papua
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/hukumdanpolitik/read/5062/%22>Moeldoko:
OPM Terlibat Pembunuhan 31 Pekerja di Papua
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/hukumdanpolitik/read/5061/%22>KPK:
Kasus Korupsi e-KTP Masih Terus Lanjut
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/5080/hukumdanpolitik/read/5067/%22>
Listen to this
JAKARTA - Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung,
Jawa Barat bagi narapidana korupsi malah menjadi "angin surga" yang luar
biasa. Kemewahan tiada tara muncul di sana. Yang penting selipan rupiah
tetap dan terus mengalir bak aliran sungai lho!
Dalam sidang kasus suap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen di Pengadilan
Tipikor Bandung, Jawa Barat terungkap "surga dunia" bagi para narapidana
korupsi. Salah satunya adalah "bilik asmara" ditambah fasilitas sel yang
luar biasa mewahnya.
Berikut sejumlah borok Lapas Sukamiskin yang selama ini terjadi,
*1. Bisnis ‘Bilik Asmara’ di bagi Narapidana*
Terpidana korupsi pemberian suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut
(Bakamla), Fahmi Darmawansyah masih bisa meraup untung dari dalam lapas.
Fahmi menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen berupa uang hingga mobil
agar diberikan fasilitas istimewa, termasuk soal kebutuhan biologis.
Bahkan, Wahid membiarkan Fahmi membangun 'bilik asmara' dalam ruangan
seluas 2x3 meter di areal lapas. Tak hanya untuk keperluannya sendiri,
Fahmi juga mematok tarif kepada narapidana lainnya jika ingin
menggunakan bilik tersebut.
Sehingga, meski berstatus tahanan, suami aktris Inneke Koesherawaty itu
tetap memiliki pendapatan dari bisnis yang ia kelola bersama seorang
narapidana kasus pembunuhan yang menjadi asisten pribadinya, Andri Rahmat.
"Dilengkapi dengan tempat tidur untuk keperluan melakukan hubungan badan
suami-istri, baik itu dipergunakan Fahmi Darmawansyah saat dikunjungi
istrinya, maupun disewakan Fahmi Darmawansyah kepada warga binaan lain
dengan tarif Rp 650 ribu," ujar anggota penuntut umum KPK Muhammad
Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan Wahid Husen di Pengadilan
Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (5/12/2018).
*2. Fasilitas TV, AC, dan Kulkas dalam sel*
Dalam sidang dakwaan mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen memberikan
fasilitas mewah kepada sejumlah narapidana salah satunya Fahmi Darmawansyah.
Fahmi mendapatkan semua itu karena uang suap yang diberikan ke Wahid
Husen."Bahwa kamar yang ditempati Fahmi Darmawansyah tersebut dilengkapi
dengan fasilitas di luar standar kamar lapas yang seharusnya, antara
lain televisi dengan jaringan TV kabel, AC, kulkas kecil, spring bed,
furnitur dan dekorasi interior high pressure laminated. Fahmi
Darmawansyah juga diperbolehkan menggunakan telepon genggam selama di
lapas," kata anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan membeberkan
fasilitas yang didapatkan Fahmi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Bandung, Rabu (5/12/2018).
Wahid, lanjut Takdir, selaku Kalapas (saat itu) mengetahui hal tersebut
namun dia membiarkan penyimpangan itu. Bahkan, saat Fahmi Darmawansyah
dan orang kepercayaannya di lapas yakni Andri Rahmat yang juga tersangka
kasus pembunuhan mengelola bisnis renovasi sel serta membangun saung di
Sukamiskin, Wahid tutup mata.
*3. Mudahnya keluar masuk lapas bagi narapidana*
Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami dari Wali Kota Tangerang
Selatan Airin Rachmi Diany itu tercatat beberapa kali meninggalkan sel
tahanannya dengan berbekal izin dari Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. KPK
pun mengungkapkannya dalam surat dakwaan Wahid.
Dalam dakwaan itu, disebutkan bahwa Wawan beberapa kali mendapat izin
dari Wahid untuk keluar Lapas Sukamiskin. Hal tersebut terjadi dalam
rentang waktu antara Maret 2018 hingga Juli 2018.
Salah satunya adalah pada 16 Juli 2018. Bahkan, dia sempat menyamarkan
kepergiannya dari Lapas Sukamiskin dengan cara menggunakan mobil
ambulans yang tersedia.
Jaksa lantas membeberkan bagaimana cara Wawan bisa keluar lapas dengan
izin berobat tersebut. Wawan disebut keluar dari lapas dengan
menggunakan mobil ambulans yang dibawa oleh Ficky Fikri, seorang staf
keperawatan Lapas Sukamiskin.
Namun, ternyata mobil ambulans itu tidak menuju ke Rumah Sakit Rosela
sebagaimana permohonan Wawan. Adik eks Gubernur Banten Ratu Atut
Chosiyah itu malah dibawa ke tempat lain.
"Melainkan hanya mengantar sampai di parkiran rumah sakit Hermina
Arcamanik, Bandung," ujar jaksa seperti dikutip/kumparan.com./
Wawan lantas turun dari ambulans dan kemudian pindah ke mobil Toyota
Innova yang sudah menunggunya. Mobil itu dikendarai Ari Arifin, asisten
pribadi Wawan selama di Lapas Sukamiskin.
Mobil Innova itu pun kemudian meluncur ke daerah Suryalaya, Bandung,
menuju ke rumah milik Atut.
Namun, Wawan pun tak lama berada di sana dan beranjak menuju ke Hotel
Grand Mercure Bandung.
"Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kemudian menginap di hotel tersebut
bersama teman wanitanya," ujar jaksa.
Namun, siapa teman wanita yang disebut menginap bersama Wawan di hotel
tersebut, jaksa tidak mengungkapnya di dalam dakwaan.
*4. Sel bertarif*
KPK menduga ada bisnis jual beli sel dan izin di dalam Lapas Sukamiskin.
KPK memperkirakan tarif awal jual beli sel Lapas Sukamiskin berkisar Rp
200 juta hingga Rp 500 juta.
"Soal ada tarif itu yang sedang kami teliti, tapi dari informasi awal
itu ada rentangnya Rp 200 juta- Rp 500 juta. Untuk mendapatkan fasilitas
tertentu, apakah fasilitas ada banyak, kami masih akan dalami," jelas
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di KPK, Sabtu
(21/7/2018).
Tarif jual beli sel yang dimaksud adalah dengan membayar uang sejumlah
Rp 200-500 juta, napi mendapatkan fasilitas tambahan. Mulai dari kamar
khusus hingga berbagai fasilitas di kamar khusus tersebut.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com