Gampang. Siapkan saja dulu perangkat / payung 
hukum untuk melindungi usaha rintisan yang 
tumbuh subur sekarang ini. Setelah itu dukung 
produksi supaya handal. Barulah bicara potensi 
ekspor. 

Yang namanya presiden itu setiap langkahnya 
harus berlandaskan hukum sesuai UUD'45. Kalau 
cuma pengin ini pengin itu tanpa kerja, sekurangnya 
kerja menyiapkan perlindungan hukumnya, ya itu 
namanya pencitraan belaka. 

   --- SADAR@... wrote:
Jakarta (ANTARA News) -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan banyak 
usaha rintisan atau start up kecil yang berorientasi ekspor. 
 
 "Saya ingin banyak rintisan kecil yang ekspor,  misal fesyen,  handicraft,  
kopi, buah lokal," kata Presiden Jokowi ketika membuka Digital Startup 
Connection 2018 di Balai Kartini Jakarta, Jumat
 
 Menurut Kepala Negara, usaha rintisan terkait produk-produk itu tidak bisa 
masuk dalam jaringan karena masih ada persoalan teknis yang harus diselesaikan 
secara offline.
 
 Presiden juga menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuka peluang bagi 
masuknya pendatang baru ke dalam jaringan bisnis. 
 
 "Ada perubahan cepat, dunia sedang mencari kondisi normal yang baru, siapa 
yang bisa merespons secara cepat, dia yang akan mendapat keuntungan," katanya. 
 
 Kondisi seperti itu,  lanjutnya,  memberi kesempatan kepada yang kecil untuk 
mencuri kesempatan.  "Ini kesempatan bagi yang kreatif dan inovatif untuk 
menyalip di tikungan," kata Kepala Negara. 
 
 Ia juga menyebutkan bahwa ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2017 memberi 
kontribusi sebesar 7,3 persen kepada PDB. 
 
 "Ini cukup besar saat pertumbuhan ekonomi kita sekitar 5,1 persen, tahun 2018 
diperkirakan kontribusinya 8,5 persen terhadap PDB, " katanya. 
 
 Presiden Jokowi juga menyebutkan saat ini ada tujuh unicorn terbesar di Asia 
di mana empat dari Indonesia. 
 
 "Insya Allah akan muncul unicorn baru menyusul empat yang sudah ada, " katanya.
 
 Baca juga: Rupiah melemah tipis, tembus Rp14.500-an
 
 Baca juga: IHSG dibuka melemah seiring aksi ambil untung
 
 Baca juga: BKPM fasilitasi perusahaan "start up" manfaatkan dana CSR 
Pewarta: Agus Salim
 Editor: Risbiani Fardaniah
   

Kirim email ke