http://mediaindonesia.com/read/detail/204138-jokowi-ajarkan-optimisme-lewat-biografinya
/*Jokowi Ajarkan Optimisme lewat Biografinya*/
Penulis: *Rudy Polycarpus* Pada: Kamis, 13 Des 2018, 21:40 WIB Humaniora
<http://mediaindonesia.com/humaniora>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/204138-jokowi-ajarkan-optimisme-lewat-biografinya>
<http://twitter.com/home/?status=Jokowi Ajarkan Optimisme lewat
Biografinya
http://mediaindonesia.com/read/detail/204138-jokowi-ajarkan-optimisme-lewat-biografinya
via @mediaindonesia>
Jokowi Ajarkan Optimisme lewat Biografinya
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/12/d5c09adaf3ad8ebe4c2aab4d1013d46b.jpg>
/ist/
PRESIDEN Joko Widodo menghadiri peluncuran buku biografinya yang
berjudul 'Jokowi Menuju Cahaya' karya Alberthiene Endah di Hotel Mulia
Senayan, Jakarta, Kamis, (13/12).
Menurut Alberthiene, buku tersebut berkisah tentang seorang pria yang
menggunakan seluruh pengalaman sulit di masa kecil menjadi prinsip kerja
yang berguna bagi sekitar. Ketika Jokowi menjadi pemimpin negara, kata
Alberthiene, hikmah dari pengalaman masa kecilnya itu menjadi cara
Jokowi dalam berjuang.
Menurutnya, bagi seorang Jokowi, membangun Indonesia tidak bisa
dilepaskan dari aspek keadilan. Hal itu telah ditunjukkan Presiden
dengan kebijakannya membangun infrastruktur hingga ke pelosok timur
Indonesia.
"Pesan terpenting di dalam buku tersebut adalah mengajak pembaca untuk
merenungkan bahwa pembangunan tidak lah selalu manis. Pembangunan selalu
berproses dalam kepahitan. Jokowi justru mengajak pembaca untuk melihat
dan memiliki satu tujuan agar termotivasi untuk bergerak dan memiliki
harapan," tandasnya.
Dalam acara itu, Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana jeans. Ia
hadir bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang
Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,
Jaksa Agung M Prasetyo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.
Alberthiene menceritakan 'Jokowi Menuju Cahaya' merupakan buku kedua
yang ia tulis tentang Jokowi. Pada 2012, ia menuliskan kisah Jokowi yang
akan beranjak dari Wali Kota Solo menjadi gubernur DKI Jakarta. Buku
yang berkisah tentang perjalanan Jokowi itu berjudul 'Joko Widodo -
Menyentuh Jakarta'.
Namun, dalam penulisan buku kedua ini, Alberthiene mengaku sedikit
kesulitan lantaran kesibukan Jokowi sebagai presiden.
"Tetapi dalam penulisan ada satu jalan, saya menemukan jalan untuk
merekam perjalanan Jokowi. Yakni saya membaca suara hati beliau dari apa
yang saya lihat, dari apa yang beliau kerjakan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi menjelaskan bahwa kebijakan yang ia jalankan
tidak semuanya dirasakan secara instan oleh masyarakat. Ia tidak ingin
masyarakat terbiasa menerima hasil instan.
Ia mengaku bisa saja membuat kebijakan yang membuat seluruh masyarakat
senang. Sebut saja dengan membagi bantuan sosial sebanyak mungkin.
"Mudah kalau mau seperti itu, buat saja subsidi sebanyak-banyaknya,
semuanya senang. Tapi membangun rumah yang kokoh, yang perlu pondasi
kuat, pilar yang kuat, sering saya sampaikan dalam perjalanan ke sebuah
negara yang besar. Dan butuh proses yang tidak selalu menyenangkan,"
ujar mantan Wali Kota Solo itu.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga bercerita tentang perasaanya sejak
turun ke dunia politik. Beragam caci maki kasar pernah ia terima.
Menurutnya, hal itu bukan budi pekerti bangsa Indonesia.
"Masa mengatakan kepada presidennya, maaf, /plonga-plongo/. Coba
ditambahi lainnya, banyak kata-kata seperti itu, itu bukan sopan santun
Indonesia," imbuhnya.
Ia berpesan cara seperti itu ditanggalkan dan diganti dengan pola pikir
yang lebih baik, seperti membangun optimisme.
"Bagaimana mengubah pola pikir dari konsumsi ke produksi, dari /negative
thinking/ ke/positive thinking /guna membangun kualitas sumber daya
manusia," pungkasnya. (OL-1)