Menteri Rini Sebut Utang BUMN Hanya Rp 2.000 T, Bukan Rp 5.000 T
Reporter:
Antara
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Jumat, 14 Desember 2018 09:21 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur Utama Telkom
Alex J Sinaga (kiri) menyaksikan acara Spirit of Millennials Games Day
2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018. Kementerian
BUMN bersama PT Telkom Indonesia menggelar ajang Spirit of Millennials
Games Day untuk memberikan wadah kreativitas dan inovasi bagi karyawan
muda yang akan dibentuk di masing-masing BUMN. ANTARA FOTO/Hafidz
Mubarak AMenteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur Utama
Telkom Alex J Sinaga (kiri) menyaksikan acara Spirit of Millennials
Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018.
Kementerian BUMN bersama PT Telkom Indonesia menggelar ajang Spirit of
Millennials Games Day untuk memberikan wadah kreativitas dan inovasi
bagi karyawan muda yang akan dibentuk di masing-masing BUMN. ANTARA
FOTO/Hafidz Mubarak A
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik
Indonesia Rini Soemarno menegaskan bahwautang
BUMN<https://www.tempo.co/tag/utang-bumn>hanya berkisar Rp 2.000
triliun, bukan Rp 5.000 triliun. "Begini ya, kemarin ada yang bicara
mengenai jumlah (utang) Rp5.000 triliun, ini mungkin yang perlu saya
ingin tekankan supaya sadar bahwa utang korporasi BUMN itu Rp1.980
triliun. Jadi hampir Rp2.000 triliun, bukan Rp5.000 triliun," tutur
Menteri Rini di Jakarta, Kamis malam, 13 Desember 2018.
Baca: Sandiaga soal Utang BUMN Lebih dari Rp 5.000 T : It's Worrying
<https://bisnis.tempo.co/read/1154780/sandiaga-soal-utang-bumn-lebih-dari-rp-5-000-t-its-worrying>
Dia menjelaskan bahwa jumlah Rp 5.000 triliun itu menghitung aktivitas
perbankan. Hal itu adalah sektor yang berbeda, bukan korporasi BUMN yang
melakukan pembangunan jalan tol dan lain-lain. Kalau perbankan memang
hanya simpan-pinjam. "Untuk Bank BUMM sendiri, aset dan liabilitas atau
dana pihak ketiganya Rp3.000 triliun, jadi ini supaya dipisahkan," kata
Rini.
ADVERTISEMENT
Kedua, menurut dia, selama BUMN ini korporasi yang berutang demi
kepentingan pembangunan atau untuk sesuatu yang produktif dan
pengembaliannya jelas, hal itu tidak masalah. "Saya menekankan terus,
BUMN harus betul-betul responsible atau bertanggungjawab terhadap utang,
karena BUMN itu tanggung jawabnya bayar karyawan, harus memberikan
dividen, bayar pajak, membayar pendapatan negara bukan pajak (PNBP),"
ujar Rini.
Dia juga menyebut bahwa BUMN sendiri menyumbang hampir Rp 380 triliun
terhadap APBN 2018, terdiri atas dividen, pajak, PNBP. "Jadi untuk ke
negara saja, BUMN dari dividen, pajak, PNBP itu kita hampir Rp 380
triliun masuk ke APBN. Ini besar," ujarnya.
"Kita ada utang tapi tanggung jawab kita tetap dilakukan. Justru dengan
utang itu, kita bisa mengembangkan usaha dan keuntungan kita juga jadi
bertambah," ujarnnya saat menghadiri event Spirit of Millennials Games
Day 2018.
Sebelumnya Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha
Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan bahwa hutang riil total 143
perusahaan plat merah hingga kuartal III 2018 sekitar Rp 2.000 triliun.
Angka tersebut disampaikan Aloysius dalam menanggapi berbagai
pemberitaan yang menyebututang
BUMN<https://bisnis.tempo.co/read/1154808/sandiaga-beberkan-strateginya-benahi-utang-bumn-tembus-rp-5-000-t>menembus
sekitar Rp 5.000 triliun. "Orang menilai nilai Rp5.271 triliun itu semua
hutang, padahal angka tersebut masih mengikutsertakan dana pihak ketiga
(DPK), cadangan premi, dan hutang lain yang sifatnya talangan," ujar
Aloysius pekan lalu saat menyampaikan neraca keuangan BUMN per September
2018 di Jakarta.
ANTARA
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com