Rabu 19 Desember 2018, 12:09 WIB

Dituding Cari Sensasi, PSI: Kader PKS Banyak yang Poligami Jadi Sensitif
Tsarina Maharani - detikNews


Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution (Foto: Dok. PSI)

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut PSIcari 
sensasi dengan mengeluarkan larangan berpoligami. PSI menyindir balik PKS.

"Mungkin karena banyak kader dan tokoh PKS berpoligami, Pak Hidayat menjadi 
sangat sensitif. Tapi PSI kan tidak melarang anggota PKS untuk berpoligami? 
Yang dilarang berpoligami adalah kader PSI," kata juru bicara PSI, Dara Adinda 
Nasution, kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).

Dara juga menolak tuduhan Hidayat yang menyebut larangan berpoligami itu demi 
merebut suara massa 'anti-syariah'. Ia kemudian mencontohkan tokoh filsuf 
muslim, Muhammad Abduh, yang merupakan penggagas gerakan modernisme Islam..


| Baca juga: PKS Anggap PSI Cari Sensasi Soal Larangan Poligami |


"Pak Hidayat pasti tahu bahkan tokoh muslim sekaliber Muhammad Abduh dari Mesir 
yang dikenal sebagai reformis Islam pernah menyatakan bahwa pemimpin bisa 
melarang melarang poligami untuk mencegah kerusakan rumah tangga demi maslahat 
umum. Apakah Muhammad Abduh bisa dibilang anti-Islam?" ujarnya.

Hidayat sebelumnya mengkritik PSI, yang melarang kadernya melakukan praktik 
poligami. Menurut dia, PSI hanya mencari sensasi dengan aturan larangan 
poligami.

Dara pun mengingatkan bahwa ada aturan yang mengatur poligami bagi aparat sipil 
negara (ASN). Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 45/1990 tentang 
Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.


| Baca juga: PSI Pasang Badan untuk Giring Eks Nidji yang Dikritik soal 
Antipoligami |


"ASN perempuan tidak boleh menjadi istri kedua, sementara ASN pria hanya boleh 
memiliki istri kedua bila istri pertamanya cacat dan tidak bisa melahirkan 
keturunan. Itu kan bukan aturan Islam, tapi juga tidak bisa dikatakan 
bertentangan dengan ajaran islam," kata Dara.

Hidayat Nur Wahid menyindir PSI yang melarang kadernya berpoligami. Wakil Ketua 
MPR itu menilai PSI sengaja melakukan hal tersebut demi merebut suara 
'anti-syariah'.

"Kenapa kemudian yang baru datang, kalau dia ingin mencari sensasi dengan cara 
ini, yakinlah itu sensasi yang salah," kata Hidayat, Selasa (18/12). 
(tsa/elz)

Kirim email ke