Juru bicara PSI Dara Adinda Nasution telah memberikan jawaban yang bijaksana
atas sindiran Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut
Juru Bicara PSI: "PSI kan tidak melarang anggota PKS untuk berpoligami? Yang
dilarang berpoligami adalah kader PSI".
Orang tentu akan bertanya-tanya, mengapa pula orang-orang PKS merasa sangat
terganggu dengan larangan berpoligami yang disuarakan oleh PSI, padahal
larangan itu ditujukan kepada kader PSI bukan kepada orang-orang PKS. Mau
tidak mau orang akan menemukan jawabannya. Karena sudah bisa diduga bahwa
banyak orang-orang PKS yang sudah berpoligami dan pasti masih banyak yang
ingin dan akan berpoligami.
Kita senang saja menjadi penonton entah itu orang PKS, atau FPI atau apa
saja yang beristeri banyak. Hanya saja perlu disarankan, jangan terlalu banyak
punya anak, karena penduduk Indonesia tidak lama lagi akan mencapai 300 juta
jiwa. Ha ha ha.....
S.Manap.
Den onsdag 19 december 2018 22:29:40 CET, Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
Rabu 19 Desember 2018, 12:09 WIB
Dituding Cari Sensasi, PSI: Kader PKS Banyak yang Poligami Jadi Sensitif
Tsarina Maharani - detikNews
Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution (Foto: Dok. PSI)
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut PSIcari
sensasi dengan mengeluarkan larangan berpoligami. PSI menyindir balik PKS.
"Mungkin karena banyak kader dan tokoh PKS berpoligami, Pak Hidayat menjadi
sangat sensitif. Tapi PSI kan tidak melarang anggota PKS untuk berpoligami?
Yang dilarang berpoligami adalah kader PSI," kata juru bicara PSI, Dara Adinda
Nasution, kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).
Dara juga menolak tuduhan Hidayat yang menyebut larangan berpoligami itu demi
merebut suara massa 'anti-syariah'. Ia kemudian mencontohkan tokoh filsuf
muslim, Muhammad Abduh, yang merupakan penggagas gerakan modernisme Islam..
| Baca juga: PKS Anggap PSI Cari Sensasi Soal Larangan Poligami |
"Pak Hidayat pasti tahu bahkan tokoh muslim sekaliber Muhammad Abduh dari Mesir
yang dikenal sebagai reformis Islam pernah menyatakan bahwa pemimpin bisa
melarang melarang poligami untuk mencegah kerusakan rumah tangga demi maslahat
umum. Apakah Muhammad Abduh bisa dibilang anti-Islam?" ujarnya.
Hidayat sebelumnya mengkritik PSI, yang melarang kadernya melakukan praktik
poligami. Menurut dia, PSI hanya mencari sensasi dengan aturan larangan
poligami.
Dara pun mengingatkan bahwa ada aturan yang mengatur poligami bagi aparat sipil
negara (ASN). Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 45/1990 tentang
Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.
| Baca juga: PSI Pasang Badan untuk Giring Eks Nidji yang Dikritik soal
Antipoligami |
"ASN perempuan tidak boleh menjadi istri kedua, sementara ASN pria hanya boleh
memiliki istri kedua bila istri pertamanya cacat dan tidak bisa melahirkan
keturunan. Itu kan bukan aturan Islam, tapi juga tidak bisa dikatakan
bertentangan dengan ajaran islam," kata Dara.
Hidayat Nur Wahid menyindir PSI yang melarang kadernya berpoligami. Wakil Ketua
MPR itu menilai PSI sengaja melakukan hal tersebut demi merebut suara
'anti-syariah'.
"Kenapa kemudian yang baru datang, kalau dia ingin mencari sensasi dengan cara
ini, yakinlah itu sensasi yang salah," kata Hidayat, Selasa (18/12).
(tsa/elz)